AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
BOS WANG TERKENA SERANGAN JANTUNG


__ADS_3

Setelah kembali kedalam gedung kantor yang menjadi tempat tinggal nya.


Andi memapah Nicole masuk kedalam kamar nya, saat Andi membaringkan Nicole keatas kasurnya.


Nicole malah melingkarkan sepasang tangannya dibelakang leher Andi erat-erat dan menarik Andi ikut jatuh kebawah menimpa dirinya.


"Kak Andi,.. jangan tinggalkan Nicole kak,.. temani Nicole..Nicole sangat mencintai kakak.."


ucap Nicole mengoceh sembarangan sambil memeluk Andi dengan erat.


Andi menenangkan jantungnya yang berdebar keras karena perlakuan Nicole pada dirinya.


Setelah agak tenang, dengan pelan pelan Andi melepaskan pelukan Nicole dari dirinya.


Lalu Andi menggunakan gulingnya, sebagai pengganti.


Andi sendiri bergegas ke kamar mandi mengambil handuk kecil membasahinya.


Untuk di kompresan di kening Nicole.


Melihat Nicole sudah tertidur pulas dan tenang.


Andi pun menarik selimut menyelimuti Nicole.


Lalu dia meninggalkan kamarnya, pergi keruangan kantor melanjutkan pekerjaannya yang masih sangat banyak.


Andi bekerja hingga matahari terbit, saat cahaya matahari menembus kaca jendelanya.


Tapi baru menghentikan pekerjaannya pergi kedapur untuk membuatkan sarapan dan merebus air ginseng buat Nicole.


Nicole sendiri akhirnya terbangun dari tidurnya, saat bangun dia merasa kepalanya sangat pusing dan sakit.


Nicole terpaksa memejamkan kembali matanya, hingga rasa pusing dan sakit di kepala nya hilang dan ingatan nya mulai pulih.


Nicole baru buru buru membuka matanya, melihat kesekitarnya, saat menyadari tempat tidur dan kamar itu bukan kamar pribadinya.


Nicole dengan kaget bangun duduk, lalu mengangkat selimut melihat kedalam.


Tapi sesaat kemudian dia pun tersenyum lega, saat mendapati dirinya dalam keadaan baik-baik saja.


Pintu terbuka dari luar Andi melangkah masuk kedalam kamar nya sambil membawa sebuah nampan berisi sarapan bubur ikan dan segelas air rebusan ginseng.


"Kamu sudah bangun,.. baguslah ini sarapan mu dan air ginseng ini tolong habiskan, dia bisa bantu pulihkan kesegaran mu..'


ucap Andi sambil meletakkan nampan berisi sarapan dan segelas air ginseng di hadapan Nicole.


Tanpa memperdulikan tatapan mata Nicole Andi melanjutkan berkata,


"Di kamar mandi ada handuk sabun sikat gigi baru gunakan saja.."


Setelah berpesan Andi pun langsung melangkah keluar dari day kamar.


"Kak Andi,..!! makasih ya,..!!"


ucap Nicole memanggil Andi sebelum Andi meninggalkan kamar.


Andi menganggukkan kepalanya, lalu sambil tersenyum lembut,


dia menutup kembali pintu kamar tersebut.

__ADS_1


Kemudian Andi kembali keruang kerjanya, melanjutkan pekerjaannya memeriksa berkas laporan sambil minum segelas teh manis hangat yang dia seduh sendiri.


Beberapa saat kemudian Nicole pun keluar dari dalam kamar Andi, dengan senyum malu-malu, dia menghampiri Andi dan berkata,


"Kak Andi maaf ya, semalam membuat mu jadi repot.."


Andi menghentikan pekerjaannya, lalu menoleh kearah Nicole dan berkata,


"Santai aja, tidak repot sama sekali."


"Sebaiknya sekarang kamu hubungi kedua orang tua mu, agar mereka tidak khawatir."


Nicole mengangguk, dia lalu buru-buru mengeluarkan HP dari tas kecilnya.


Saat Nicole coba menyalakan HP nya, ternyata HP nya tidak bisa di hidupkan karena batere nya habis.


"Kak ada charger gak HP ku low bat ternyata.."


ucap Nicole pelan.


"Ini,..."


ucap Andi memberikan charger ke Nicole tanpa menoleh.


Nicole dengan senang menerimanya, lalu dia membawanya untuk pergi charge Hpnya di dekat kursi sofa.


Saat Nicole menyalakan HP nya, dia baru menyadari ternyata ada panggilan telpon dari mamanya hingga puluhan kali.


