AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
MENUNGGU KEDATANGAN PESERTA RAPAT


__ADS_3

Nicole menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak tahu ma, papa memang tadinya baik baik saja."


"Bahkan saat makan minum dan ngobrol bersama Andi dan bawahannya, papa baik baik saja.."


"Baru saat mobil di tengah jalan, papa mengeluh sulit bernafas, dada kirinya terasa nyeri."


"Nicole sudah coba berikan obat jantung dari dokter, tapi setelah meminumnya, beberapa saat kemudian papa malah pingsan."


ucap Nicole dengan wajah sedih.


Setelah menarik nafas, Nicole baru kembali melanjutkan ceritanya,


"Saat itu Nicole benar benar takut terjadi sesuatu dengan papa, tiada pilihan lain Nicole pun meminta supir membawa papa kemari.."


Mama Nicole menghela nafas panjang dan berkata,


"Semoga saja tidak kenapa kenapa..."


"Nak Andi maaf jadi merepotkan mu menemani Nicole di sini."


"Terimakasih banyak ya nak Andi, sudah jauh jauh khusus datang kemari.."


ucap Mama Nicole sambil menyalami Andi.


"Ini sudah seharusnya kulakukan Tante, ini bukan masalah besar.."


"Tante jangan terlalu khawatir, om pasti baik baik saja, om mungkin hanya terlalu gembira saja."


"Sehingga penyakit lamanya kambuh.."


ucap Andi berusaha menenangkan suasana.


Mama Nicole mengangguk dan berkata,


"Semoga saja.."


Tak lama kemudian dari dalam ruangan berjalan keluar beberapa dokter dan team medis.


Andi Nicole dan Mama Nicole buru buru menghampiri dokter .


Dengan buru buru dan cemas, mama Nicole langsung bertanya,


"Dokter bagaimana keadaan suamiku..?"


Dokter itu membuka maskernya dan berkata,


"Bos Wang keadaan nya baik baik saja, dia mungkin hanya terlalu lelah saja."


"Nanti di rawat sehari dua di sini sambil di pantau, bila tidak ada keluhan lain."


"Bos Wang nanti sudah boleh kembali kerumah, hanya saja perlu diusahakan jangan capek berlebih, stress berlebih, marah berlebih, ataupun gembira berlebihan.."


"Itu saja sih.."


ucap Dokter itu sambil tersenyum.


"Terimakasih banyak ya dokter,.. "


ucap mama Nicole sambil menyalami dokter muda tersebut.


Dokter itu kembali tersenyum dan berkata,


"Sama sama Tante.."


Saat melewati Nicole dokter itu menyempatkan diri berbisik,

__ADS_1


"Nona Wang, anda tega ya..ngasih nomer PHP ke aku.."


Setelah berucap dokter itu pun berlalu dari sana,.sambil melirik kearah Andi dengan penuh curiga dan iri.


Nicole hanya tersenyum canggung dan mengangkat kedua bahunya sebagai tanda tak berdaya.


Andi hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya, lalu berkata.


"Ayo kita masuk kedalam untuk jenguk keadaan papa mu saat ini.."


Nicole dan Mamanya mengangguk cepat, lalu mereka bertiga segera masuk kedalam ruangan kamar ICU di mana Bos Wang di rawat.


Setelah mereka bertiga masuk, terlihat Bos Wang sedang tersenyum lemah kearah mereka bertiga dan berkata,


"Maaf papa merepotkan kalian semua, bikin kalian khawatir.."


"Nak Andi makasih ya, kamu sudah kemari.."


ucap Bos Wang sambil tersenyum lebar.


Andi hanya menanggapinya dengan tersenyum dan berkata,


"Bukan masalah, yang penting Bos Wang cepat sembuh kembali.."


Bos Wang mengangguk kecil sambil tersenyum.


Tak lama setelah Bos Wang di pindahkan keruang rawat inap, Andi pun pamit permisi ke Bos Wang dan istrinya.


Nicole mengambil inisiatif menemani Andi hingga ke mobilnya.


Sebelum masuk kedalam mobil Andi berkata,


"Nicole dalam Minggu minggu ini kamu berhati hati lah.."


"Bila ada perubahan sesuatu di kantor pusat, cepat hubungi aku.."


Nicole mengangguk dan berkata,


Andi tersenyum dan berkata,


"Tidak perlu, jaga kesehatan mu,.. itu sudah lebih dari cukup.."


