
Monica tidak berani menonton, rekaman di HP Rocky, dia takut akan kehilangan konsentrasi nya dalam mengendalikan kapal selam kecil nya.
Monica hanya meletakkan HP itu sesaat menempelkan di dadanya.
Lalu dia menyimpan hp itu, kedalam kantongnya, lalu kembali meneruskan menyetir sambil sesekali menghapus air matanya yang jatuh menetes tanpa henti.
"Kak James bagaimana kalau aku pergi mengundang kak Dragon Wong keluar untuk membantu kita ?"
James menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Sekarang belum saatnya Monica, bersabarlah, dalam 5 tahun ini kita hanya bisa berpura pura kalah total..'
"Hidup berpindah-pindah dari kejaran mereka, agar mereka mengira kita telah habis."
"Di saat mereka lengah, Sementara kekuatan kita telah pulih, baru kita akan membalas mereka dalam satu serangan kejutan.."
"Kita akan habisi mereka semua tanpa sisa ."
Monica mengangguk dan berkata,
"Baiklah kak semoga tidak terlalu lama, aku benar-benar sudah tidak sabar ingin menghabisi mereka semua.."
"Oh iya kak, kemana tujuan kita selanjutnya..?"
tanya Monica sambil menyetir kapal selam mereka mendekati kapal selam induk yang lampunya mulai terlihat.
Monica juga sudah memberikan mereka kode Morse, agar kapal induk segera membuka pintu gerbang, untuk jalan mereka masuk kedalam kapal induk.
James berpikir sejenak kemudian berkata,
"Kita bersembunyi ke perkebunan kakak di Kanada, untuk sementara waktu.."
Monica mengangguk, dia tidak berkata apa-apa selain berkonsentrasi memasukkan kapal selam mini mereka kembali bergabung dengan kapal selam induk.
Setelah kapal selam mini bergabung dengan kapal selam induk, Monica dan James keluar dari dalam kapal selam tersebut.
Monica sambil melangkah di samping James berkata,
"Kak serangan di kediaman kita di kinderjk kemarin begitu heboh, begitu banyak musuh yang datang menyerang.."
"Persenjataan yang di gunakan pun tidak ringan, kenapa pemerintahan Belanda seakan-akan diam saja.."
James menghela nafas panjang dan berkata,
"Aku sudah hubungi jendral Van Der Vart meminta bantuan, tapi menurut Van Der Vart wewenang nya di kunci oleh wakil perdana menteri.."
"Kelihatannya mereka telah berhasil melobi wakil perdana menteri untuk berpihak pada mereka."
"Sehingga pemerintah memilih berpangku tangan."
"Lagi peperangan diantara pasukan bayaran, yang saling bersaing."
"Biasanya pemerintah setempat memang akan cenderung berpangku tangan, agar tidak menyinggung pihak manapun.."
"Mereka tidak ingin terlibat, selama tidak membahayakan masyarakat sipil di negara tersebut."
__ADS_1
"Mereka paling-paling hanya akan mengerahkan pasukan untuk mengevakuasi masyarakat sipil mereka ke wilayah lain."
"Mengosongkan wilayah sengketa dan membiarkan kita menyelesaikannya sendiri sendiri.." ucap James berpendapat.
Tanpa terasa mereka berdua sambil ngobrol sudah tiba di anjungan kapal, yang langsung di sambut kapten kapal, dengan memberi hormat diikuti oleh semua yang hadir di sana.
James membalas penghormatan mereka dan berkata,
"Terimakasih kapten Bill dan semuanya, kalian telah bekerja keras.."
"Sama sama panglima, bisa melayani mu, adalah kebanggaan buat kami semua.."
ucap kapten Bill cepat.
James tersenyum dan berkata,
"Terimakasih kapten Bill, oh ya tujuan kita adalah Kanada.."
"Tidak perlu merapat, cukup mendekati perairan Canada saja, nanti akan ada yang menjemput kami.."
ucap James berpesan.
Kapten Bill menanggapinya dengan anggukan dan berkata,
"Siap laksanakan,.. panglima..!"
James menepuk pundak Bill dan berkata,
"Kalian lanjutkan saja kesibukan, aku ada sedikit urusan pribadi..."
ucap James, lalu dia pun berlalu dari sana.