Juga ada SMS masuk dari mamanya, Nicole buru buru membuka pesan dari mamanya.


Saat membaca pesan dari mamanya, wajah Nicole langsung pucat, HP yang dipegang nya langsung jatuh kelantai terlepas dari pegangan tangannya.


Andi yang mendengar suara sesuatu yang jatuh, dia pun mengagkat kepalanya menatap kearah Nicole dan bertanya,


"Papa,.. papa semalam kena serangan jantung,.."


Andi buru-buru bangun dari tempat duduknya, lalu menghampiri Nicole dan bertanya dengan cemas.


"Lalu bagaimana keadaannya saat ini.?"


Nicole menutupi mulutnya sambil menahan Isak dia berkata,


"Semalam papa langsung di larikan ke RS Zhong Da hospital, hingga saat ini belum siuman.."


"Ayo sekarang kita berangkat, aku akan menemani mu kesana.."


ucap Andi sedikit cemas.


Bagaimana pun dirinya dan Bos Wang punya ikatan erat, dan Andi selalu merasa banyak berhutang Budi dengan nya.


Baik secara pekerjaan maupun secara pribadi, memang sudah sewajarnya Andi pergi melihat keadaan bosnya itu..


Nicole hanya bisa mengangguk pelan, dia benar benar syok mendengar kabar tersebut.


Dia terlihat bingung tidak tahu harus berbuat apa, selain menangis sambil menahan suara isak tangis dari mulutnya.


Nicole sudah tidak tahu harus berbuat apa..


Andi dengan lembut membimbing Nicole menuju kendaraan Nicole yang terparkir di basemen.

__ADS_1


Sesaat kemudian terlihat Andi mengendarai mobil BMW SUV milik Nicole meninggalkan gedung kantornya.


Untungnya letak rumah sakit dan gedung kantor Andi jaraknya tidak terlalu jauh.


Tidak sampai setengah jam, mereka berdua telah tiba di rumah sakit.


Andi menemani Nicole berjalan menghampiri bagian informasi.


"Maaf, mbak mau keruangan ICU lewat sebelah mana ya mbak ?"


tanya Andi ke petugas jaga yang ada di sana.


"Maaf bapak mau ke pasien siapa ?"


tanya petugas itu hati hati, karena dari data yang dia terima pasien yang ada bukan orang biasa.


Tidak sembarang orang boleh masuk ke ruang tunggu sana .


"Pasien bernama Wang Lei dia adalah Bos ku,.dan ini putrinya, Nicole Wang Ling..."


ucap Andi menjelaskan.


Mendengar penjelasan Andi, petugas rumah sakit langsung berdiri menganggukkan kepalanya kearah Andi dan Nicole.


Lalu berkata,


"Silahkan ikut dengan saya..."


Lalu petugas itu langsung mengantarkan Andi dan Nicole menuju ruang tunggu ICU.


Saat tiba di sana, suasana di ruang tunggu terlihat cukup ramai, Andi tidak mengenal siapa mereka.


Tapi dari pakaian dan penampilan mereka Andi yakin mereka semua adalah Bos besar.


Melihat kedatangan Andi bersama Nicole, semua orang menatap heran kearah Andi.


Tapi mereka semua menganggukkan kepalanya kearah Nicole sambil memanggilnya nona Wang


Nicole hanya mengangguk kecil kearah mereka, membalas sapaan mereka.


Dia berjalan dengan agak terburu-buru menghampiri seorang wanita paruh baya yang sedang duduk sambil menangis sedih.


Wajahnya dan Nicole sangat mirip, Andi langsung mengenalinya sebagai nyonya Wang.


"Ma,.. "


ucap Nicole pelan sambil duduk di sebelah mamanya.


Kedua wanita tua dan muda itu lalu berangkulan sambil menangis.


"Nicole papa mu,.. dia..dia hu..hu..hu.."


Mama Nicole tidak sanggup menyelesaikan kata-katanya, dia sudah menangis sedih.


Andi hanya bisa duduk diam di sebelah Nicole tanpa berani bersuara.


Andi bisa merasakan semua yang hadir di sana terus mengamatinya, seperti sedang menafsir barang antik.


Setelah puas melepaskan kesedihannya lewat tangisan, mama Nicole baru memperhatikan kehadiran Andi.

__ADS_1


"Nak Andi terima kasih ya, sudah menemani Nicole kemari."


ucap Mama Nicole sambil berusaha tersenyum kearah Andi.


__ADS_2