
Dia memilih akan mengintrogasi putrinya saat Andi sudah pulang nanti.
"Nak Andi Tante minta maaf ya, karena urusan keluarga Tante yang rumit, malah menyeret mu ikut terlibat dan menjadi babak belur begini."
"Tante benar benar merasa tidak enak hati, dan tidak tahu bagaimana cara membalas Budi baik nak Andi.."
Andi sudah menguasai ketenangan nya, setelah Violin berhasil membantunya berbohong.
"Jangan berkata seperti itu Tante, sebagai teman baik nya Viona, sudah sewajarnya saat saya kebetulan sedang ada di kota ini."
"Saya mewakili Viona membantu kesulitan keluarga nya, di saat Viona sedang tidak berada di tempat."
Mama Viona tersenyum dan berkata,
"Nak Andi katakan dengan jujur pada Tante, apa sebenarnya hubungan mu dengan Viona anak ku..?"
Andi menekan debar jantung nya dan berkata,
"Aku dan Viona kini hanya sahabat baik saja Tante."
Andi menambahkan kata kini di dalam nya, sehingga apa yang dia katakan adalah benar adanya, dia sama sekali tidak berbohong.
Mama Viona mengangguk, kemudian kembali bertanya,
"Tante mohon Maaf sebelumnya nak Andi, Tante terlalu banyak tanya dan ikut campur, Tante tidak bermaksud buruk, semua ini demi kebaikan dan masa depan putri Tante Viona."
"Harap nak Andi memakluminya.."
"Tidak apa-apa Tante..itu sudah sewajarnya."
"Selama saya mengetahui jawaban nya, saya akan sebisa mungkin menjawabnya.
Untuk mengurangi kekhawatiran Tante terhadap Viona, yang hidup jauh dan pisah kota dari Tante.."
ucap Andi sopan.
Andi tidak sadar ucapan nya sendiri sudah masuk dalam jebakan mama Viona.
Violin sudah berusaha mengedipi dan memberi kode pada Andi.
Tapi Andi terlalu polos untuk menyadari arah pembicaraan mama Viona, yang penuh pengalaman.
Bagaimana pun mama Viona dulu pernah hidup sebagai kalangan atas, ibu ibu sosialita yang pergaulannya sangat luas sebelum suaminya Wiliam Lin jatuh bangkrut.
Saat gadis pun dia adalah seorang gadis yang sangat cantik dan pintar, berasal dari keluarga yang cukup berada.
Termasuk banyak pria yang mengantri mengejarnya, dan dia sangat hati-hati dalam memilih jodohnya.
__ADS_1
Akhirnya dia memilih Wiliam Lin ayah Viona dengan pertimbangan Wiliam Lin adalah seorang pemuda tampan mapan pintar dan berasal dari keluarga kaya raya, yang jauh lebih kaya dari keluarganya sendiri.
Hanya saja sepandai-pandainya manusia berhitung, masih lebih pandai perhitungan langit.
Mama Viona tidak berhasil melewati takdir buruknya, setelah pernikahan nya, Bisnis keluarga Lin mengalami goncangan hebat.
Karena adik adik dan kakak kakak suaminya saling berebut harta pasca kematian mendadak jasper Lin kakek dalam Viona.
Setelah perusahaan keluarga Lin tercerai-berai, satu persatu usaha yang di rintis oleh Jasper Lin dengan susah payah jatuh bangkrut.
Di kalahkan oleh saingan bisnis nya, yang paling menonjol dalam menjatuhkan bisnis keluarga Lin adalah Ferdinand Chu ayahnya Rio.
Ferdinand Chu dulu adalah manajer kepercayaan Jasper Lin, tapi tidak ada yang tahu termasuk Jasper Lin sendiri.
Bahwa Ferdinand Chu bekerja di perusahaan Lin punya tujuan balas dendam, karena kedua orang tua nya dipaksa bunuh diri oleh Jasper Lin, dengan melompat dari atap gedung tempat tinggal mereka.
Karena semua bisnis dan asset mereka habis disita oleh Jasper Lin, dalam sebuah jebakan bisnis yang di rancang dengan cantik.
