AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
MEMBERIKAN PERTOLONGAN


__ADS_3

"Tapi di sisi lain aku juga takut kepulangan ku nanti, hanya akan menjadi pengganggu kebahagiaan mu bersama nya.."


"Aku juga takut akan kembali pulang ke sini dengan hati kosong dan penuh luka.."


"Saat melihat kebahagiaan keluarga kecil kalian, yang harmonis dan indah.."


"Aku yang memilih meninggalkan mu, tapi aku pula yang tidak pernah bisa melupakan mu.."


ucap Andi sambil menghela nafas sedih.


"Aku telah berusaha untuk mencoba menjalani kehidupan baru di sini, tapi aku tetap tidak bisa melupakan mu.."


"Aku tetap tidak bisa mencari yang lain sebagai pengganti dirimu, untuk mengobati luka di hati ku.."


"Aku akhirnya hanya bisa mencoba menjalaninya seorang diri, semoga pelan pelan aku bisa benar-benar melupakan dori mu.."


Ditangan kiri Andi terlihat memegang sebuah patung ukir, patung ini dulunya patah dua di bagian lehernya.


Tapi oleh Andi sudah disambung lagi, bekas patahan masih ada tapi sangat halus sulit di temukan, bila tidak di perhatikan dengan seksama dan teliti.


Di lengan kanan Andi melingkar sebuah jam tangan tanda palang yang merupakan hadiah terakhir Viona dulu padanya.


Jam ini talinya sempat putus, tapi Andi sudah memperbaikinya kembali.


Dan dia tetap selalu mengenakan jam ini, meski sebenarnya jam tangan miliknya sangat banyak.


Andi tidak pernah membelinya sendiri, semua adalah hadiah dari relasi bisnis perusahaan investasinya.


Semua jam mewah tersebut tersimpan rapi di dalam laci meja di kamarnya.


Andi masih terus berdiri di balkon, sambil memandang cincin berlian biru, yang melingkar di jari manis tangan kanannya.


Ketika Andi sedang larut dalam lamunannya, tiba-tiba Andi mendengar suara minta tolong dari sisi kanannya.


Suara itu sangat tidak asing ditelinga Andi, yang kini memiliki pendengaran sangat tajam.


Andi langsung menoleh kearah asal suara, mata Andi yang tajam melihat seorang wanita berdiri memunggungi nya.


Sambil menggendong seorang anak kecil laki laki berusia 5 tahunan.


Wanita itu memeluk erat-erat putranya yang menangis ketakutan, sambil terus melangkah mundur kebelakang.


Di hadapannya berdiri 3 orang yang kelihatannya tidak bermaksud baik.


Ketiga orang itu satu diantaranya adalah seorang wanita bermata sipit berwajah sedingin es.


Sedangkan kedua pria lainnya, satu berambut cepak putih dengan mata biru tajam.


Satu lagi adalah pria berkulit hitam legam dengan bibir tebal hidung pesek dan rambut kriting pendek.

__ADS_1


Selain ketiga orang itu dibelakang mereka, masih ada puluhan mobil Jeep yang berisi masing-masing 5 orang, berseragam militer bersenjata lengkap.


Menurut perkiraan Andi jumlah mereka tidak kurang dari 100 orang..


Tanpa sempat banyak berpikir, Andi langsung melompat dari lantai 2 ke bawah.


Lalu dia berlari cepat seperti terbang, diatas tanah bersalju menghampiri wanita itu dari arah belakang.


Setelah jarak nya tinggal 10 meteran, dengan sekali lompat Andi berdiri menghadang di depan wanita itu.


Tanpa menoleh kebelakang Andi berkata,


"Segera tinggalkan tempat ini, bersembunyi lah dalam pondokku di belakang sana.."


Suara dan penampilan bayangan punggung Andi, membuat wanita itu sedikit terkesiap.


Dia terlihat heran dan kaget,. sehingga tidak mendengarkan ucapan Andi.


Dia hanya terdiam.di tempat, dia terus menatap punggung Andi dengan kaget dan heran..


"Cepatlah pergi,..! tunggu apalagi, ? di sini sangat berbahaya..!"


tegur Andi setengah membentak.


Wanita itu pun tersentak kaget, lalu dia segera tersadar, dan langsung membalikkan badannya berlari pontang panting sambil menggendong putranya, meninggalkan tempat tersebut.


Setelah melihat wanita itu sudah pergi, Andi pun bisa kembali bernafas lega.


