AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
MENCARI KE SASANA


__ADS_3

Setelah semua beres Andi baru mengirim pesan ke Violin.


"Lin mulai saat ini Dody Rina maupun kamu, tidak perlu berpikir soal sarapan pagi lagi."


"Kak Andi sudah bekerja sama dengan kantin Mimi di tempat Dody dan Rina bersekolah, mereka bisa bebas sarapan di sana."


"Sedangkan yang kamu, ada di kantin Bu Atin, di sana kamu juga bebas milih sarapan.."


"Jaga dirimu dan adik mu baik baik, fokus sekolah yang baik harapan kakak cuma satu, bila kelak kamu bisa jadi dokter sukses."


"Itu sudah merupakan balasan terbaik buat kakak..."


Andi hari itu tidak bekerja, dia sudah mengabari ko Ahong lewat telpon.


Andi menghabiskan waktu hampir setengah harian mencari kost baru.


Akhirnya Andi menemukan kost yang cocok dengan keuangan dan tidak terlalu jauh dari kampus.


Barang bawaan Andi tidak banyak, saat dia keluar dari kostnya dan pindah ke kost baru.


Setelah pindah ke kost barunya,


Andi membaringkan dirinya, sambil


menatap langit-langit kamar.


Andi terbayang semua ucapan dan sikap mama Viona semalam.


Sambil termenung, Andi bergumam kecil seorang diri,


"Lin maafkan kakak, kakak tidak ingin timbul pikiran dan salah paham yang bukan bukan, mulai saat ini kakak akan mengurangi intensitas untuk bertemu dengan mu."


"Hal ini agar kamu bisa lebih konsentrasi dengan sekolah mu.."


gumam Andi seorang diri.


"Semoga kamu mau mengerti keputusan yang kakak ambil ini.."


Andi sudah mengambil keputusan setelah berpikir semalaman.


Dia akan menjauhi Violin, Andi tidak mau mama Viona berkhawatir dan salah paham terhadap dirinya dan Violin.


Selain itu Andi juga takut anak kecil itu, nanti terpengaruh dan menyukainya.


Andi takut Violin tidak bisa membedakan mana kasih sayang seorang kakak, mana kasih sayang pria dan wanita, nanti bila campur aduk itu bisa berdampak buruk bagi Violin.


Andi ingin Violin fokus belajar, agar kelak bisa jadi orang sukses.


Tidak perlu mengalami nasib seperti dirinya dan Viona, bukan hanya Asmara yang kacau balau, bahkan perkuliahan mereka pun ikut kacau.


"Lin kamu harus mengerti maksud dan niat baik kakak, semua ini untuk kebaikan mu.."


ucap Andi seorang diri.


Sementara itu Violin sendiri setelah bangun tidur, dia melakukan aktivitas seperti biasanya, mengurus kedua adiknya, lalu berangkat ke sekolah bersama kedua adiknya.

__ADS_1


Meski masih kesal dengan sikap mama nya semalam, tapi Violin tidak lupa berpamit pada mama nya sebelum berangkat ke sekolah.


Saat tiba di sekolah, Violin baru merasa ada yang sedikit tidak seperti biasanya.


Andi kembali tidak datang menemuinya, juga tidak datang mengantar sarapan untuknya.


Malahan tidak lama kemudian Bu Atin yang datang mengantar sarapan untuknya ke kelas.


"Nak Violin mulai saat ini, ibu akan selalu antar sarapan kemari, buat nak Violin, sesuai pesan dari Andi kakak' mu..'


ucap Bu Atin sambil meletakkan sepiring gado gado di hadapan Violin.


"Kak Andi kapan kemari Bu..?"


tanya Violin sambil mulai sarapan.


"Oh nak Andi pagi-pagi sekali, pas ibu buka kantin, dia langsung datangi ibu, dan sudah melakukan kontrak bulanan untuk sarapan nak Violin..'


ucap ibu Atin menjelaskan, setelah itu dia buru-buru kembali ke kantin nya lagi.


Violin berpikir dia lah yang berpikir terlalu banyak, Andi masih tetap sama, masih tetap perhatian padanya sama sekali tidak terpengaruh dengan sikap mamanya semalam.


