AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
PENOLAKAN DEMI KEBAIKAN VIONA


__ADS_3

Di kamar kost Andi yang sepi dan hening,


Andi duduk di ranjang bersandarkan tembok, sambil memeluk Viona yang berbaring manja di dalam pelukan Andi.


"Di.. apa yang sedang kamu pikirkan ?"


tanya Viona sambil menyentuh dagu Andi, yang kasar karena bulu halus yang mulai tumbuh setelah dicukur.


"Vi aku sedang berpikir.."


"Vi seandainya uang itu ada, ini seandainya apa pantas kita bayar ke paman Rio, yang jelas ingin menjebak ayah mu.?"


"Bukankah uang itu lebih pantas di pakai untuk kebutuhan kalian semua.."


"Atau sebagai modal awal bagi ayah mu, untuk memulai bisnisnya lagi."


""Perkara di tuntut dengan hukuman penjara, aku dengar banyak perusahaan yang mempailitkan diri tidak mau bayar hutang."


"Pemiliknya baik baik saja, bahkan salah satu pejabat dan petinggi partai negara kita, juga mengambil langkah itu."


"Bukan nya mereka tetap baik-baik saja,.dan bebas dari hukum, karena sifat hukum dagang bukannya bersifat perdata, tidak bisa di jadikan pidana ?"


Viona menghela nafas panjang dan berkata,


"Kamu benar di... cuma kasihan ayah bila sampai harus di bui.."


"Mungkin 2 atau 3 tahun buat pikiran kita itu tidak lama, tapi buat yang menjalaninya tentu sangat berbeda."


"Kamu juga tahu bila orang kecil maju ke pengadilan, benar juga bisa jadi salah, terkadang ada juga yang menang, tapi itu sangat jarang."


"Kalaupun ada yang benar juga sudah terlanjur jalani hukuman hingga hampir selesai, baru dinyatakan tak bersalah."


"Apa itu masih berguna..?"


ucap Viona terlihat pesimis.


Andi menghela nafas panjang dan berkata,


"Ya..kamu benar Vi.."


"Lagipula itu semua juga berandai-andai saja, kita tidak bisa mungkin mengumpulkan uang segitu banyak, untuk membayar hutang itu."


"Bahkan meski kita berdua tamat kuliah dan bekerja, belum tentu bisa mengumpulkan uang sebanyak itu.."


ucap Andi realistis.


Viona tidak menjawab, dia hanya menghela nafas sedih, kemudian menyusupkan kepalanya dan mempererat pelukannya.


Seakan-akan takut dipisahkan dari Andi.

__ADS_1


"Vi menurut mu apa yang akan Rio tuntut dari mu, agar bersedia menolong ayah mu dari masalah ini ?"


"Aku tidak tahu di,... kami belum pernah bicarakan hal ini, karena waktu bersama kami sangat terbatas.."


"Vi seandainya dia menuntut mu tidur dengan nya, dan menyerahkan milik mu yang paling berharga padanya, apa yang akan kamu lakukan.?"


Viona menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Aku tidak tahu di.., aku bingung.."


"Tentu saja aku tidak mau dan tidak rela, tapi ayahku ibuku adik ku ..ahh aku sungguh bingung di.."


"Vi ini pendapat ku, tapi semua keputusan ada di kamu."


"Apapun keputusan mu, aku tetap akan mendukung mu, perasaan ku padamu selamanya juga tak akan pernah berubah.."


"Menurut ku kamu bila memilih berdekatan dengan Rio, kamu harus tarik ulur, hingga kuliah mu selesai."


"Jangan pernah memenuhi hal itu padanya, sebelum kalian resmi menikah dan kamu menamatkan kuliah mu.."


"Aku tidak begitu paham celah hukum, tapi setahu ku, bila masalah larut terlalu lama.


Maka perkara itu tidak bisa di angkat lagi ke pengadilan.."


"Kedua dengan menikah secara resmi, bila dia berani mencoba meninggalkanmu tanpa bertanggungjawab, kamu akan mendapatkan perlindungan secara hukum."


"Tapi harus resmi dan terdaftar di catatan sipil, gak boleh keagamaan atau siri atau semacamnya, kamu akan rugi besar bila nikah seperti itu.."


