
Begitu Violin melihat ke monitor kecil, dia langsung buru-buru, membuka pintu dan berkata.
"Pa,.. Ma .. kalian sudah datang ayo masuk.."
"Lin,.. Andi gimana keadaan nya..? apa kata dokter..?"
tanya Wilona Ciu dengan wajah khawatir.
"Ayo masuk dulu Ma, Lin akan jelaskan di dalam.."
ucap Violin, buru-buru menggandeng tangan Wilona Ciu untuk masuk kedalam.
Charles Huo dan Berry menyusul di belakangnya.
Sambil membimbing Wilona Ciu masuk kedalam, Violin berkata.
"Mama tidak perlu khawatir keadaan kak Andi cukup baik.."
"Dokter bilang kondisi kak Andi semua cukup baik, hanya untuk bisa bangun dari komanya, itu masih memerlukan waktu.."
ucap Violin menjelaskan.
Dia sengaja tidak menceritakan semuanya, agar Wilona Ciu tidak terlalu sedih.
Violin tidak mau kesehatan Wilona Ciu terganggu, akibat kesedihan dan kecemasannya terhadap keadaan Andi.
Sambil membimbing Wilona Ciu masuk kedalam kamar, Violin melanjutkan berkata,
"Ma,.. di dalam ada kedua orang tua ku, sini biar saya kenalkan..."
Wilona Ciu dan Charles Huo saling pandang, mereka berdua sama-sama tersenyum senang.
Lalu mereka berdua berjalan masuk keruang tengah mengikuti Violin.
"Pa,.. Ma... kenalkan, di samping ku ini adalah kedua orang tua kandung Andi.."
Tapi begitu berhadapan jantung Charles Huo seakan berhenti berdetak, dia berdiri diam di tempat seolah olah berubah menjadi patung.
Matanya menatap dengan tatapan tak percaya kearah Mama Viona.
Dia benar benar tidak menyangka, dalam situasi seperti ini, dia akan kembali bertemu dengan gadis yang pernah sangat dia cintai dulu.
Charles Huo bergumam kecil, tanpa sadar,
"Erica Mei Niang,... benarkah kamu..?"
Mama Viona atau Erica Mei Niang, yang dari awal sudah tahu cepat lambat, dia pasti akan bertemu dengan mantan kekasih nya ini.
__ADS_1
Di dalam hati jauh jauh hari, dia juga sudah ada persiapan diri untuk hari ini.
Tapi saat kejadian tersebut datang tiba-tiba di hadapannya,.dia juga tidak bisa menutupi rasa kaget dan harunya.
Sambil berusaha tersenyum tenang, padahal hatinya di dalam sedang kacau balau.
Saking kacaunya, dia sampai melupakan suaminya Wiliam Lin, yang berdiri di sampingnya.
Lebih parahnya lagi, dia sampai tidak mengingat dan memperhatikan posisi Wilona Ciu, yang berdiri di samping Charles Huo.
Seakan akan di hadapan nya saat ini yang terlihat olehnya hanya Charles Huo.
Erica Mei Niang langsung maju menyalami Charles Huo dan berkata,
"Lama tak bertemu kak Nan apa kabar mu..?"
Nama lengkap Charles Huo, adalah Huo Fei Nan, nama kecilnya biasa di panggil A nan...
Dan secara kebetulan, yang selalu memanggilnya kak Nan hanya kekasih lama nya Mei Niang ini..
Sedangkan Wilona Ciu istri resminya biasa nya memanggilnya Sayang, Papi dan Fei Nan.. tidak pernah memanggilnya kak Nan.
Charles Huo sendiri seperti terhipnotis secara reflek, dia maju meninggalkan istrinya.
Langsung maju menerima uluran tangan Erica Mei Niang dan berkata,
"Kabar ku baik, bagaimana dengan kabar mu sendiri Mei Niang."
Dia juga memanggil Erica Mei Niang, dengan sebutan Mei Niang begitu saja.
Itu juga adalah nama kecil Erica Mei Niang yang hanya dipanggil oleh Charles Huo saja mantan kekasihnya itu.
Sedangkan suaminya sendiri Wiliam Lin biasanya memanggil dia Mama atau Erica,. tidak pernah memanggilnya dengan Mei Niang.
