AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
KERIBUTAN DI RESTORAN


__ADS_3

Sarah baru kali ini bertemu dengan orang senorak dan selucu ini, udah gitu gak tahu malu sangat PD idup pula, lengkap sudah kekonyolannya.


Di dalam hati Sarah berpikir, pantas saja Santi selalu begitu marah bila di kaitkan dengan pria ini.


Sarah hampir tidak kuat menahan tawa, melihat sikap dan penampilan Marcel, supaya yang di lihat tidak tersinggung.


Sarah membuang mukanya kesamping, dia berusaha menahan tawa sambil menutup mulutnya, hingga wajahnya menjadi merah.


Viona kini tersenyum nakal dan sangat puas melihat sikap Santi sahabatnya.


Andi yang merasa kasihan dengan Santi, segera mengambil sikap, dia berdiri dari duduknya dan berjalan menghampiri Marcel berdiri di hadapannya dan berkata,


"Marcel jaga sikap mu, segera enyahlah dari sini jangan suka bikin onar.."


"Jangan halangi pandangan ku, minggir lah..!"


ucap Marcel tidak mau kalah gertak, sambil melotot kearah Andi dan berusaha mendorong Andi ke pinggir..


Tapi bagaimana pun dia menggunakan kedua tangannya mendorong Andi dengan sekuat tenaga.


Tubuh Andi tetap diam di sana tak bergeming, tiba-tiba Andi memiringkan sedikit tubuhnya sambil menarik kerah baju Marcel dan melemparnya kearah kolam ikan.


"Byuurr...!!"


Air langsung muncrat tinggi, saat tubuh Marcel mendarat di atas kolam ikan.


Marcel terlihat kelabakan dan panik, mulutnya celengap-celengap berusaha mengambil napas.


Sialnya seekor ikan nyasar masuk kesana, salah lubang.


Marcel akhirnya bisa berdiri tegak dan memuntahkan ikan, yang nyasar di mulutnya itu.


Dengan marah Marcel memukul air dengan kesal, lalu dia berjalan keluar dari dalam kolam dan memberi kode ke beberapa teman pengamen nya untuk membantunya mengeroyok Andi.


Teman-temannya yang terdiri dari 5 orang yang berbentuk hampir mirip dengan Marcel, segera bergerak mengepung Andi, dan menatap kearah Andi dengan penuh permusuhan.


Sebelum mereka sempat bergerak, dan Andi turun tangan menghajar mereka semua.


Beberapa petugas keamanan berlarian datang, melihat petugas keamanan telah datang, Marcel segera memberi kode kearah temannya agar meninggalkan tempat tersebut.


Sebelum pergi Marcel menatap Andi dengan galak dan berkata,


"Awas kamu...! ku tunggu kamu di luar nanti..!"


Setelah itu dia baru melarikan diri menyusul teman-temannya.


Beberapa petugas keamanan yang baru sampai segera berkata,


"Maaf pak atas ketidak nyamanan nya, apakah bapak tidak apa-apa ?"


Andi tersenyum tenang dan menggelengkan kepalanya.


Beberapa petugas keamanan itu menghela nafas lega, karena bila terjadi sesuatu dengan pengunjung selain terkena amukan manager mereka.

__ADS_1


Ada kemungkinan mereka bisa terancam di pecat.


Salah satu dari petugas keamanan itu berkata,


"Pak sebaiknya anda berhati-hati, mereka itu punya perkumpulan nya, sangat sulit di atur."


Andi kembali tersenyum dan berkata,


"Tidak apa-apa pak, terima kasih banyak infonya.."


Beberapa petugas keamanan itu mengangguk, kemudian mereka mengundurkan diri kembali ke pos mereka.


Andi pun kembali ke saung, di mana Sarah Santi dan Viona berada.


Mereka yang tadinya tertawa-tawa, kini.ketiga gadis itu menatap kearah Andi dengan khawatir dan berkata,


"Kamu tidak apa-apa di..?"


Andi tersenyum dan menggelengkan kepalanya sambil berkata,


"Aku tidak apa-apa jangan khawatir.."


"Ayo kita lanjutkan makan minumnya.."


"Maaf di,... gara-gara aku kamu jadi ribut dengan kelompok Marcel.'


ucap Santi merasa tidak enak hati.


"Jangan bicara seperti itu, ini jelas bukan salah mu."