Andi tidak takut dengan sikap mereka, meski kalah jumlah, tapi Andi tetap bersikap tenang.


"Kalian semua cepatlah pergi dari sini, sebelum aku berubah pikiran.."


ucap Andi mengingatkan mereka.


"Manusia tidak tahu diri, jangan suka mencampuri urusan orang lain, atau kamu akan menyesal.!"


tegur si wanita berambut pendek bermata sipit itu dengan suara dingin.


Andi tersenyum mengejek dan berkata,


"Kalau itu mau kalian baiklah, jangan menyesal bila hari ini kalian semua harus mati tanpa kuburan di sini."


Sebelum ucapan Andi selesai,. si hitam dengan tidak sabar sudah memberi kode agar semua bawahan nya menembaki Andi.


Suara letusan senapan mesin yang di arahkan ke Andi, langsung terdengar memenuhi udara di sekitar sana yang hening dan tenang.


Wanita yang menggendong anaknya melarikan diri itu, saat mendengar suara letusan tembakan di belakangnya.


Dia buru buru bersembunyi di balik sebatang pohon besar, sambil memeluk anaknya yang ketakutan erat-erat.

__ADS_1


Dia mencoba mengintip kearah Andi dengan tatapan mata ngeri dan ketakutan.


Tapi saat dia melihat kesana, di mana Andi berdiri.


Sepasang matanya membelalak kaget tak percaya menatap kearah Andi.


Suara letusan senapan mesin dari pengepung Andi memang terdengar.


Tapi yang tumbang bukan Andi, melainkan para pengepungnya.


Sebenarnya yang terjadi adalah saat senapan ditembakkan, semua peluru mereka tertahan oleh tenaga pelindung Fu Mo Se San Cang.


Peluru mereka semua diam tak bergerak mengapung di udara, saat Andi menghentakkan kekuatannya.


Peluru yang mengambang di udara itu, bergerak membalik kearah para penembaknya secara acak.


Peluru nyasar itu seperti pecahan mortir, yang melesat ke mana mana dengan kecepatan tinggi.


Sehingga sebagian besar para pengepungnya yang memegang senjata di tangan, langsung tumbang.


Ada beberapa yang langsung tewas di tempat, tapi sebagian besar mereka terguling rubuh tidak sanggup melanjutkan serangan mereka lagi.


Mereka yang tewas, sebagian besar karena peluru yang nyasar menembus kepala atau dada kiri mereka.


Sebagian besar lainnya yang masih hidup, karena bagian tubuh mereka yang terkena sasaran peluru membalik adalah bahu, lengan dan kaki.


Si bule tinggi besar berambut putih, langsung menggunakan knucle di sepasang tinjunya yang besar.


Lalu melompat maju menyerang Andi dengan pukulannya, yang mendatangkan angin pukulan menderu deru di sekitar kepala dan wajah Andi.


Tapi semua pukulan nya menemui tempat kosong, karena Andi sudah menghilang dari tempatnya, dengan langkah menyesatkan milik keluarganya.


Sebelum si bule menyadari apa yang terjadi,.dia sudah terjatuh berlutut di hadapan Andi.


Karena kedua tempurung lututnya sudah pecah terkena tendangan Andi.


Bule itu menjerit kesakitan, sulit untuk bangun berdiri, sebelum rasa sakitnya di kakinya hilang.


Tubuhnya sudah jatuh terkapar miring dengan posisi tengkurap, di atas lantai bersalju, karena Andi sudah menyarangkan tusukan tangan terbuka nya kearah leher si bule.


Melihat keadaan ini, si cewek berambut pendek, bermata sipit.


Langsung mengeluarkan sepasang trisula.dari belakang pinggangnya , lalu bergerak menyerang Andi dengan kedua trisula di tangannya.


Gerakan nya sangat cepat dan terarah, setiap serangan nya, selalu di tujukan ketempat tempat berbahaya dengan niat menghabisi lawannya.


Andi tidak mau bersikap sungkan dengan nya,.Andi ingin cepat cepat menyelesaikan semuanya sebelum polisi tiba.


Dengan gerakan sangat cepat, Andi merebut salah satu trisulanya, kemudian membalas menikamnya kearah leher gadis bermata sipit itu, dengan sangat cepat.

__ADS_1


Sebuah tendangan mencium perutnya, sehingga tubuhnya terpental kebelakang.


.


__ADS_2