AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
RONALDO TEMAN SATU KOST ANDI


__ADS_3

Andi sangat salut dengan sikap Bu Norman yang begitu toleran terhadap kesulitan orang lain juga sangat memperhatikan kesulitan warganya.


Saat ini orang seperti Bu Norman adalah orang langka, biasanya orang yang bersikap seperti ini akan muncul bagaikan jamur ataupun rumput liar di musim hujan.


Bila mendekati masa pemilihan menjadi kepala daerah ataupun menjadi pejabat wakil rakyat.


Tapi setelah terpilih mereka akan menghilang tanpa jejak dan sulit di temui.


Mereka akan sibuk dengan urusan menumpuk kekayaan buat diri sendiri dengan jabatan mereka.


Dan sudah lupa dengan sumpah dan janji mereka sebelum pemilihan.


"Terimakasih banyak Bu Norman atas pengertiannya, maaf saya masih perlu sedikit merepotkan Bu Norman."


"Saya yakin di antara para ibu ibu dan bapak bapak masih banyak yang belum terima pelunasan, nanti bila mereka datang tolong di bantu rekap siapa saja dan berapa total hutang nya."


"Biar nanti saya transfer ke Bu Norman dan Bu Norman bantu saya bayarkan ke mereka.."


Bu Norman tersenyum dan menganggukkan kepalanya sambil berkata,


"Bila nak Andi percaya pada saya, saya tidak akan menolaknya.."


"Ohh ya kalau boleh tahu, apa hubungannya nak Andi dan keluarga Wiliam Lin..?"


"Maaf ya ibu jadi kepo dan banyak bertanya.."


Andi tersenyum dan berkata,


"Tidak apa-apa Bu, saya bukan siapa-siapa keluarga Wiliam Lin, saya hanya teman baik satu kuliah dengan putrinya Viona.."


Bu Norman mengangguk paham, sambil tersenyum dia berkata,


"Viona sungguh beruntung bisa punya teman seperti anda, anak itu tidak tahu di kehidupan sebelumnya menanam pahala baik seperti apa.'


"Sehingga di kehidupan ini bisa bertemu dengan anak baik seperti nak Andi."


"Ahh Bu Norman berlebihan, justru Bu Norman lah yang patut di puji dan di kagumi kebijakan dan jiwa toleransinya."


"Ha ha nak Andi bisa saja, membuat kepala nenek tua ini jadi besar... sebentar nak Andi, biar saya ambilkan kunci motor anda.."


ucap Bu Norman sambil tertawa dan berjalan pergi mengambil kunci motor buat Andi.


Setelah menerima kunci motor dan berpamitan,


Andi pun langsung meninggalkan kediaman Bu Norman, langsung kembali ke kostnya.


Sedangkan Violin sepanjang perjalanan pulang ke rumah, hingga jelang sore.


Terus menanti telpon dari Andi, tapi Andi tak juga kunjung mengabarinya dan mengajak nya mengunjungi rumah Bu Norman.


Akhirnya menunggu sampai jam 5 sore, Violin sudah tidak bisa sabar lagi.


Dia seorang diri langsung mendatangi kediaman Bu Norman, ingin menanyakan motor Andi yang di tahan di sana.

__ADS_1


Habisnya Andi di telpon tidak di angkat, di kirimi oesan juga tidak membalas.


Hal ini membuat Violin jengkel sekaligus penasaran.


Setelah berpesan kepada kedua adiknya untuk jaga rumah dan tidak pergi sembarangan sebelum dia pulang.


Violin pun tiba di depan halaman rumah Bu Norman, secara kebetulan violin menemukan Bu Norman sedang menyiram tanaman.


Dengan sopan Violin menyapa basa basi ke Bu Norman,


'Selamat sore Bu.."


Bu Norman mengangkat wajahnya menatap kearah Violin dan berkata,


"Selamat sore juga Violin, apa kabar ?"


"Baik Bu..."


ucap Violin bingung tidak tahu mau mulai bicara darimana.


Melihat hal itu, Bu Norman pun berkata,


"Ada masalah apa katakan saja nak Violin jangan sungkan."


Violin mengumpulkan keberanian mengeraskan hati nya, kemudian baru berbicara.