Sialnya lagi, baik Wilona Ciu dan William Lin, sangat hapal dengan panggilan yang di lakukan oleh masing-masing pasangan mereka.
Karena hampir setiap malam saat sedang tidur pulas tanpa sadar, Charles Huo selalu memanggil manggil nama ini dalam mimpi.
Bahkan tak jarang dia memeluk istrinya Wilona Ciu dan menciumi istrinya sambil memanggil nama ini.
Sehingga Wilona Ciu sangat kesal, sering menamparnya hingga terbangun dari mimpi indah nya bersama Mei Niang.
Begitu pula dengan Wiliam Lin, dia juga sering mendengar istrinya saat tidur pulas sering berkata,
"Kak Nan maaf,.. maafkan aku,.. semua salah ku..maaf kak Nan.."
Tapi Wiliam Lin tidak punya nyali tentunya, untuk memprotes atau pun memarahi istrinya.
__ADS_1
Dia hanya berani bertanya saat istrinya bangun tidur, siapa kak Nan, tapi selalu di jawab istrinya itu masa lalu, kamu gak perlu tahu.
Meski keki dan kesal, tapi dia menahan dan menyimpannya di dalam hati.
Kini saat mendengar kedua nama ajaib itu disebutkan oleh kedua pasangan mereka yang berjabat tangan hingga lupa melepaskan tangan mereka masing-masing.
Dengan kompak Wilona Ciu dan William Lin sama sama maju kedepan, batuk kecil.
"Ehhmm...ehmmm...!"
Mereka berdua berdehem dengan kompak.
Hingga Charles Huo dan Erica Mei Niang sama-sama terkejut, buru-buru melepaskan pegangan tangan mereka, dengan wajah merah padam menahan malu.
Tapi begitu tangan mereka terlepas dengan kompak Wiliam Lin Dan Wilona Ciu masing-masing langsung maju menyalami mereka sambil berkata,
"Wiliam Lin..suami Erica, mama Violin."
"Wilona Ciu, istri Charles Huo, mamanya Andi."
Mereka berdua seperti sudah berlatih bersama saja , sehingga ucapan mereka begitu mirip.
Mereka masing-masing juga menatap kearah Charles Huo dan Erica Mei Niang dengan tatapan kurang suka.
Baik Erica Mei Niang maupun Charles Huo kedua nya menyalami dengan senyum panik dan malu.
Berry di belakang sana, sudah tidak bisa menahan diri menyaksikan hal itu,.dia segera berlari keruang depan tertawa terpingkal-pingkal diluar sana.
Dia benar-benar tidak menyangka, sepasang kakek nenek itu, masih bisa bertingkah konyol seperti itu, di saat putra putri mereka sudah besar besar seperti itu.
Di dalam hati Berry membatin orang tua nya sekonyol itu, pantas saja Andi juga bisa seperti itu.
Pepatah buah jatuh tak jauh dari pohonnya emang tidak salah lagi, pikir Berry, sambil terus tertawa.
Sedangkan Violin di buat melongo oleh sikap kedua orang tua nya itu.
Setelah terjadi kecanggungan seperti itu, Erica Mei Niang juga tidak berani berlama-lama di sana.
Setelah berpamit di samping telinga Andi, dengan penuh kasih sayang dan kesedihan, berpesan Andi agar cepat bangun kembali.
Dia lalu buru-buru berpamit dengan kedua orang tua Andi, dan menarik suaminya agar cepat pergi dari tempat itu.
Setelah kedua orang tua Violin pergi, baru terdengar suara sindiran dari Wilona Ciu,
"Ohh itu toh Mei Niang,.. kekasih dalam mimpi mimpi mu itu,..?"
"Kulihat juga tidak seberapa ? gak lebih cantik dari ku,.. kerutan nya juga jauh lebih banyak.."
__ADS_1
"Udah,..udah..malu di dengar anak anak..ya..ya..kamu lebih cantik,.. puas.."
tegur Charles Huo dengan suara pelan sambil menarik istrinya keluar dari kamar menjauh dari Violin Berry dan Andi yang sedang terbaring diam.