Setelah masuk kedalam mobil, sebelum pergi, Andi menurunkan kaca jendela, melambaikan tangannya dan berkata,


"Aku pergi dulu,.. bye.."


Nicole menganggukkan kepalanya sambil membalas melambaikan tangannya melepas kepergian Andi.


Dua hari kemudian setelah Bos Wang masuk rumah sakit.


Pagi itu Andi sedang memeriksa berkas laporan penjualan mingguan, tiba tiba HP nya bunyi.


Saat melihat panggilan tersebut datang dari Nicole.


Andi buru-buru mengangkatnya dan berkata,


"Ya halo Nicole ada apa ?"


"Di kamu bisa tidak datang kemari,? Wang Xing dan paman Wang Jin barusan datang menemui ku."


"Mereka mengusulkan pada ku untuk ngadain rapat umum pemegang saham siang ini."


Andi mengangguk dan berkata,


"Kamu iya kan saja gak papa,. sekarang juga aku akan meluncur kesana.."


Nicole mengangguk dan berkata,

__ADS_1


"Makasih ya di,.. maaf ngerepotin kamu.."


Andi tersenyum dan berkata,


"Bukan masalah, yang penting setelah rapat selesai, jangan lupa traktir aku makan es krim, di pinggir danau Xuan Wu.."


"Sipp bukan masalah.."


ucap Nicole sambil tertawa.


"Ok aku kesana sekarang bye.."


ucap Andi kemudian mematikan HP nya.


Andi setelah menyimpan HP nya, dia berjalan menuju sebuah brankas, membuka pintu brankas. mengambil sebuah Map kuning.


Menutup kembali pintu brankasnya, lalu Andi pun bergerak meninggalkan kantornya, dengan mengendarai mobil Mercedes Benz nya, Andi segera bergerak meninggalkan gedung kantornya untuk pergi ke gedung kantor pusat Group Wang.


Akhirnya Andi tiba di parkiran halaman gedung yang besar dan luas itu


Saat turun dari mobilnya, Andi berjalan santai sambil membawa sebuah map di tangan, dia langsung melakukan panggilan ke Nicole.


Begitu diangkat Andi langsung berkata,


"Ya, Nicole aku sudah sampai,.. aku langsung tunggu di ruang meeting ya.."


"Ya di,.. bentar, aku nanti langsung nyusul kesana.."


balas Nicole cepat.


Andi pun mematikan ponselnya, terus berjalan menuju lift.


Semua karyawan yang berpapasan dengan Andi selalu menganggukkan kepala mereka memberi hormat kearah Andi.


Andi membalas anggukan mereka dengan senyum.


Tak lama kemudian Andi pun, sudah tiba di dalam gedung meeting yang masih sepi.


Andi pun mencari posisi tempat duduk yang nyaman, lalu duduk di sana dengan santai.


Mengisi waktunya dengan bermain game ringan, sejenis Zuma sambil menunggu kedatangan Nicole dan para pemegang saham lain nya.


Tak lama kemudian terlihat Nicole sudah hadir ditempat tersebut.


Melihat kedatangan Nicole, Andi pun menutup games yang sedang dia mainkan.


Lalu Andi menoleh kearah Nicole dan berkata,


"Bagaimana keadaan papa mu..?"


"Cukup baik, cuma masih perlu waktu untuk istirahat.."


ucap Nicole apa adanya..


Andi mengangguk, lalu sambil menatap Nicole Andi berkata,


"Wang Xing dan kakek Paman mu Wang Jin, apa ada bilang mau bicarakan tentang hal apa, ingin mengadakan meeting mendadak ini..?"


Nicole menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak ada, mereka hanya meminta aku mewakili ayah menghubungi semua pemegang saham untuk hadir.."


"Mereka sama sekali tidak mengatakan apa-apa ?"


Andi mengangguk dan berkata


"Baiklah kita lihat saja nanti, apa yang mereka berdua inginkan.."

__ADS_1


Andi melihat jam tangannya yang merupakan jam tangan pemberian Viona dulu, selama ini jam tersebut hampir tak pernah jauh dari sisinya.


Andi mengira jam ini adalah hadiah dari tunangan kecilnya Violin, jadi dia selalu menjaganya dengan sangat baik.


__ADS_2