AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
LELUCON BESAR


__ADS_3

Sapuan Andi langsung berbalas, Violin pun meniru gerakan Andi dan melakukan serangan balasan.


Semakin lama nafas mereka berdua semakin memburu, tubuh Violin mulai ber ge lin Jang dan bergetar hebat.


Bagian itu nya mulai basah, sepasang bukitnya yang besar bulat dan indah, dengan ujungnya yang merah jambu, mulai membusung menegak keatas, semakin menantang.


Violin sendiri sudah tidak menyadari perubahan yang terjadi pada tubuhnya.


Yang dia rasakan saat ini adalah nikmat yang luar biasa, yang membuat dirinya seolah olah sedang terbang di Awang Awang.


Sepasang matanya yang indah dengan bulu mata yang lentik masih terpejam rapat, hanya bulu matanya yang lentik sesekali bergetar getar.


Andi perlahan lahan bergeser turun kearah leher Violin yang putih halus dan jenjang.


Beberapa saat juga berpindah kearah daun telinga Violin yang lembut.


Di sini Violin sudah tidak bisa menahan diri untuk mengeluarkan suara de sah an dan rin tih an lembutnya.


Yang membuat Andi semakin bersemangat menjalankan aksi dan tugasnya, untuk memberikan kebahagiaan kepada istrinya.


Saat rin tih an Violin semakin hebat dan tubuhnya pun ber ge lin Jang semakin hebat.


Hingga terdengar suara Violin yang mirip orang meracau.


"Ohh kak,.. Lin hampir,.. gak kuat lagi,.."


Andi tidak menjawabnya, karena dia sendiri juga sedang fokus dengan aksi permainan Li dah nya.


Yang mulai berpindah dari bagian leher turun kebawah, begitu bagian ujung bukitnya yang merah jambu, tersentuh oleh li dah Andi.


Di tambah dengan re ma san lembut di bukit yang lainnya.


"Ufffhh,..!"


tubuh Violin tersentak melengkung keatas bagai terkena setrum.


Tapi Andi justru semakin bersemangat menjalankan aksi nya.


Hingga tubuh Violin yang indah terus naik turun tidak beraturan, butiran keringat halus bagaikan mutiara bening mulai memenuhi kulit tubuhnya yang mulus dan dahinya yang halus.


Violin terus ber de sah dan meracau semakin hebat, sepasang matanya kini setengah terbuka dengan bagian hitam mendelik delik keatas.


Tapi Andi tak jua menghentikan aksinya.


Violin sudah sempat dua kali menge jang hebat seluruh tubuhnya, lalu terkulai lemas.


Tapi setelah nya dia kembali meng ge Lin Jang dan me rin tih lagi, seperti sebelumnya.


Andi kini sudah berpindah ke bagian perut dan pusar dengan tarian li dah nya yang semakin lincah.


Violin kembali Meracau..

__ADS_1


"Aduh,.. kak,.. geli,.. ohh,.. Hmmm.."


Melihat Violin kegelian,.Andi pun berpindah ke bagian ujung kaki tidak meneruskan yang di sana.


Dia ingin Violin menikmati, bukan tersiksa, jadi dia berpindah ke ujung kaki Violin yang halus dan indah menciumnya dengan lembut.


Perlahan lahan naik hingga ke betis terus merayap ke paha bagian dalam.


Violin kembali Meng ge lin Jang hebat dan mengeluarkan suara rin tih an semakin tidak jelas.


Seluruh tubuhnya bergetar hebat, hingga akhirnya kembali terkulai lemas.


"Kak langsung aja,..Lin gak kuat lagi.."


ucap Violin lemas.


Andi pun mengurangi ritmenya dengan memberikan pijitin pijitan lembut di kedua kaki Violin secara bergantian.


Hingga nafas Violin terlihat mulai normal, Andi pun kembali beraksi.


Melakukan tahap yang lebih hebat.


Dari bagian betis perlahan lahan naik kembali ke paha bagian dalam.


Violin kembali lagi mulai me rin tih dan Meng ge Lin Jang pelan. hingga Andi menyapu lembut bagian itu nya.


Tubuh Violin mendadak tersentak keatas melengkung.


