AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
GEDUNG OLAHRAGA PERTANDINGAN


__ADS_3

*Tanggung jawab apa ?'


tanya Santi dan Sarah kompak dari depan pintu kamar yang mereka buka.


Mereka melihat Andi yang sedang membereskan rambut Viona, dengan sepasang mata terbelalak indah.


"Andi kamu...kamu..jangan..jangan...benar sudah...kalian..?"


tanya Santi dengan gugup.


Dia yang paling tahu soalnya tadi pas mereka berpisah pulang, turun hujan gede.


Andi dan Viona pasti kehujanan basah-basahan berduan di dalam kamar kost.


Kini melihat Viona yang seperti habis keramas, dan sedang di bantu keringkan oleh Andi.


Barusan Andi juga menyinggung soal tanggung jawab, pasti mereka berdua sudah, pikir Santi merangkai-rangkai sendiri semua kejadian itu.


Andi Tersenyum dan berkata,


"Sudah apa ? kalian jangan ngeres deh.."


"Kami gak ada apa-apa, Viona memang tadi tidur dan mandi di sini seperti kamu kemaren."


ucap Andi sambil menunjuk Santi.


"Karena cuaca habis hujan dan dingin, aku takut dia sakit masuk angin, makanya aku bantu hair dryer rambutnya biar cepat kering."


"Soal tanggung jawab tadi, maksudnya dia sekarang ada ditempat ku, tentu aku yang harus bertanggung jawab menjaga dia dengan baik , tak perlu berterimakasih gitu loh maksud ku."


ucap Andi menjelaskan panjang lebar sambil tersenyum.


Mendengar penjelasan Andi yang panjang lebar, Santi dan Sarah pun kembali bisa bernafas lega.


Mereka berdua menyukai Andi, tentu mereka sangat tidak berharap Andi dan Viona terjadi sesuatu di luar batas.


Meski mereka tahu Andi sangat mencintai Viona, begitu pula sebaliknya, tapi mereka tetap tidak rela secepat itu Andi jatuh kedalam pelukan Viona, mereka sungguh tidak rela.


Terutama Sarah, dia masih banyak rencana ingin merebut perhatian Andi dari Viona.


Dia tidak bisa menerima kekalahan begitu cepat dari Viona, tanpa sempat melakukan perlawanan sama sekali.


"Kalau sudah siap ayo kita berangkat sekarang.."


ucap Sarah memecah kesunyian.


Semua setuju, Andi langsung meraih tas badminton, yang memang sudah di siapkan nya jauh-jauh hari.


Di dalam sudah lengkap raket sepatu handuk celana pendek, kaos olah raga termasuk kream pelemas otot dan urat, agar tidak mudah cedera saat bermain.


Mereka berempat keluar dari kost Andi langsung menuju mobil Maybach Sarah, yang terparkir didepan kost.


Apek kengkeng kembali bertingkah narsis dan berkata,


"Di,... mau kemana !? ajak-ajak dong.. kita-kita kan mau juga ikut ke hotel...!"

__ADS_1


Sarah pura-pura mempelototi Apek kengkeng, sambil mencopot sandalnya, dan ingin menimpuk Apek kengkeng.


Apek kengkeng langsung menutupi kepalanya, dan berlari dengan terburu-buru dengan gaya lucu, sambil berkata.


"Aduhhhhhh...! mati aku sendal itu..!"


"Numpuk anjing mati tuh..!"


ucap nya sambil tertawa.


"Ya loe anjingnya..!"


sengit Sarah.


"Ya loe betina nya...!"


ucap apek kengkeng dengan mimik lucu.


Yang lain pun jadi tertawa terbahak-bahak, Andi sambil menatap senyum berkata,


"Udah Sar jangan di ladeni, gak kan ada habisnya.."


"Tar kamu malah suka beneran lagi sama dia.."


ucap Andi sambil tersenyum.


Hoeekk...! Hoeekk...!"


"Gak Sudi aku..."


Andi Viona dan Santi hanya menanggapinya dengan tertawa, sambil masuk kedalam mobil mewah itu.


Mobil mewah tetap mobil mewah, Viona dan Santi yang baru pertama kali masuk kedalam mobil mewah itu sampai terkagum-kagum, melihat kemewahan interior di dalam mobil tersebut.


