AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
BERKUNJUNG KE RUMAH SAKIT


__ADS_3

"Aku hanya ingin belajar darinya ilmu yang berhubungan dengan kedokteran."


"Aku tidak akan pernah kecewakan harapan kak Andi pada ku.."


"Kak Andi tidak perlu khawatir.."


Membaca isi pesan Violin Andi tersenyum terharu dan berkata,


"Maafkan sikap kakak Lin, tapi ini semua demi kebaikan mu.."


Di tempat lain Berry setelah menyelesaikan bayaran uang DP di kantin Mimi di sekolah Rina dan Doddy.


Dari sana dia langsung menuju kesekolah Violin.


Beery sudah pernah di beritahu oleh Andi, sehingga tanpa kesulitan dia sudah menemukan Sekolah Violin dan kantin Bu Atin tempat langganan Violin.


Tanpa memperdulikan murid murid yang sedang ada di kantin tersebut.


Berry langsung menghampiri Bu Atin dan berkata,


Bu Atin, aku datang wakili kak Andi mau bayar DP bulanan buat Violin..


Berry tidak menyadari tidak jauh dari sana, Violin duduk disana mengenakan topi upacara sekolah, yang ditarik agak kebawah menutupi wajahnya.


Dia menundukkan kepalanya sambil pura-pura makan, dia mendengar semua yang di bicarakan oleh Berry dengan Bu Atin.


Tapi Bu Atin yang hapal dengan pesan Andi , dia memberi kode dengan matanya kearah Berry bahwa Violin sedang ada di sana.


Berry sedikit terkejut, dia buru-buru menaruh DP satu juta, lalu tanpa banyak bicara dan memeriksa sisa DP dan catatan perhitungan tagihan Violin sebelumnya.


Dia dengan terburu-buru langsung ingin meninggalkan kantin tersebut.


Tapi baru saja dia berbalik, langkah kaki nya sudah di hentikan oleh seorang gadis muda yang mengenakan topi upacara sekolah.


"Mau kemana kak kok terlihat buru-buru..?"


ucap Violin sambil tersenyum mengejek.


"Minggir lah, aku tidak mengenal mu juga tidak ada urusan dengan mu.."


"Aku..aku.. masih ada urusan lain yang harus di urus.."


ucap Berry sedikit gugup.


Berry jadi panik, dia telah mengacaukan tugas yang diberikan oleh Andi.


"Tidak mengenal dan tidak ada urusan dengan ku, tapi buat apa kamu datang bayar DP kantin untuk ku..?"


"Kenalkan nama ku Violin, akulah orang yang kamu traktir itu.."


ucap Violin sambil mengulurkan tangannya kearah hadapan Berry.


Berry dengan ragu menyambut uluran tangan Violin dan berkata,


"Berry.."


"Berry,...kak Berry sekarang katakan dengan jujur, dimana kak Andi berada ?'

__ADS_1


ucap Violin sambil tersenyum mengancam.


"Kamu boleh pilih bicara padaku dengan jujur, atau aku akan meminta petugas keamanan sekolah menangkap mu dan membawa mu ke kantor polisi.."


"Aku akan membuat laporan kamu adalah psikopat yang sedang menguntit dan mengincar diriku."


"Mendengar ucapan Violin Berry langsung pucat, dia bisa gawat bila di tahan polisi."


"Soalnya dia sudah pernah punya catatan hitam di sana, bebas bersyarat wajib lapor, karena kasus perjudian ilegal sabung ayam."


"Mampus aku,"


pikir berry dalam hati.


"Gadis kecil cantik dan manis ini, kelihatannya sangat tidak mudah untuk di tangani."


"Anjing, kenapa aku bisa begitu ceroboh, sekarang jadi ribet kan,.. mampus deh loe.."


maki Berry pada dirinya sendiri.


"Nona Violin, aku cuma pesuruh, tidak ada gunanya kamu mempersulit orang kecil seperti aku, lebih baik kamu telpon saja sendiri ke Andi.."


ucap Berry sambil tersenyum Canggung.


"Aku permisi dulu."


ucap Berry langsung mendorong tubuh Violin yang kecil ke pinggir, lalu dia mencoba melarikan diri.


