AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
BERTERUS TERANG DENGAN SARAH


__ADS_3

Setelah Sarah kembali dari toilet perundingan rencana cadangan di lanjutkan, akhirnya mereka berempat memutuskan akan mengadakan acara sendiri.


Mereka berempat pagi-pagi akan berkumpul di daerah KC yang lokasinya tidak jauh dari kampus mereka.


Mereka kemudian akan berjalan kaki bersama hingga nembus ke daerah L di mana mereka akan beristirahat dua kali .


Pos pertama ada di bukit D pos kedua pos terakhir mereka akan beristirahat di restoran yang menyediakan S*su Murni.


Mereka akan makan minum sepuasnya di sana pulangnya mereka akan diantar oleh supir Sarah, yang sudah standby di restoran S*su Murni menanti mereka di sana.


Setelah sepakat Sarah pun berkata,


"Yuk pulang, dah malam nih..."


Andi kemudian buru-buru pergi ke kasir, untuk membayar tagihan makan dan minum mereka.


Saat membayar, Andi sedikit terkejut ternyata tagihannya sangat murah.


"Mbak ini gak salah hitung cuma habis segini ?"


tanya Andi sedikit ragu.


Kasir tersenyum dan berkata,


"Gak mas semua sudah betul kok, di sini ada potongan disc 50% nya, sehingga total tagihan mas memang cuma segini saja.."


Andi mengangguk senang dan berkata,


"Ok makasih banyak mbak.."


Lalu Andi kembali kearah meja dan berkata,


"Wah ternyata murah banget makan di sini, kita makan berempat cuma habis 75 ribu .."


"Ahh yang benar di,.. salah hitung gak mbaknya ?"


tanya Santi curiga.


"Gak San saya udah nanya ke mbaknya, katanya kita dapat disc 50%makanya dapet harga segitu."


ucap Andi menjelaskan dengan penuh semangat.


"Itu berarti rejeki mu di, kalau begitu besok di Susu Murni kamu harus traktir kita-kita lagi nih.."


ucap Sarah sambil tertawa.


Andi sambil tersenyum berkata,


"Boleh-boleh saja gak masalah.."


Mereka berempat sambil bercanda dan tertawa bergerak meninggalkan restoran.


Saat lewat didepan kasir dan manajer restoran, Sarah mengedipkan mata kearah mereka sambil tersenyum.


Mereka segera merangkapkan tangan didepan dada dengan sopan dan memberi hormat kepada Sarah.


Sebenarnya saat Sarah pergi ke toilet, dia sudah membayar 75% tagihan, makanya harganya bisa semurah itu.


Harga normal saja tanpa PPN dan service charge, tagihan sudah mencapai 200.000 bila di kenakan PPN dan service charge.


Harga yang harus di bayar semestinya hampir 300.000, dan tidak ada yang namanya makanan di restoran disc hingga 50% emang beli pakaian..


Sarah sengaja merahasiakan hal itu, pertama untuk jaga gengsi Andi, kedua dia tidak ingin Andi tekor banyak mentraktirnya makan.


Bagi Sarah tagihan seperti itu hanya buat parkir dan Tol nya saja untuk sehari.


Saat berada dalam kendaraan, Sarah bertanya,


"Kita antar siapa dulu nih ?"


Andi langsung menjawab,

__ADS_1


"Kita antar Viona dan Santi aja dulu Sar, kost mereka ada jam malamnya."


"Lagipula aku gak tenang mereka berdua malam-malam pulang lewat jalan sepi naik motor."


Sarah mengangguk dan berkata,


"Ok kalau gitu kita langsung ke kost Santi Viona sekarang.."


Mobil pun melaju meninggalkan restoran Sop buntut menuju kediaman Viona dan Santi.


"San...Vi .. motornya besok pagi aku antarkan ke kampus..ok"


Kedua gadis itu mengangguk dan berkata,


"Makasih ya di,.. sorry merepotkan.."


Andi tertawa dan berkata,


"Kalian jangan sungkan begitu, badannya ku jadi gatal-gatal nih dengarnya.."


Sarah tertawa sambil nyetir.


Sedangkan Santi dan Viona saling pandang mereka mengangguk setuju, lalu mengulurkan tangan mereka dari kiri dan kanan mencubit pinggang Andi dengan gemas.


"Aduhh..!"


jerit Andi ..


