AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
KADO DAN SURAT DARI VIONA


__ADS_3

"Baiklah, sayang terserah padamu aku nurut saja."


"Oh ya sayang, rumah ini masih kosong, tidak ada perabot nya, kamu pegang kartu ini.."


ucap James sambil memberikan kartu black card-nya.


"Sayang kamu gunakan ini, untuk pesan secara Online saja, apapun yang kamu suka, untuk mengisi interior dan keperluan rumah tangga kita."


Santi menerimanya dan menganggukkan kepalanya.


"Nah sekarang kamu sarapan terus mandi ."


"Aku mau pulang dulu kerumah mengambil barang barang ku, untuk pindah kemari."


"Nanti kalau ada yang kurang kurang, menjadi tugas mu lah, sebagai istri tercinta ku, untuk membantu melengkapinya."


ucap James sambil menyentuh ujung hidung Santi.


Santi tersenyum bahagia dan berkata,


"Siap bos...kamu pergilah..hati hati di jalan...tahan emisi mu..ingat kamu sekarang sudah tidak sendiri lagi."


"Segala sesuatu harus utamakan keselamatan mu, demi aku..mengerti.."


James mengangkat tangannya didepan dahi dan berkata,


"Siap komandan,.. laksanakan..."


Lalu keduanya pun tertawa bahagia.


Sejak hari itu, James pun, pindah dari tinggal bersama Santi.


James tetap bekerja pada ayahnya, tapi dia sudah tidak ke kampus lagi untuk kuliah.


James hanya mengantar dan menjemput Santi pergi dan pulang kuliah, James tetap mewajibkan Santi untuk tetap menyelesaikan kuliahnya.


Santi bisa kuliah dengan tenang, meski kelak perutnya besar pun sudah tidak menjadi masalah, karena dia dan James secara resmi sudah memiliki buku bukti catatan sipil, perkawinan mereka.


Sehingga soal anak di kandungan Santi saat ini sudah bukan masalah.


Terkadang Santi memang masih suka merasa minder dan merasa bersalah dengan James.


Tapi James selalu punya cara untuk menghibur dan menenangkan diri nya.


Sementara James dan Santi sudah bersatu dan hidup dalam kebahagiaan.


Mari kita lihat kembali keadaan Andi di kota J


Andi setelah di rawat selama 4 hari di rumah sakit, berkat obat oles milik kakeknya dan tenaga sakti yang Andi miliki, akhirnya Andi bisa pulih lebih cepat dari perkiraan dokter.

__ADS_1


Sehingga Andi sudah di perbolehkan pulang dari rumah sakit.


Selama Andi di rumah sakit, setiap sore Violin pasti datang menjenguknya.


Andi tidak berdaya mengusirnya, atau pun menghindar darinya.


Sehingga Andi pun membiarkan nya saja, hanya Andi tetap berusaha menjaga jarak dan batasan dari Violin.


Violin bukan nya tidak tahu, tapi dia memilih pura-pura tidak tahu, asalkan bisa berdekatan dan bisa memandang Andi dia sudah cukup puas.


Pagi itu Andi sedang senam ringan di depan kost nya di temani Berry.


Tiba-tiba sebuah motor delivered order datang menghampiri mereka dan bertanya,


"Maaf pak apakah benar, di kost ini ? ada penghuni kost bernama Andi..?"


"Ya saya sendiri, ada apa ya pak..?"


tanya Andi kembali.


"Ini saya sedang ditugaskan mengirim paket buat pak Andi, kebetulan bertemu pak Andi di sini.."


"Ini paketnya, silahkan di terima dari di tandatangani di sini.."


ucap pengirim paket itu, sambil meminta Andi menandatangani bukti penerimaan barang.


Andi pun dengan heran, menerima dan menandatangani tanda terima tersebut.


tanya Andi heran.


"Kalau pengirim nya, ada tertera di sini, tapi bila apa isinya terus terang saya tidak tahu, dan tidak berhak tahu pak..itu privasi pelanggan kami.."


ucap delivered itu sopan.


Andi tersenyum dan mengangguk lalu berkata, "terimakasih banyak pak."