"Kalau mau di salahkan ini semua murni salah si Marcel tukang onar itu.."


"Kamu tak perlu khawatir semua baik-baik saja.."


"Di,... apa perlu saya panggil beberapa petugas kepolisian kemari untuk mengawal kita, kelihatannya si Marcel tadi tidak terima atas tindakan mu tadi."


ucap Sarah agak khawatir.


"tidak perlu Sar, jangan merepotkan mereka, aku masih sanggup mengurus mereka.."


"Ayo kita makan lagi tidak usah pikirkan mereka."


ucap Andi berusaha menenangkan ketiga gadis itu.


Padahal Andi di dalam hati tahu dengan pasti, masalah dengan Marcel tadi pasti tidak akan sudah begitu saja.


Pasti akan berbuntut panjang di belakangnya, tapi Andi bersikap tenang karena dia yakin dengan kemampuan nya untuk menghadapi mereka.


Meski mereka kembali makan dan minum, tapi suasana sudah berubah menjadi kurang enak, dan kurang nyaman lagi.


Mereka sudah kehilangan ***** makan, hanya menyentuh beberapa suap, sudah merasa kenyang.


Andi sendiri juga bukan sangat tenang, yang dia khawatirkan bukan dirinya, tapi justru keamanan ketiga gadis yang bersamanya.

__ADS_1


Kalau dia sendirian, bila merasa tidak sanggup dia bisa melarikan diri dengan mudah.


Tapi dengan 3 gadis ini di sampingnya, dia tidak punya pilihan lain selain bertahan hingga titik darah penghabisan.


Karena melihat kondisi semua orang yang sepertinya sudah kehilangan selera makan, Andi pun berkata,


"Sudahlah kalau pada gak ***** makan lagi, ayo kita pulang saja tinggalkan tempat ini."


Ucapan Andi langsung di sambut anggukan kepala Ketiga gadis itu dengan cepat.


Sarah memencet tombol bell untuk memanggil pelayan datang agar bisa melakukan pembayaran.


Setelah tombol di pencet tidak sampai 5 menit pelayan pun tiba.


Begitu pelayan tiba, Sarah langsung memberikan selembar kartu ke pelayan itu.


Pelayan itu menerimanya dengan cepat dan berkata,


"Harap ditunggu sebentar ya, saya akan bawa untuk proses ke kasir, nanti saya akan kembali lagi.."


Sarah tersenyum dan mengangguk kecil.


Mereka berempat menunggu dalam keheningan.


Masing-masing terlihat menyibukkan diri dengan HP ditangan mereka.


Andi sendiri juga tidak tahu, bagaimana cara untuk memecah suasana yang hening tersebut.


Andi takut salah bicara, malah membuat mereka semakin cemas dan takut.


Di dalam hati Andi mengutuk si Marcel kribo itu, bila sampai terjadi sesuatu, Andi bersumpah di dalam hati, dia tidak akan mengampuni provokator dan biang onar tersebut.


Untungnya tidak lama kemudian pelayan sudah kembali, membawa bill tagihan dan print tagihan kartu kredit yang harus Sarah tanda tangani.


Setelah sarah menandatangani nya dan mengambil kembali kartunya, mereka berempat pun bergerak meninggalkan tempat tersebut.


Keluar dari dalam restoran, mereka tidak melihat rombongan Marcel menunggu mereka, sesaat hati mereka berempat menjadi lebih tenang.


Mereka mulai bisa tersenyum dan saling bercanda, sambil berjalan kearah lapangan parkir, di mana sopir Sarah sudah menunggu di sana.


Melihat di sana ada sopir nya Sarah, hati Andi menjadi jauh lebih tenang.


Bila terjadi sesuatu, asal sopir bisa membawa mobil meninggalkan lokasi.


Sisanya akan menjadi lebih mudah buat Andi.


Saat mereka tiba di hadapan Sopir Sarah, dari pinggiran lapangan parkir, muncul rombongan Marcel dan kawan-kawan nya.


"Hei tunggu kamu...! urusan kita tadi belum selesai..!"


terdengar teriakan Marcel yang sedang berlari menghampiri mereka sambil membawa golok ditangannya.


Begitu pula dengan kawan-kawan nya Marcel, mereka masing-masing juga membawa golok ditangan.

__ADS_1


__ADS_2