Maka begitu Jasper Lin tiada, Ferdinand Chu yang menjadi semakin leluasa tak terkontrol, memanfaatkan situasi perpecahan keluarga Lin berebut harta warisan.
Dia dengan cerdik mengadu domba mereka dan mengail di air keruh, hingga satu persatu bisnis keluarga Lin jatuh ke tangannya.
Satu satunya keluarga Lin yang berhasil lolos dari jebakannya adalah Wiliam Lin ayah Viona, yang cerdik dan sangat fokus dengan usaha yang dia jalani.
Di tambah dengan dukungan dari mama Viona yang pintar, sehingga bisnis Wiliam Lin adalah satu satunya bisnis yang tidak berhasil di sentuh oleh Ferdinand Chu.
Begitu lah sekilas tentang masa lalu keluarga Viona.
Kembali ke situasi Andi dihadapan mama Viona.
"Nak Andi kalau boleh Tante tahu, darimana asal uang yang kamu gunakan untuk menebus motor mu..?"
"Itu uang tabungan ku dari hasil menang lomba badminton dan menjadi model iklan sampul bank X Tante.."
ucap Andi sedikit berbohong, tapi kenyataannya dia memang menghasilkan uang cukup banyak dari sana.
Meskipun semua uang itu kini ada di Viona.
Mama Viona mengangguk kemudian berkata,
"Nak Andi apa boleh Tante tahu nama lengkap mu, dan dimana kedua orang tua mu tinggal ?"
Andi tersenyum dan berkata,
"Nama lengkap ku Andi Huo, aku dan kedua orang tua ku tinggal di kota PR daerah pinggiran kota J.."
"Marga Huo agak jarang, siapa nama ayah mu ?"
__ADS_1
tanya Mama Viona kembali.
"Nama ayah ku Charles Huo dan nama ibu ku Wilona Ciu. apa Tante kenal dengan kedua orang tua ku."
tanya Andi.
"Engg... tidak..nak.."
jawab mama Viona setelah termenung sejenak.
Mama Viona sedikit terkejut saat mendengar Andi menyebutkan nama kedua orang tua nya.
Tapi hanya sekilas saja dan dia sedikit melamun, tapi itu hanya sesaat tidak terlalu kentara.
Andi tentu tidak menyadarinya, tapi semua itu tidak terlepas dari pengamatan Violin yang cermat.
Saat ibunya mengatakan dia tidak kenal dengan kedua orang tua Andi Violin semakin curiga.
Tapi dia tidak bertanya dan memilih mencari tahu nya setelah Andi pulang nanti.
Mama Viona kembali melanjutkan pertanyaan nya,
"Nak Andi tolong katakan dengan jujur pada Tante, apakah kamu menaruh perasaan dan sangat mencintai anak ku Viona..?"
Mendengar pertanyaan mama Viona Andi sangat terkejut, kini dia baru sadar arti kode Violin tadi.
Tapi kini semua sudah terlanjur, Andi hanya bisa jawab apa adanya.
"Benar Tante aku memang sangat mencintai Viona.."
"Apakah anak ku Viona juga memiliki perasaan yang sama dengan mu..?"
tanya Mama Viona kembali.
Andi menghela nafas dan menganggukkan kepalanya dan berkata,
"Tapi aku dan Viona sadar dengan kondisi ayah dan keluarganya, kami tidak bisa bersikap egois menutup mata dan berpangku tangan."
"Makanya saya memilih pindah kuliah dan pindah kota, agar tidak mengusik hubungan Viona dan Rio agar situasi keluarga Viona bisa lebih tenang."
ucap Andi jujur apa adanya, hanya saja bila tidak di tanya langsung.
Dia tentu tidak akan membuka perihal rencana rahasia antara dia dan Viona, juga dia tidak akan membuka rahasianya mencari uang lewat pertarungan.
Mama Viona mengangguk lega dan berkata,
"Terimakasih banyak nak Andi, atas pengertian, sikap lapang dada, serta sikap tidak egois dan selalu memikirkan kebaikan Viona dan keluarganya ."
__ADS_1
"Tante semakin tidak enak hati dengan mu, bila sudah begini."