Andi memperhatikan nama pengirim yang tertera di paket, dia langsung tersenyum senang.


Andi tanpa menghiraukan Berry, dia langsung membawa paket tersebut masuk kedalam kost.


Andi menutup pintu kamar kostnya dan menguncinya dari dalam, lalu dia sambil duduk di kasurnya, dengan hati-hati Andi mulai membuka paket tersebut, dengan hati diliputi kebahagiaan.


Setelah paket terbuka ternyata di dalam nya, ada sepucuk surat bersampul merah jambu dan sebuah kotak persegi empat berukuran


15 × 15 Cm.


Dengan penasaran Andi membuka kotak hitam tersebut, ternyata di dalam nya berisi sebuah Arloji berlambang palang merah.


Sekali lihat, Andi pun tahu jam itu adalah jam mahal yang sangat mahal dan berkelas asal Swiss.

__ADS_1


Dan bila di lihat kehalusan desainnya yang sangat rapi, Andi yakin jam ini pasti asli, dan harganya pasti tidak murah.


Bila yang memberikan jam ini adalah Sarah, tentu Andi tidak akan seheran ini.


Hanya saja Andi pasti akan menolaknya dan mengembalikannya kepada Sarah.


Andi sudah merasa terlalu banyak berhutang pada Sarah, yang sampai kapan pun, dia tidak akan pernah bisa membayar nya.


Tapi bila ini dari Viona, Andi jelas tidak akan menolaknya dan menerimanya dengan hati bahagia dan akan terus mengenakan nya sampai kapanpun juga.


Meski kelak rusak dan tidak bisa di perbaiki sama sekali, Andi tetap akan menyimpan nya dengan hati-hati sebagai kenang-kenangan.


Andi dengan hati di penuhi rasa penasaran mencoba membuka sampul surat merah jambu tersebut, untuk mencari penjelasan di dalam nya


Andi tahu saat ini, Viona sangat membutuhkan uang, dengan memberikan barang mahal seperti ini padanya ini adalah suatu pemborosan.


Meski Andi sangat menyukai jam ini, tapi Andi benar-benar tidak berharap Viona melakukan pemborosan seperti ini untuk nya.


Dengan tangan sedikit gemetar Andi perlahan-lahan dan hati hati mengeluarkan sepucuk surat berbau wangi khas Viona.


Mencium bau yang sangat familiar dan di rindukan nya ini.


Andi sampai memejamkan matanya menikmati wangi yang sangat sangat dia rindukan ini.


Beberapa saat kemudian setelah pikiran nya sudah lebih tenang, Andi pun membuka lipatan surat itu dengan hati-hati.


Di dalam surat itu terlihat tulisan Viona yang sangat rapi dan indah.


Membaca isi surat tersebut, perlahan-lahan wajah Viona terbayang di atas kertas tersebut.


Seolah-olah Viona sedang berbicara langsung dengan nya.


Andi membacanya dengan pelan pelan satu kata demi satu kata.


Andi bahkan membacanya berulang-ulang hingga 10 kali.


Baru Andi melipat kembali surat itu dengan penuh rasa bahagia dan haru, Andi membaringkan tubuhnya di atas kasur sambil menaruh lipatan surat itu di dadanya dan berkata ,


"Makasih Vi...makasih banyak,..aku berjanji akan selalu mengenakan jam ini, hingga ajal menjemput ku.."


"Kamu jangan pernah khawatir, aku tidak akan pernah meninggalkan mu."


"Selama nya tidak akan ada yang pernah bisa menggantikan posisi mu di hati ku.."


"Viona kamu bersabarlah sedikit, aku pasti akan segera menemui mu, dan membawa mu kembali ke sisi ku.."


"Maafkan aku Vi...kamu jadi menderita karena ketidakmampuan ku menjaga dan melindungi mu.. dengan baik.."


gumam Andi seorang diri sambil menatap langit-langit kamar nya.

__ADS_1


Kemudian dengan hati-hati membuka lipatan surat itu kembali dan membaca ulang isi surat yang Viona kirimkan untuk nya.


__ADS_2