
Rio tidak menahannya dia hanya tersenyum dan berkata,
"Aku mau lihat kamu mau bersama nya sampai kapan. ?"
Saat Viona sampai, dia melihat Santi dan Andi sedang mengobrol santai di depan kelas Andi.
Begitu mereka melihat kedatangannya, Andi dan Santi melambaikan tangannya kearah nya sambil tersenyum.
Viona membalas lambaian tangan mereka, lalu berjalan menghampiri mereka berdua.
"Rio ngasih apa ke kamu tadi..?"
tanya Santi ingin tahu.
Viona menunjuk Map di tangannya, lalu sambil tersenyum tak berdaya dia memberikan kontrak itu ke Santi.
Santi dengan wajah penasaran membuka dan membaca nya, saat membaca isi draft wajahnya berubah-ubah sesaat kemudian dia memberikan draft ke Andi.
Andi tidak melihat maupun membacanya langsung mengembalikan ke Viona.
"Kamu tidak ingin tahu di..,. isi perjanjian kami..?"
tanya Viona sambil menatap Andi.
Andi Tersenyum dan berkata,
"Aku percaya padamu, apapun keputusan mu aku akan mendukung mu sepenuh hati.."
Viona tersenyum lembut dan berkata,
"Kamu selalu begitu, tapi ya sudah lupakan saja.."
"Ada apa ini Vi ? kamu serius ingin jalan dengan bangsat itu ?"
tanya Santi penasaran.
Viona menatap Santi dengan sedih dan berkata,
"Yuk kita duduk di sana, aku akan menjelaskannya semua pada mu.."
Mereka bertiga duduk di bangku panjang, Viona menjelaskan semuanya kepada Santi dengan airmata bercucuran.
Dia terlihat sangat sedih, Andi duduk di sebelahnya berusaha menenangkan perasaan Viona.
Setelah menyelesaikan semua ceritanya, Viona menangis tersedu-sedu dalam pelukan Andi.
Santi pun paham setelah mendengar semua cerita Viona, Santi sangat bersimpati dengan keadaan Andi dan Viona yang harus dipisahkan secara paksa oleh Rio secara licik.
Tapi dia juga tidak berdaya untuk membantu kedua sahabatnya itu.
"Sudahlah Vi jangan bersedih dan menangis lagi, mari lupakan saja hal itu, kita nikmati saja sisa waktu yang ada dengan sebaik-baiknya."
"Aku mengerti kesedihan dan penderitaan di hati mu, aku sendiri pun sama merasakan nya.."
"Tapi kita harus tegar dan terus melangkah maju, menghadapi apapun rintangan di masa depan.."
"percayalah tidak akan ada gelap yang selamanya, tidak ada kesedihan yang selamanya, percaya lah suatu hari kebahagiaan itu pasti akan datang menghampiri mu."
"Dan aku selama nya dengan setia akan menanti hari itu, untuk kembali bersama mu.."
ucap Andi menghibur Viona pelan-pelan.
Melihat Viona sudah mulai menguasai perasaannya, Andi pun mengalihkan topik dengan berkata,
__ADS_1
"Vi tadi aku dapat informasi acara keagamaan yang kita ikuti, Sabtu Minggu ini ada acara hiking bersama ke daerah L."
"Pendaftaran nya di mulai hari ini, kita ikut daftar yuk sekarang."
Viona menghentikan tangisnya, dia menganggukkan kepalanya dan berkata,
"Terserah kamu di...aku ikut saja.."
Andi mengangkat wajah Viona yang cantik menghadap kearahnya, kemudian dia menggunakan dua jempol jarinya, dengan lembut menghapus sisa airmata di pipi Viona yang halus.
"Sudah jangan nangis lagi nanti cantiknya hilang, kita hadapi saja.."
"Percaya lah hari esok pasti akan lebih indah.."
Viona mengangguk kecil dan berkata,
"Di kamu selalu paling pintar menghibur ku, bila aku sedang sedih."
"Bila suatu hari kamu tidak berada di sisi ku, aku benar-benar tidak tahu harus bagaimana tanpa mu di sisi, aku sungguh tidak biasa."
"Aku pasti akan seperti anak kecil yang di buang orang tuanya di pasar, aku pasti akan seperti sebuah perahu yang kehilangan arah dan tujuan.."
