AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
BERTERUS TERANG


__ADS_3

Selesai mandi James dan Santi duduk berhadapan menikmati sarapan yang di buat oleh James.


Sambil makan James pun berkata,


"San tadi Viona nelpon saat kamu sedang tidur."


Santi terkejut, dia segera menghentikan makannya dan berkata,


"Terus kamu mengangkatnya..?"


"Ehm,.. dia gak bilang apa apa juga, cuma minta kamu bel dia bila sudah bangun.."


ucap James santai sambil makan.


"Aduh mampus deh..."


ucap Santi sambil menepuk jidatnya sendiri.


"Loh kamu kenapa sayang..?"


tanya James heran.


"Kamu kenapa angkat telponnya, ? kamu harus nya bangun kan aku dong, wah mati mati..mati..aku .."


ucap Santi panik.


"Aku takut ada hal penting makanya aku angkat, selain itu aku juga tidak tega membangunkan mu pagi pagi..."


ucap James bingung.


"Ya udah anggap saja aku yang salah, ok...aku minta maaf, lain kali aku janji tidak akan sembarangan menyentuh HP mu tanpa persetujuan mu.."


"Apa begini boleh,..?"


ucap James sambil menatap Santi dengan tatapan bersalah.


"Bukan bukan itu maksud ku yang,,.."


ucap Santi buru-buru menyentuh tangan James dengan lembut.


James berusaha tersenyum dan berkata,


"Kalau begitu kamu jelaskan pada ku, biar aku ngerti ok.."


"Gini sayang, Viona telpon tadi pasti pagi pagi betul..?"


James mengangguk dan berkata,


"Ya ..jam 6 kurang 10 menit.."


"Nah itu dia yang, jam segitu pagi,.. kamu sudah ada bersama ku,.. dan HP ku bisa ada pada mu..kira kira apa coba yang di pikirkan Viona saat ini tentang kita .?"


ucap Santi sedikit sewot.


James tersenyum kemudian membalas menggenggam tangan Santi dan berkata,


"Ini rupanya,.. yang bikin kamu panik.."


"Kamu lihat jari mu, cepat lambat saat bertemu Viona juga pasti akan tahu."


"Dia sahabat dekat mu, cepat lambat juga pasti akan tahu, kenapa gak kita percepat saja, dia tahu tentang hubungan kita, tahu tentang anak kita.."


"Ini kan kabar bahagia, dia sebentar lagi juga akan jadi Tante anak kita, jadi gak ada salahnya kita jujur apa adanya.."


"Tapi semua ini terserah padamu, apapun keputusan mu, aku pasti akan mendukung mu."

__ADS_1


ucap James sambil menatap Santi dengan mesra.


Santi sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi, dia sangat terharu, matanya pun mulai basah.


Dia segera berdiri meninggalkan kursinya duduk dalam pangkuan James dan melingkarkan tangannya di leher James.


Sambil memeluk James dengan erat dia berkata,


"Makasih..makasih ..sayang..kamu memang yang terbaik dan terindah dalam hidupku.."


James merangkul pinggang Santi dan berkata,


"Terbalik sayang, aku yang harusnya berterima kasih, masih di beri kesempatan untuk mendampingi mu.."


Santi mempererat pelukannya, membenamkan wajah James kedadanya.


James dengan nakal menciumnya dan berkata,


"Sayang kamu wangi sekali.."


"Iss dah...lagi lagi...sebel deh..!"


"Udah ahh, aku mau telpon Viona dulu.."


ucap Santi kemudian buru-buru menjauh dari James.


James hanya tertawa menanggapi reaksi Santi.


James tahu persis Santi tidak benar-benar marah, Santi justru takut sama dirinya sendiri.


Makanya buru buru menghindar dan memilih menjauh dari nya.


James menghabiskan sisa makanan di piringnya dan piring Santi, lalu membawanya untuk di cuci.


Sesaat kemudian terlihat James sudah ada di halaman belakang, sedang menjemur pakaian mereka berdua yang dia cuci tadi.


Dia melakukan panggilan ke HP nya Viona.


