
Saat kedua telapak tangan Huo San di dorong kedepan, muncul pusaran angin yang disertai listrik kecil meluncur kedepan.
Lalu meledakkan sebuah pohon besar, yang tumbuh agak jauh dari sana, hingga hancur berkeping-keping.
Andi menatap dengan sepasang mata terbelalak, dan mulut terbuka lebar.
Huo San melirik kearah Andi dan tersenyum melihat reaksi Andi.
Dia lalu melanjutkan jurus berikutnya, kini muncul sinar kuning keemasan melingkar di seluruh tubuhnya.
Perlahan lahan membentuk sebuah bayangan tubuh ular Naga Mas yang melingkari tubuh' Huo San.
Disertai Auman suara Naga yang dahsyat, Saat sepasang telapak tangan terbuka Huo San di dorong kedepan.
Ular Naga Mas itu dengan moncongnya yang terbuka lebar melesat kearah depan.
Menghancurkan apapun yang di lewatinya, beberapa buah batu besar hancur berkeping-keping saat di tabrak oleh bayangan naga mas itu.
Setelah melakukan serangan kedepan, bayangan naga emas itu kemudian berputar arah balik lagi meluncur masuk menyatu kedalam tubuh Huo San.
Andi kini benar-benar seperti orang bodoh yang sedang melihat pertunjukan sihir.
Dia tidak menyangka akan melihat kekuatan mengerikan seperti itu, bakal di tunjukkan di hadapan nya.
Huo San kemudian menunjukkan jurus terakhir nya, di mana tubuhnya membelah diri menjadi 12 bayangan setiap bayangannya memainkan satu jurus.
Lalu menyatu ke tubuhnya kembali, Saat Huo San mendorong kedua telapak tangan nya kedepan.
Ada 13 tapak cahaya emas melesat keluar dari tangannya, meluncur kedepan.
Menyerang dari 13 titik berbeda, saat menembus target hingga hancur berkeping-keping.
Ketiga belas tapak emas, menyatu membentuk satu tapak emas berukuran raksasa.
Muncul dari atas menekan ke bawah, menimbulkan ledakan yang melesakkan tanah membentuk telapak tangan raksasa yang membekas di atas tanah.
Setelah itu Tapak emas itu akan meluncur balik menyatu dengan tubuh Huo San kembali, dan membentuk perisai cahaya keemasan.
Sebelum tubuhnya kemudian kembali normal seperti semula, sambil tersenyum ramah menatap Andi yang terlihat berdiri bengong di tempat.
"Bagaimana apa kamu sudah mendapatkan gambaran nya..?"
ucap Huo San sambil berjalan menghampiri Andi.
Andi mengangguk cepat dan berkata,
"Aku akan mencobanya.."
Lalu Andi mulai bergerak meniru dan mencobanya, tapi hingga puluhan kali dia mencobanya tetap tidak berhasil.
Akhirnya dengan wajah kecewa dia menoleh kearah leluhurnya Huo San dan berkata,
__ADS_1
"Maaf leluhur, murid terlalu bodoh masih juga belum bisa bisa, mohon petunjuk dari leluhur.."
.
Huo San menatap Andi sejenak kemudian berkata,
"Coba kamu kemari duduk bersila fokus merasakan kekuatan tenaga mu yang terpendam, edarkan mengelilingi seluruh tubuh mu."
"Berusaha untuk fokus, lupakan semua masa lalu mu, lupakan semuanya termasuk dirimu sendiri."
"Anggap kamu baru saja terlahir kembali, tidak tahu hal apapun kecuali ketiga jurus tadi itu."
"Kendalikan sepenuhnya pikiran mu, maka kamu pasti berhasil.."
Andi pun mencobanya, tapi ingatan tentang masa lalunya bersama Viona selalu muncul menganggunya, hingga dia berulang kali mencoba selalu gagal.
Setelah mencoba hingga ratusan kali selalu gagal, akhirnya Andi membuka matanya kembali menatap kakek Huo San dengan tatapan mata penuh kekecewaan.
Sambil menggelengkan kepalanya dan menghela nafas panjang, Andi berkata,
"Kakek leluhur, aku benar benar berniat fokus belajar, tapi bayangan masa lalu itu terlalu kuat dan aku sangat sulit melupakannya.."