Sprei kasur terlihat sudah berantakan dan basah oleh keringat Violin.


Sepasang mata Violin yang setengah terbuka kembali mendelik keatas.


Suara de sah an nya semakin kuat dan semakin kuat, seluruh tubuhnya terus meng ge Lin Jang semakin hebat.


Andi terus melakukan aksinya sesuai yang di dengarnya dari cerita Berry.


Berry mendapatkan ilmu ini dari berbagai artis bule yang mengajaknya bertualang.


Ilmu ini dia turunkan ke Andi, sayangnya Andi menelan nya mentah mentah dan benar mempraktekkan semuanya ke Violin.


Alhasil jadi seperti ini lah Violin di buatnya.


Saat tubuh Violin kembali mengejang hebat hingga gemetaran, sprei yang di genggamnya juga di tariknya dengan sangat kuat hingga tangannya gemetaran.


Mulutnya terbuka lebar membentuk huruf O.


"Ahhh kak, Lin... gak kuat lagi...!"


"Serrrrrrr,...!"


Air bening menyembur deras membasahi seluruh wajah dan sebagian tertelan oleh Andi.

__ADS_1


Andi yang kelabakan, tak sempat menghindar karena jaraknya begitu dekat.


Sambil menahan rasa ingin muntah Andi langsung berlari kearah kamar mandi.


Di dalam kamar mandi Andi muntah muntah sambil terus menyala kan air keran membersihkan wajah dan rambutnya di wastafel.


Violin sendiri terkulai lemah di atas kasur sulit bergerak,.seluruh tubuhnya terasa sakit sakit, bergerak sedikit saja paha betis dan pinggiran telapak kakinya langsung keram hebat.


Violin sampai berurai air mata menahan keram di beberapa bagian tubuhnya itu.


Dia tahu suaminya terkena semburan keran nya, sedang muntah muntah, dia sebenarnya sangat ingin pergi melihat keadaan suaminya.


Tapi dua benar-benar tidak mampu untuk sekedar bangun dari kasur, apalagi berjalan ke kamar mandi.


Akhirnya Violin hanya bisa menarik kain selimut putih menutupi tubuhnya yang seksi dan indah itu.


Dia terbaring lemas di sana dengan wajah masih merah dan panas.


Saat teringat semua kelakuan nya di subuh hari itu.


Meski bukan sepenuhnya salah dia, Andi yang memulainya, Berry yang telah mengajarkan ilmu sesat mencelakai mereka.


Tapi tetap saja Violin merasa sangat malu dan tidak punya muka untuk bertemu muka dengan suaminya.


Saking malunya Violin menutupi wajahnya sendiri dengan kedua tangannya, dalam posisi meringkuk miring memunggungi kearah kamar mandi dia menangis sedih.


Malam pertama mereka berakhir berantakan begini, dia benar benar malu.


Bila sampai terdengar oleh orang lain, bisa jadi lelucon besar dia dan Andi.


Andi yang setelah mencuci muka muntah muntah berkumur dan sudah tenang.


Menatap wajahnya sendiri di depan cermin memaki maki kebodohannya sendiri.


Dia sungguh tidak punya otak mengikuti ajaran sesat Berry, tentu saja Violin yang masih suci 100% belum pernah terjamah siapa pun.


Mana bisa di bandingkan dengan artis artis bule Hollywood yang memiliki jam tayang tinggi terhadap hal begituan.


Bila bagi mereka itu nikmat, bagi Violin itu adalah sesuatu yang sangat mengerikan.


Kenikmatan yang di luar kemampuan tubuhnya untuk mengontrol diri.


Andi setelah memaki maki dirinya di depan cermin.


Dengan hati hati dan penuh perasaan bersalah, dia menghampiri istrinya.


Tapi saat Andi mendapati Violin sedang menangis sedih, perasaan Andi langsung kacau balau.


Perasaan menyesal dan bersalah Langsung memenuhi seluruh perasaan nya.


Andi perlahan-lahan mendekati Violin, dia duduk di belakang Violin yang sedang memunggunginya.

__ADS_1


"Lin maafkan kakak ya, kakak yang bodoh,.. maafkan kakak telah mengacaukan semuanya.."


__ADS_2