"Aku sungguh takut di..."
ucap Viona sambil memeluk Andi erat-erat.
Andi juga membalas pelukan Viona dan berkata,
"Tegar lah Vi, aku yakin kamu bisa, percaya diri, hidup dengan ceria, aku tidak pernah benar-benar pergi meninggalkan mu.."
"Bila waktunya tiba, aku janji akan kembali mendampingi mu, dan mencintai mu selama-lamanya."
Viona mengangguk dan berkata,
Andi mengangguk dan berkata,
"Aku berjanji Vi,.. aku tidak akan melepaskan dan melupakan mu dan adalah suatu hal yang mustahil aku bisa melupakan mu."
Andi kemudian mulai kembali mengalihkan topik dengan membicarakan acara Hiking itu.
Andi menceritakan keunikan dan keasyikan mengikuti acara hiking Tersebut, Seperti diperiode-periode sebelumnya yang pernah dia ikuti.
Sesaat kemudian mereka bertiga berjalan beriringan menuju ketempat pendaftaran acara hiking.
Tanpa kesulitan setelah menunjukkan kartu keanggotaan mereka bertiga, dan membayar biaya pendaftaran.
Mereka bertiga pun mendapatkan masing-masing selembar tiket.
Menurut panitia tiket itu harus di simpan dengan baik, agar bisa di tukarkan dengan konsumsi sepanjang acara selama dua hari itu.
"Simpan tiketnya baik-baik ya atau nanti akan kelaparan.."
ucap Andi berpesan sambil tersenyum..
Viona menggandeng tangan Andi dengan manja dan berkata,
"Asalkan bersama mu meski tiket ku hilang sekalipun, aku yakin tidak bakalan kelaparan.."
Andi Tersenyum dan menyentuh ujung hidung Viona dengan gemas dan berkata,
"kamu memang tidak bakal kelaparan, tapi kamu tega gitu lihat gue makan angin ?"
Sambil tertawa Viona berkata,
__ADS_1
"Kan ada Santi, Santi gak bakal tega lihat loe makan angin.."
Santi langsung bergerak menggelitiki temannya, untuk menutupi rasa canggungnya karena Viona membuka rahasianya di depan Andi.
Andi hanya tersenyum menanggapi candaan dan tawa ceria kedua gadis cantik itu.
Tak lama kemudian mereka masing-masing kembali kelas perkuliahan mereka.
Saat keluar lagi dari kelas perkuliahan, mereka bertiga langsung berboncengan menuju warung Bu Jawi di dekat kost Andi.
Mereka bertiga makan sambil ngobrol dan bercanda di sana.
"Di kamu benar tidak perlu melakukan persiapan apapun sebelum pertandingan ?"
tanya Santi masih penasaran..
"Ada."
jawab Andi sambil tersenyum.
"Apaan ?"
tanya Santi kembali dengan penasaran.
"Tidur siang..."
jawab Andi sambil tersenyum.
Viona berusaha menahan tawa sambil menutupi mulutnya..
Sedangkan Santi menjebikan bibirnya, dengan kesal menanggapi jawaban Andi yang asal.
"San habis ni kamu pulang sendirian aja ke kost, aku ikut sama Andi.."
"Tar sore jam 4 kamu baru datang ke kost Andi.."
ucap Viona.
Santi mengerti, dia paham Viona ingin memanfaatkan waktu sebaik-baiknya bersama Andi.
Dia juga tidak ingin mengganggu mereka, mereka bersedia melibatkan nya dalam berbagai acara itu pun sudah sangat baik.
Sehingga dia tidak perlu kesepian seorang diri di kost.
"Di aku numpang tidur di kost mu gak papa kan di.. ?"
Andi tersenyum dan berkata,
"Semoga saja ada apa apa, sehingga kamu tidak perlu menandatangani kontrak.."
"Kamu serius di..?"
tanya Viona sambil menatap Andi.
Andi menyentuh ujung hidung Viona dan berkata,
"Ya gak lah, aku cuma bercanda.."
"Aku gak mungkin bertindak egois membuat keluarga mu susah."
Viona menatap Andi dengan serius dan berkata,
"Aku justru merasa kalau terjadi sesuatu malah baik di..."
__ADS_1
ucap Viona sambil menundukkan kepalanya.