Monica mengantar James hingga kedepan kamar Santi, mengetuknya beberapa kali.
Begitu pintu terbuka Monica sambil tersenyum berkata,
"Kak Santi ini saya kembalikan dia pada mu, aku mau kembali ke kamar ku beristirahat.."
Setelah itu tanpa menghiraukan kejadian di belakangnya, Santi buru-buru berjalan meninggalkan tempat itu.
Baik James dan Santi tidak ada yang tahu, Monica melangkah pergi dengan airmata bercucuran sambil memegang erat HP Rocky didadanya.
Setelah masuk kedalam kamar nya, Santi dengan hati hati memutar hp Rocky yang memiliki rekaman jejak peristiwa yang di alami Rocky dan pesawat nya.
Hingga dia terakhir menyimpan HP nya di titipkan di kantong James.
Monica duduk termenung sambil menangis dan bolak balik memutar pesan terakhir Rocky untuk nya.
"Monica setelah aku tiada, jagalah dirimu baik-baik cari pria yang baik dan bertanggung jawab berkeluarga lah.."
"Lupakan saja semua masa lalu yang tidak menyenangkan, jangan bekerja di militer lagi.."
"Di dalam kalung peluru yang pernah ku berikan pada mu, ada kode bank ku.."
"Kamu bisa gunakan untuk melanjutkan hidup mu dengan tenang.."
__ADS_1
"Ingat jangan pernah bersedih, hidup lah dengan bahagia.."
"Bila kamu merasa gelap aku pasti akan muncul menjadi bintang untuk menerangi mu.."
"Bila malam kamu kesepian, aku akan muncul menemani mu dalam mimpi hingga pagi.."
"Tapi itu semua hanya kalau kamu membutuhkan ku saja.."
"Selamat tinggal Monica, di kehidupan berikutnya aku masih tetap berharap bisa menjadi pendamping mu.."
Dari tanggal dan tahun yang tertera di rekaman tersebut, rekaman ini memang sudah di siapkan oleh Rocky jauh jauh hari.
Rocky sengaja meninggalkan pesan ini, karena dia tahu hidup sebagai orang militer, cepat lambat dia akan mengalami hari ini..
Monica menangis tersedu-sedu menyesali sikap keras kepala nya, yang selama ini tidak tahu menghargai kasih sayang tulus Rocky padanya.
Saat kini dia sadar, semua sudah terlambat yang ada hanya tinggal penyesalan saja.
Di tempat lain, Santi membiarkan pintu tetap terbuka, tanpa berkata apa-apa, dia langsung membalikkan badannya melangkah masuk kedalam kamar nya.
James berjalan pelan menyusulnya dari belakang, setelah masuk kedalam James pun menutup dan mengunci pintu dari dalam.
James menghampiri Santi yang berdiri memunggungi nya.
"San..aku...aku..maaf..."
ucap James terbata bata, dia merasa sangat bersalah pada Santi.
Kini semua rahasianya sudah terbongkar, dia tidak bisa menutupi nya lagi.
Apapun keputusan Santi hari ini dia terpaksa harus menerimanya.
Ini adalah kejadian yang paling dia takuti seumur hidupnya.
Bila Santi memutuskan pergi meninggalkan nya, maka tamatlah sudah kebahagiaan hidupnya.
Santi tiba-tiba membalikkan badannya dengan mata basah airmata, dia melayang kan tangannya dengan keras kearah wajah James.
"Plakkkk...!!"
Wajah James doyong kesamping, sudut bibirnya berdarah.
Tapi dia tidak berusaha menghapusnya, dia hanya tertunduk dalam diam.
Santi kembali maju menamparnya berulang kali sambil menangis.
Lalu dia menggunakan kedua tinju kecilnya memukuli dada James berulangkali hingga dia kehabisan tenaga.
Bersandar menangis di dada James melepaskan semua perasaan sedih dan kecewanya.
James tidak melakukan perlawanan sama sekali, dia hanya berdiri diam.
Membiarkan istrinya melampiaskan semua kekesalan dan kemarahannya.
James mencoba memeluk Santi yang sedang menangis sedih di dadanya.
__ADS_1
Tapi Santi langsung menepisnya, James pun menarik mundur kedua tangannya.