AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
BERPISAH JALAN


__ADS_3

Kedua Lhama itu langsung nyungsep kedepan dengan wajah menghantam tanah yang keras.


Baru saja mereka berusaha berdiri Dragon Wong tiba dengan sepasang cakarnya, mencengkram batok kepala dua Lhama itu hingga pecah dengan otak berhamburan.


Dragon Wong melihat kesempatan, jadi dia meninggalkan lawannya, melesat menyerang kedua Lhama yang baru hendak berdiri ini.


Andi mengerti, dia segera berpindah menyerang Lhama tersisa dengan Fu Mo Se San Cang, mengurung pergerakan lhama yang sudah terluka itu.


Lhama itu tak berkutik, terkena hantaman 13 bayangan Andi yang mengepungnya.


Setelah Andi kembali ke posisi semula tiga belas bayangan menghilang.


Terlihat Lhama yang tersisa berdiri mematung di tempat.


Dari tubuhnya tiba-tiba terjadi ledakan di tiga belas titik yang menyemburkan darah seperti keran bocor.


Tak lama kemudian tubuh itupun tumbang jatuh keatas tanah tak bergerak lagi.


Kini Andi Dragon Wong mengalihkan perhatian mereka kearah James.


Pertempuran James juga hampir selesai, Kitaro pedang panjangnya kini tinggal separuh, sedangkan Saha parang hitamnya sudah tidak terlihat lagi.


Si Petrov wajahnya babak belur bengkak bengkak.


Dragon Wong tidak membuang waktu, dia langsung bergerak dengan sepasang cakarnya menyerang Petrov.


Melihat serangan tiba Petrov langsung menerima serangan cakar Dragon Wong dengan tinjunya.


Maksud hati ingin keras lawan keras menghancurkan cakar Dragon Wong.


Tapi hasil tidak sesuai ekspektasi, Dragon Wong cakarnya bergerak kearah lain dengan cepat telah mencengkram sambungan lengan bawah.


Di susul dengan cengkraman ke bagian bahu, kedua area yang terkena cengkraman langsung remuk.


Sebelum Petrov sempat berbuah sesuatu lehernya sudah di patahkan dengan cengkraman Dragon Wong, yang bergerak menyusup lewat ************ Petrov, saat muncul lagi sudah ada di belakang leher Petrov dengan cakar terbuka.


Lewat posisi belakang inilah, leher Petrov di patahkan.


Sedangkan di tempat lain James kini hanya berhadapan dengan Kitaro yang memegang dua buah pedang, yang satu patah tinggal separuh yang satu lagi adalah pedang pendek.


James bergerak menendang Kitaro dari 8 penjuru dengan 8.bayangan tubuhnya mengurung pergerakan Kitaro.


Semua tendangan yang di lepaskan oleh James bersinar merah.


Tendangan pertama dan kedua bersarang di lutut, tendangan ketiga dan keempat bersarang di kedua siku tangan.


Tendangan kelima dan ke 6 masing masing bersarang di dada dan perut.


Tendangan ke 7 bersarang di punggung, tendangan terakhir datang dari atas berputar seperti bor bersarang di ubun-ubun kepala Kitaro.


Setelah ke 8 bayangan James menghilang, terlihat dari delapan titik yang diserang satu persatu meledak.

__ADS_1


Akhirnya tubuh Kitaro tumbang bersimbah darah.


Saha sendiri tertotok tidak bisa bergerak berdiri diam dengan sepasang mata melirik ke kiri dan kanan ketakutan.


Tapi itu hanya sesaat, begitu tinju Dragon Wong tiba, kepala itu langsung meledak seperti semangka dipecahkan.


Andi memang tidak melakukan apa-apa selain menyelinap dengan Mi Cong Pu, saat Saha menyerangnya dengan sepasang tinjunya.


Begitu serangan Saha lewat, Andi langsung menotok bawah ketiak Saha, sehingga Saha pun berubah menjadi patung.


Setelah membereskan semua lawan itu, Andi Dragon Wong dan James sambil tertawa berangkulan bertiga berjalan menuju mobil Andi.


Tak lama kemudian ke 3 orang itu sudah meninggalkan tempat tersebut, menggunakan mobil Andi langsung menuju kota Zurich.