"Nah akhirnya nongol juga, ayo cerita kenapa HP mu pagi pagi bisa ada di tangan James ? kalian berdua sedang ada di mana ? apa yang kalian berdua lakukan semalam hingga kamu bangun kesiangan..? hayo jawab ?"


tanya Viona meluncur seperti senapan otomatis tanpa ada jeda.


Santi hanya menanggapinya sambil tertawa, dia tidak menjawab nya, sehingga Viona jadi penasaran.


"Hayo jawab,... kok malah tertawa..."


tegur Viona penasaran.


"Aku mau jawab apa Vi... namanya suami istri kira kira bisa apa, kamu pikir aja sendiri.."


"Kalau kurang jelas, gimana bila ku kirim videonya.."


ucap Santi sambil tertawa cekikikan.


"Apa...apa ...apa..maksud mu, coba jelaskan lebih jelas..?"


tanya Viona terkejut.


Santi kembali tertawa bahagia, kemudian berkata,


"Aku dan James sudah menikah , kini dia adalah suami ku..."


"Hahhhh....! yang benar kamu San...kamu jangan main main..."


Santi sambil tertawa berkata,

__ADS_1


"Aku tidak bercanda Vi...hal seperti ini mana berani aku jadikan candaan..."


"Sebentar..."


ucap Santi sambil mengambil dompetnya, mengeluarkan sebuah buku kecil.


Lalu dia memotretnya dan mengirimnya ke Viona.


"Lalu dia berkata,


"Nah aku gak main-main kan tuh buktinya.."


"Ahh gila kamu ya,.. benar'benar.."


ucap Viona sedikit histeris.


"Dasar ya, kenapa aku gak di undang, bukan nya kita pernah janji siapa pun yang nikah kita akan menjadi pendampingnya.."


"Lalu kenapa kini, bahkan resepsi pun gak di undang, kelewatan kamu ya...!"


teriak Viona kurang puas.


Santi hanya tertawa, sesaat kemudian baru berkata,


"Kalau itu aku gak pernah lupa Vi..bila tiba waktunya aku pasti akan menarik mu menjadi pendamping ku."


"Vi aku dan dia kawin diam diam, tanpa di ketahui orang tua, gimana mau bikin resepsi..?"


"kami nikah secara resmi, tapi tanpa resepsi dan belum di ketahui oleh kedua orang tua kami.."


"Kini aku dan James sudah tinggal bersama, kami ngontrak rumah kecil, tar gue kirimkan alamat lengkapnya.."


"Ohh ya kamu nelpon aku pagi pagi pasti ada sesuatu, bukan nya kamu di PT PC ? kok bisa nelpon aku dengan bebas..?"


tanya Santi balik setelah bercerita panjang lebar.


Viona sambil tersenyum berkata,


"San apapun ceritanya, aku akan ucap kan selamat pada kalian berdua.. semoga kalian langgeng dan berbahagia selalu.."


"Tapi ingat bila mau resepsi dan ambil foto wedding jangan lupa sertakan aku Andi dan Sarah ya, ? awas kalau tidak.."


ucap Viona pura-pura ngancam.


Santi sambil tertawa berkata,


"Itu pasti..itu pasti..kalian ber3 sahabat terbaikku, hal itu tidak boleh kurang dari kalian."


"Nah Vi kamu masih belum jawab ada apa kamu mencari ku pagi-pagi ?"


tanya Santi kembali penasaran..


"San nanti malam rencana nya, aku mau pergi nemui Rio, memutuskan kontrak kami secara resmi dan melunasi hutang ayah ku padanya.."


"Tapi aku takut pergi sendiri, kamu temani saya boleh..?"


"Tunggu...tunggu... kamu bilang mau pergi lunasi hutang ayah mu padanya,. darimana kamu dapat uang sebanyak itu..?"


tanya Santi penasaran sehingga memotong Viona.


"Aku dapat kan dari Andi, tapi bagaimana Andi mendapatkan nya, aku juga sama sekali tidak tahu.."


ucap Viona apa adanya.


Santi menghela nafas panjang dan berkata,

__ADS_1


"Andi dia memang selalu seperti itu, gak heran.."


__ADS_2