"Bukan berarti kamu ngejar materinya, tapi itu untuk melindungi mu, agar tidak diperlakukan semena-mena oleh keluarga kaya raya itu."


"Ketiga dengan menamatkan kuliah mu, bila pun hal itu terjadi, kamu bisa bekerja secara mandiri mencari penghasilan tanpa harus bergantung dengan nya."


"Kalaupun kamu punya anak dan dia tidak mau bertanggung jawab, kamu bisa membesarkan anak mu dengan penghasilan mu sendiri."


"Ingatlah bila dalam situasi terburuk hubungi aku, aku siap menerima dan menjaga mu dalam kondisi apapun.."


"Viona menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak... tidak..aku tidak menginginkan hal itu..'


"Aku hanya ingin hidup berbahagia bersama mu, kenapa harus begitu sulit ?"


Andi menghela nafas panjang dan berkata,


"Itulah hidup Vi, jalan yang benar sulit ditempuh orang yang tepat sulit dipertahankan.."


"Di,.. aku sungguh takut...aku takut...harus menghadapi kenyataan...jauh dari mu. dan berjuang sendirian.."


ucap Viona mulai terisak.

__ADS_1


Andi membelai rambut Viona dengan lembut dan berkata,


"Sebelum menjalani nya, kita tidak akan pernah tahu apa yang didepan sana jauh lebih buruk atau sebaliknya.."


"Jadi kamu harus hadapi dengan tegar, ingat aku tidak akan pernah menjauh dari mu."


"Kapan pun kamu membutuhkan ku, aku akan selalu siap membantu mu..kamu tidak akan pernah sendirian Vi.."


"Vi aku berjanji akan berusaha sekuat tenaga membantu mu mengatasi masalah hutang ayah mu.."


"Syukur bila bisa selesai sebelum jatuh tempo, bila tidak pun aku akan terus mengumpulkan uang sebanyak-banyak nya.."


"Anggap saja sebagai kado pernikahan mu, atau dana jaga-jaga masa depan mu.."


Viona menatap wajah Andi dengan cemas dan berkata,


"Di.. apa yang akan kamu lakukan ? berjanjilah kamu tidak boleh nekad dan mengambil jalan melanggar hukum .."


Andi menatap Viona dengan lembut dan berkata,


"Kamu jangan khawatir Vi, aku berjanji pada mu tidak akan pernah melakukan tindakan pelanggaran hukum.."


Mendengar Janji Andi Viona pun kembali bisa bernafas lega.


Dengan kepala tertunduk dalam dalam dan wajah yang merah seperti kepiting rebus Viona berbisik pelan.


"Di,.. bila aku menyerahkan nya pada mu sebelum bersamanya...menurut mu gimana ?"


Mendengar ucapan Viona Andi sangat terkejut, jantungnya berdegup dengan kencang.


Ingin rasanya dia mengiyakan nya, menikmatinya lebih dulu, urusan belakangan.


Tapi yang terucap dan di lakukan Andi adalah kebalikannya, akal sehatnya mengalahkan perasaan ego nya yang menyesatkan.


Andi menjauhkan Viona dari dekapan nya, Andi membangunkan Viona untuk duduk berhadapan dengan nya..


Viona duduk di depan Andi, dengan kepala tertunduk dalam-dalam tidak berani menatap Andi.


Dia hanya bisa tertunduk malu, merasakan jantungnya yang berdegup dengan kencang dan cepat.


Andi mengangkat wajah Viona menatapnya dan berkata,


"Vi hanya tuhan yang tahu betapa aku sangat menginginkannya, tapi aku tidak boleh melakukan nya.."


"Bila itu kita lakukan, aku bukan membantu mu, tapi aku malah mendorong mu ke lubang penderitaan tiada dasar."


"Aku akan merusak kebahagiaan dan masa depan mu .."


"Tidak Vi kita tidak boleh.."

__ADS_1


"Coba kamu pikir baik-baik bila kita melakukan nya, setelah kamu bersama Rio dan dia tahu. "


"Kira-kira apa yang akan dia lakukan pada mu, pada keluarga mu, pada ayah mu.?"


__ADS_2