"Begini Bu..teman saya Andi kemaren motornya di tahan di sini gara gara hutang keluarga kami.."


"Aku ingin meminta ibu mengembalikan motornya, karena antara kami dan dia tidak punya hubungan apa-apa.."


ucap Violin berbicara dengan sedikit emosi.


Bu Norman hanya tersenyum sabar, dan terus mendengarkan hingga selesai tanpa memotong pembicaraan Violin sedikitpun.


Setelah Violin selesai Bu Norman sambil tersenyum baru berkata,


"Nak Violin, motor nak Andi sudah di kembalikan, dia pun sudah melunasi hampir sebagian besar hutang keluarga mu.."


"Jadi dalam hal ini, sebenarnya semua sudah beres.."


ucap Bu Norman menjelaskan dengan sabar


Mendengar hal ini, wajah Violin sedikit pucat.


Dia tidak percaya dan tidak habis pikir mengapa Andi melakukan semua itu sendirian tanpa menghubunginya sama sekali.


Mengapa Andi tidak menepati janjinya semalam, mengapa Andi tidak menghubunginya.


Apa salahnya, apa Andi sedang marah kesal dan kecewa dengan nya.


Semua pertanyaan ini berkelebat di dalam pikirannya tanpa jawaban, setelah termenung sesaat.


Violin pun kemudian berkata,

__ADS_1


"Terimakasih atas informasinya,.maaf mengganggu waktu santai ibu, kalau begitu saya pamit permisi dulu Bu..."


Bu Norman tersenyum ramah dan berkata,


"Hati hati di jalan nak Violin.."


Violin mengangguk sambil mengenakan helmnya, lalu motor nya melaju meninggalkan kediaman Bu Norman langsung menuju kost Andi.


Violin sangat penasaran, sebelum bertemu dan berbicara langsung dengan Andi.


Penasaran di hatinya tidak bakal bisa hilang dan hal ini akan membuatnya tidak nyaman dan tidak bisa tenang.


Violin belum pernah datang ke kost Andi, dia hanya mengira ngira saja lokasi daerahnya, sambil muter-muter keliling memperhatikan dari kost yang satu ke kost yang lain.


Akhirnya Violin berhasil menemukan kost Andi berkat motor Andi yang terparkir di halaman kost tersebut.


Andi yang baru saja mau berangkat kuliah, saat melihat kedatangan Violin, dia terpaksa kembali ke kamarnya bersembunyi.


Andi tidak tahu mau bagaimana menghadapi Violin yang kini datang mencarinya sampai ke kost.


"Ahh anak ini mengapa begitu keras kepala dan mirip dengan kakak nya, bila sudah ada maunya.."


dumel Andi dalam hati.


Violin turun dari motornya, melepaskan helmnya, meski rambutnya sedikit terurai dan agak kusut karena helm yang dia kenakan.


Tapi dia tetap terlihat sangat cantik mempesona, meski masih kecil tapi garis garis kecantikannya mulai terlihat jelas.


Violin berjalan memasuki halaman kost Andi sambil berkata


"Permisi...!"


"Ya ada apa...?"


jawab seorang asisten pengurus kost kostan tempat Andi tinggal.


"Maaf Bu mau tanya, apa ini motor Andi Huo ? apa Andi Huo kost di sini..?'


Pembantu itu mengangguk dan berkata,


"Benar,.. ada apa ya.kalau boleh tahu..?"


"Ini saya teman nya kak Andi, saya datang kemari ingin bertemu dan berbicara langsung dengan nya, "


ucap Violin yang tidak mungkin membicarakan hal pribadi yang tidak ada hubungannya dengan orang di depannya ini.


"Ahh bik.Umi kelamaan, sini saya tunjukkan kamar Andi.."


ucap seorang pemuda yang baru keluar dari kost dan mendengar pembicaraan Violin dan pengurus kost yang bernama Umi itu.


"Kenalkan nama ku Ronaldo, "


ucap pria itu sambil mengulurkan tangannya kearah Violin.

__ADS_1


Begitu melihat wajah Violin yang cantik, Ronaldo langsung tertarik dan ingin mengenal Violin lebih dekat.


Dia langsung menggunakan alasan mengantar Violin bertemu Andi untuk berkenalan.


__ADS_2