Sarah melirik kearah Andi dan dia tertawa lebar, saat melihat pinggang Andi di cubit dari kiri kanan.


"Gimana masih gatal ? mana lagi yang gatal ?"


tanya Santi sambil tersenyum sadis.


"Ampun..ampun .ampun...!"


"Sudah sembuh gatalnya sekarang.."


Viona dan Santi saling pandang kemudian mereka berdua tertawa lebar.


Tiba didepan kost Viona dan Santi, Andi turun dari mobil membantu membuka pintu pagar untuk mereka berdua.


Sebelum masuk Viona memberikan pelukan ke Andi dan berkata,


"Di,.. peluk lah aku, aku ingin merasakan kehangatan pelukan mu.."


Andi mengangguk kemudian memberikan pelukan mesra ke Viona .


Viona mengelus pinggang Andi dengan lembut dan berkata,


"Masih nyeri tidak, maaf tadi bercandanya sedikit kelewatan.."


Andi menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Sudah tidak terasa lagi, kamu tenang saja.."


Viona mengangguk kecil dan berkata,


"Hari ini aku sangat gembira dan bahagia, semoga saja setiap hari aku bisa merasakan kebahagiaan seperti ini bersama mu.."


Andi tersenyum menahan perih di hatinya mendengar ucapan Viona, Andi mengangguk dan berkata,


"Aku juga merasakan dan mengharapkan hal yang sama dengan mu.."


"Di,.. aku masuk dulu yah, gak enak Sarah nunggu kelamaan.."


ucap Viona dengan berat hati melepaskan pelukannya.


Andi mengangguk, dia juga melepaskan pelukannya dan berkata,


"Mimpi indah lah, aku akan menemui mu di sana.."

__ADS_1


"Bye...!"


ucap Andi mundur sambil melambaikan tangannya.


Viona membalas nya dengan tersenyum dan memberikan Kiss bye kearah Andi.


Andi tersenyum lembut, lalu membalikkan badannya melangkah mendekati mobil Sarah, kemudian dia pun masuk kedalam mobil.


Viona menatap kepergian Andi dengan mata sedikit basah.


Setelah mobil Sarah berlalu dar sana, Viona baru menutup pintu pagar menguncinya dari dalam.


Baru dia masuk kedalam kost-kostan nya, kembali ke kamarnya untuk istirahat.


Berharap bisa kembali bertemu dengan Andi dalam mimpinya.


Ketika tiba di depan kost Andi, Andi pun berkata,


Terimakasih banyak Sar.."


Setelah itu dia membuka pintu mobil hendak turun dari mobil.


tapi Sarah menahan bahu Andi dan berkata,


"Di,..tunggu sebentar.."


Andi menghentikan gerakannya, berbalik menatap Sarah dan berkata,


"Ya Sar,...ada apa ?"


"Di,...katakanlah pada ku, berapa sebenarnya uang yang kamu butuhkan..?"


Andi menatap Sarah kemudian berkata,


"Aku katakan pada mu, karena aku menganggap mu sebagai sahabat baik ku.."


"Tapi bukan berarti aku ingin menerima bantuan uang itu dari mu.."


Sarah mengangguk mengerti dan berkata,


"Katakan lah ..di...aku tidak akan memaksa hal yang kamu tidak suka.."


Andi menatap Sarah dan berkata,


"Total 30 miliar.."


Sarah tidak terlihat terkejut, dia mengangguk dan berkata,


"Untuk apa uang itu di ?"


"Untuk membayar hutang ayah Viona ke Rio, agar Viona bisa terbebas dari Rio."


ucap Andi berterus terang tanpa ada keinginan menutupinya dari Sarah.


Sarah mengangguk mengerti dan berkata,


"Di,.. kalau kamu suatu hari berubah pikiran,


segera hubungi aku, aku pasti akan membantumu mendapatkan uang itu."


Andi mengangguk dan berkata,


"Terimakasih banyak Sarah, aku akan selalu mengingat mu, sebagai sahabat terbaikku selain Santi dan Viona.


Setelah itu Andi pun keluar dari mobil dan menutup pintu mobil Sarah.


Lalu hendak berjalan masuk kedalam kost-kostan nya.


"Di...!"


teriak Sarah dari dalam mobil sambil menurunkan kaca jendela.

__ADS_1


__ADS_2