Dia meneruskan sarapannya dengan hati riang sambil membayangkan nanti sore dia akan main ke kost Andi dan membantunya mengoleskan obat luka buat Andi.


Dengan demikian rasa bersalahnya, atas sikap mamanya yang kelewatan akan sedikit berkurang.


Selesai sarapan Violin mengeluarkan Hp nya ingin mengirim pesan ucapan terima kasih ke Andi.


Tapi dia malah menerima pesan ada dana masuk 100 juta ke rekeningnya, setelah di cek pengirim nya lagi lagi adalah Andi.


Tapi saat membaca pesan dari Andi wajahnya langsung berubah.


Dengan panik Violin menyambar tasnya, dia langsung berlari meninggalkan kelasnya.


Mengambil motor kemudian langsung tancap gas kearah kost Andi.


Sampai di kost Andi, Violin melihat kost yang masih sepi, hanya ada pengurus kost yang sedang menyapu halaman rumah.


Motor Andi juga tidak terlihat ada di sana, Violin segera mendatangi bik Umi pembantu pengurus kost Andi.


"Pagi bik Umi."


sapa Violin ramah.


Bik Umi mengangkat kepalanya menatap Violin dengan heran dan berkata,


"Ya ada apa non..?"


"Bik kak Andi ada di kost..?"


Bik Umi menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Nak Andi pagi-pagi tadi sudah pindah dari kost ini.."


Mendengar ucapan bik Umi, Violin berdiri mematung sesaat hatinya terasa kosong. seperti ada sesuatu yang begitu penting telah hilang dari sisinya.

__ADS_1


Semua kebahagiaan dan kegembiraan yang mulai muncul menghiasi hidupnya, kini sirna tak berbekas.


Hatinya terasa hampa dan sangat perih, kedepannya dia akan semakin kesepian, dan semakin sulit bila mau bertemu lagi dengan Andi.


Kini firasat nya menjadi kenyataan, Andi pasti ingin menjauh darinya, setelah ucapan dan sikap ibunya semalam.


Setelah bingung sesaat, Violin pun bergegas meninggalkan kost lama Andi.


Di saat bersamaan Violin berpapasan dengan Ronaldo yang baru pulang dari lari pagi.


"Ehh Violin, tumben pagi pagi kemari ? kamu gak sekolah..?"


tanya Ronaldo heran.


Tapi Violin sama sekali tidak menanggapinya, dia sedang bad mood, galau dan terburu-buru ingin segera menemukan Andi dan berbicara dengan nya.


Violin langsung menyalakan motornya, lalu pergi begitu saja meninggalkan kost Andi.


Dia langsung menuju Sasana TAH, tempat Andi bekerja dan berlatih.


Ronaldo berdiri dengan bengong, melihat sikap Violin yang berbeda jauh dengan sikapnya saat mereka bertemu kemaren sore.


"Bi kenapa dia, kok terlihat buru-buru dan panik."


tanya Ronaldo ke bik Umi.


"Dia datang nyari den Andi, den Andi sudah pindah kost, dia pun pergi, apa anehnya.."


"Kalau dia datang pagi-pagi datang mencari mu, itu baru aneh.."


ucap bik Umi cuek.


"Idihh ...! pagi pagi udah nyolot salah makan obat ya loe.."


ucap Ronaldo BT, lalu langsung kembali ke kamarnya.


BI Umi tersenyum lebar berhasil membalas Ronaldo yang biasanya suka meledeknya, dan suka jadikan dia sebagai obyek candaan.


Violin saat tiba di sasana, suasana di sasana terlihat sepi.


Hanya ada ko Ahong yang sedang sarapan sambil saling suap dengan sekretaris nya Maria yang bahenol.


Ko Ahong dan Maria menghentikan sarapan mereka, saat melihat ada anak sekolah pagi pagi datang ke Sasana.


"Ada apa dek ? apa ada yang bisa di bantu ?"


tanya ko Ahong heran.


"Ko maaf mengganggu, apa Andi ada..?"


tanya Violin penuh harap.


"Andi tadi nelpon ijin gak masuk, ada apa ya, adek mencari Andi.?"


"Jangan jangan mau minta tanggung jawab ya ?"

__ADS_1


ucap Ahong polos sambil melihat kearah perut Violin.


__ADS_2