Tapi Violin dengan sigap menjegal kaki Berry dari belakang, sehingga kaki Berry saling belit.dan dia langsung terjatuh mencium lantai.


"Percuma saja kamu mencoba melarikan diri, kamu bisa lolos dari sini, kamu pikir bisa lolos dari pak satpam didepan gerbang sekolah.."


Berry akhirnya berdiri sambil membersihkan baju dan celana nya yang jadi kotor.


"Dasar licik, mengapa Andi bisa kenal dengan gadis bau bawang, yang tidak tahu balas Budi begini.."


Ucap Berry mengomel panjang pendek.


Violin tidak memperdulikan Omelan nya, yang dia butuhkan saat ini cuma satu, yaitu lekas menemukan keberadaan Andi.


Sambil mendengus kesal, melihat Violin yang terlihat cuek itu.


Berry akhirnya menyerah dan berkata,


"Kamu mau bertemu Andi kan, dia ada disini."


"Tapi awas bila kamu bilang tahu dari ku.."


ucap Berry kesal dan menuliskan alamat dan nomor kamar rumah sakit tempat Andi di rawat, disebuah kartu nama miliknya.


Setelah melempar nya kedalam tangan Violin, dengan wajah kesal Berry tanpa banyak bicara lagi, langsung meninggalkan tempat tersebut.


Violin saat melihat alamat yang ditulis oleh Berry, dia sangat terkejut, tapi baru saja dia ingin memanggil Berry.


Berry sudah tidak terlihat lagi, Violin pun buru-buru mengejar kedepan.


Tapi sampai di depan gerbang sekolah, dia tetap saja tidak melihat adanya bayangan Berry di sana.

__ADS_1


Dengan di penuhi tanda tanya dan khawatir dengan kondisi Andi, Violin langsung mengambil motornya meninggalkan sekolah, menuju Rumah Sakit M di mana Andi sedang di rawat.


Setelah melihat Violin pergi, Berry baru keluar dari persembunyiannya dan bergerak meninggalkan sekolah menuju ke kost untuk mengambil perlengkapan Andi


Karena Andi tidak bisa kembali ke kostnya dalam waktu dekat ini, selain itu Berry juga harus mengunjungi ko Ahong.


Mengabari soal Andi yang tidak bisa masuk bekerja dalam waktu dekat ini, karena sedang menjalani perawatan di rumah sakit M.


Akibat cedera yang di deritanya saat bertarung di underground.


Violin sendiri beberapa saat kemudian sudah tiba di rumah sakit tempat Andi di rawat.


Dengan cemas dia langsung berjalan menuju bagian informasi.


"Mbak maaf apakah ada pasien bernama Andi Huo sedang di rawat di sini..?"


tanya Violin kepada seorang petugas informasi rumah sakit.


"Silahkan isi buku daftar tamu ini dulu."


"Sebentar akan saya cek dulu.."


ucap si petugas rumah sakit yang di tanya oleh Violin.


Sesaat kemudian dia berkata,


"Maaf dek, Adek ini siapa nya pasien ya ?"


"Aku keluarganya mbak, "


ucap Violin berbohong..


"Maaf boleh saya lihat kartu indentitas anda ?"


ucap petugas itu hati hati dan tidak langsung percaya.


Violin dengan wajah sedikit cemberut, terpaksa mengeluarkan kartu pelajar nya, dan di serahkan kepada petugas tersebut.


Petugas itu melihat sebentar kemudian bertanya dengan tatapan curiga.


"Maaf dek pasien bermarga Huo, kenapa di sini anda bermarga Lin ?"


Meski di dalam hati Violin sangat kesal dengan petugas informasi yang super cerewet dan sangat reseh ini.


Tapi di luar dia tetap berusaha tersenyum dan berkata,


"Aku adik tirinya.."


Petugas itu mengangguk dan berkata,


"Sebentar,.."


Lalu petugas bagian informasi melakukan panggilan telepon.


"Selamat pagi Dokter Wiliam, maaf mengganggu anda pagi pagi, sesuai pesan anda di data pasien."


"Bila ada keluarga pasien Andi Huo yang datang, harap di bawa menemui anda."

__ADS_1


__ADS_2