Santi memberi kode ke Viona, agar melihat kearah depan, tempat duduk mereka, yang di lengkapi dengan lemari pendingin mini.


Viona memberi kode jari ke Santi tanda mantab.


Kedua gadis itu menyandarkan kepala mereka di sandaran kursi yang empuk dan wangi


Andi yang duduk di kursi depan bersama Sarah, hanya tersenyum melihat lewat kaca spion, akan tingkah kedua gadis lugu yang duduk di kursi belakang nya.


"Sar susu ultra nya buat kita ya ?"


ucap Santi tanpa sungkan.


Sarah sambil nyetir berkata,


"Ambil aja yang kalian suka, itu emang di sediakan buat di minum.."


Di luar Sarah terlihat biasa saja, padahal di dalam hati dia sangat mangkel dengan kedua saingannya yang tidak tahu diri itu.


Bila bukan karena Andi, dia emoh membawa kedua gadis kampungan itu.


Untungnya Sarah sendiri tidak terlalu memperhatikan sikap kedua gadis saingannya, dia hanya fokus membawa kendaraan nya menuju tempat pertandingan.

__ADS_1


Bila tidak tentu dia akan semakin jijik dengan tingkah Santi dan Viona di belakang sana, yang menyentuh kesana kemari dengan heboh.


Saat tiba di halaman parkir gedung olahraga yang luas, Sarah melihat jam ditangannya menunjukkan pukul 5,30.


Pas lah pikir Sarah kemudian dia berkata,


"Ayuk kita turun, di sini tempatnya.."


Begitu turun dari mobil Viona langsung menggelayut manja ditangan Andi.


Andi hanya menanggapinya dengan tersenyum, mereka jalan di belakang Sarah.


Sarah hanya melirik dengan BT melihat kemesraan yang ditunjukkan oleh Viona kepadanya.


Tidak tahu sengaja atau tidak Sarah tidak tahu, dia hanya merasa hatinya panas dan mangkel melihat Andi begitu dekat dengan Viona.


Meski dia tahu dengan jelas, Andi memang sangat mencintai Viona, tapi saat melihat kebersamaan mereka, tidak tahu kenapa dia merasa sangat jengkel dan sulit menerima kenyataan tersebut.


Begitu masuk kedalam gedung olahraga itu, Andi terkagum-kagum dengan suasana di dalam gedung yang mewah itu.


Lantai lobby yang mereka lewati bisa digunakan untuk bercermin, saking mengkilap nya.


Saat ingin masuk ke bagian dalam melewati sebuah pintu kaca berwarna hitam gelap.


Sarah menunjukkan kartu anggota kepada petugas penjaga, begitu melihat kartu yang Sarah tunjukkan.


Petugas itu buru-buru membuka pintu untuk Sarah dan rombongannya dengan sikap hormat, dan sangat ramah


Begitu masuk kedalam ruangan sebelah dalam, Sarah pun berkata,


"Di,... yuk kita ke kamar ganti, kalian berdua langsung saja ke sudut sana, cari tempat duduk."


"Aku dan Andi akan mulai pertandingan di lapangan sudut itu.."


Santi dan Viona mengangguk, meski merasa berat melepaskan Andi, pergi dengan Sarah.


Tapi Viona tidak punya alasan mencegahnya, karena di sini Sarah lah yang punya kuasa.


Lagipula alasan Sarah sangat tepat dan tidak bisa di bantah lagi.


Viona pun akhirnya dengan bibir sedikit cemberut ikut dengan Santi menuju bangku yang disediakan buat penonton.


Sementara itu Andi dan Sarah berjalan bersama menuju ke kamar ganti.


Tiba-tiba Sarah memegang tangan Andi dan berkata,


"Tuh kamar ganti disebelah sana,... Yuk.."


Sarah pura-pura menunjuk kearah kamar ganti, sambil menarik tangan Andi berjalan menuju kesana.


Andi tidak bisa menolaknya, dia pun mempercepat langkahnya mengikuti arah yang ditunjuk oleh Sarah.


"Dasar Sundal licik...!"


maki Viona yang menegakkan tubuhnya menatap kearah Sarah dan Andi dengan tatapan kesal.

__ADS_1


Santi di sebelahnya hanya tersenyum lebar melihat sikap teman baiknya itu.


__ADS_2