Saat mereka pergi di jalan mereka baru berpapasan dengan mobil polisi dan ambulance yang menggunakan sirene hendak menuju lokasi.


Sambil menyetir Andi mengangkat telpon yang panggilannya datang dari Berry.


"Ya Berr,.. ada apa ?"


tanya Andi heran.


"Ini di,.. aku mau ngabarin, aku sudah standby di bandara Zurich menunggu mu."


"Kalau masalah di sana beres, kita bisa langsung berangkat.."


"Berangkat ke mana Berr ?"


tanya Andi heran.


Andi terdiam dan berkata,


"Mengapa begitu mendadak Berr ?"


"Kalau soal ini kamu tanya ke Violin saja, dia yang meminta ku kemari, aku cuma pesuruh nyonya besar itu.."


ucap Berry sambil tertawa.


Andi menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Baiklah setelah menjemput mereka, nanti kami langsung ke bandara."


Andi mematikan teleponnya dan berkata,


"James aku mungkin harus kembali ke kota J,.kamu mau ikut pulang atau mau ke London ?"


James berpikir sejenak, kemudian berkata,


"Aku akan ikut kalian pulang, tapi Santi dan Ivan, aku mau mereka tinggal di London sementara waktu ini, bersama papa mama ku dan Sarah.."


Dragon Wong sambil tersenyum berkata,

__ADS_1


"Kalau kamu punya rencana seperti itu, bagaimana bila Santi Ivan ikut dengan pesawat militer ku.."


"Jadi kalian tak perlu repot mampir ke London baru ke kota J, tinggal berikan alamat rumah papa mama mu, sisanya biar aku yang urus..."


James tersenyum gembira, menepuk bahu dragon Wong dan berkata,


"Makasih ya kak Wong.."


Dragon Wong tersenyum dan berkata,


"Gak perlu, aku memang juga ada dinas ke kota itu.."


"James kamu ingin kembali ke kota J mau apa ?'


tanya Andi curiga.


Sambil tersenyum dingin James berkata,


"Aku ingin beri pelajaran kepada beberapa petinggi kota J yang berani mengusik kakek ku.."


"Ferdinand Chu juga harus terima ganjarannya, sedangkan Rio aku titipkan saja pada mu.."


ucap James sambil tersenyum.


"Rio siapa ? apa aku mengenalnya .?"


tanya Andi bingung.


James tersenyum dan berkata,


"Suatu hari nanti kamu akan tahu, sekarang tidak tahu lebih banyak lebih baik.."


Andi mengangguk, di dalam hati Andi membenarkan.


Terkadang semakin sedikit tahu, justru jauh lebih baik, bisa mengurangi beban pikiran.


Andi tidak berkata-kata lagi hanya fokus membawa mobilnya menuju kediaman Louis.


Beberapa saat kemudian Andi dan rombongannya sudah tiba di bandara, sesuai denah lokasi yang di kirimkan oleh Berry, GPRS membawa Andi menuju sebuah lapangan udara, yang terpisah dari lapangan udara umum.


Di lapangan udara tersebut selain terparkir sebuah pesawat jet pribadi, juga terlihat ada sebuah pesawat tempur jenis harier.


Turun dari mobil Andi mereka pun terpisah menjadi dua rombongan, Ivan terlihat sangat semangat, terus buru-buru menarik tangan pamannya Dragon Wong untuk naik ke pesawat tempur harier yang terparkir tidak jauh dari sana.


Sedangkan Santi terlihat masih memeluk suaminya, berat untuk kembali berpisah.


Tapi karena di batas waktu, akhirnya dia melepaskan pelukannya dan ikut menyusul putra nya dan Dragon Wong yang sudah lebih dulu naik keatas pesawat.


James yang mengkhawatirkan Santi dia menyusul membantu Santi hingga duduk di dalam pesawat.


Dia baru turun dari pesawat tempur itu, mundur menjauh sambil melambaikan tangannya kearah pesawat itu.

__ADS_1


Pesawat harier itu mengudara secara lurus vertikal keatas, kemudian baru melesat kedepan dengan kecepatan tinggi.


Setelah pesawat tempur itu hilang, rombongan Andi baru masuk kedalam pesawat jet pribadi mewah milik Berry.


__ADS_2