"Kelihatannya aku tidak akan pernah bisa mencapai puncak dari ke 3 jurus itu kek.."
ucap Andi sedih dan putus asa.
Kakek Huo tersenyum dan berkata,
"Bila dari awal kamu sudah berpikir itu mustahil, maka semua akan jadi mustahil.."
"Begitu pula sebaliknya.."
ucap Kakek itu sambil tersenyum lembut.
Melihat Andi seperti termenung, dia pun melanjutkan berkata,
"Begini saja Andi, kamu bisa mencoba melupakan siapa dirimu saja.."
"Siapa tahu dengan cara itu, kamu akan berhasil melupakan semuanya.."
"Aku mau pergi dulu, silahkan kamu berlatih sendiri, bila kamu berhasil aku akan kembali untuk membantu mu kembali ke dunia asal mu.."
"Tapi bila kamu tidak berhasil, kamu selama nya akan terkurung di sini.."
"Ingat batas waktu mu adalah 49 hari, saat ini sudah berjalan 7 hari, berarti sisa waktu mu tinggal 42 hari."
"Lewat dari hari itu, seluruh tubuh akan sirna menjadi debu tak berbekas lagi."
"Sehingga kamu selamanya tidak akan pernah bisa kembali lagi ke dunia mu.."
"Silahkan lebih giat lagi.."
__ADS_1
ucap Kakek Huo San sambil tersenyum.
Kemudian tubuhnya pun menghilang dari hadapan And begitu saja.
Saat Andi tersadar dari keterkejutan nya, dia mencoba memikirkan ucapan kakek itu.
Andi tiba-tiba teringat dengan wajah kedua orang tua nya, wajah adiknya, wajah Violin wajah kedua orang tua Violin dan semua teman temannya.
Teringat mereka semua Andi pun sadar, bila dia pergi untuk selamanya, dia pasti akan melukai hati orang orang itu.
Mereka pasti akan sangat bersedih semuanya.
Demi mereka semua, aku harus berjuang tidak boleh menyerah begitu saja, batin Andi.
Dia lalu mulai mencoba memejamkan matanya, berusaha melupakan ingatan nya tentang dirinya.
Tidak mudah tapi dengan tekad yang kuat tepat di hari ke 12, Andi berhasil melupakan semua tentang dirinya.
Termasuk siapa dirinya dan semua masa lalu nya tentunya.
Setelah berhasil Andi mulai bisa dengan lancar menghimpun kekuatan tenaga alam bawah sadarnya.
Setelah berhasil mengendalikan tenaga tersebut dengan lancar, Andi pun mulai mencoba meniru dan memainkan 3 jurus terakhir yang di tunjukkan kemarin.
Pada jurus pertama nya, Andi berhasil mengangkat semua benda di sekitarnya mengambang di udara.
Tapi saat di dorong kedepan, hanya timbul pusaran dan letupan kecil saja.
Andi tidak putus asa, dia terus mencoba dan mencoba nya dengan penuh penasaran.
Hingga tepat hari ke 15 Andi akhirnya berhasil menguasai dengan lancar ke 3 jurus yang di ajarkan oleh kakek Huo San.
Andi baru saja menyelesaikan latihannya dan menyimpan tenaganya kembali..
Tiba-tiba dia merasa ada yang hadir di belakangnya, Andi segera membalikkan badannya menatap siapa yang ada di belakangnya.
Melihat yang hadir disana adalah seorang kakek tua berjanggut dan beralis putih, Andi buru-buru membungkukkan badannya memberi hormat kearah kakek itu.
Andi sudah lupa siapa kakek itu, karena kini semua memorinya sudah terhapus total.
Tidak ada satupun lagi kenangan yang tersisa, dia bagaikan orang yang baru terlahir kembali.
Kakek Huo San tersenyum lembut dan berkata,
"Kinilah saat nya,.. tiba waktu mu untuk kembali.."
"Aku akan membantumu kembali saat ini juga sesuai janji ku.."
ucap Kakek Huo San.
Lalu dia menggunakan kedua tangan nya dengan telapak tangan terbuka, didorong kedepan, membuat sebuah lubang cahaya, berbentuk bulat telur setinggi dua meter.
__ADS_1