
Setelah memenangkan pertandingan final, Sarah lagi-lagi dengan heboh nya kembali memeluk Andi.
"Seperti ketagihan tuh orang berdua..."
umpat Viona kesal.
Apaan sih Vi..?"
tanya Santi heran.
"Ahh bodo..."
jawab Viona asal.
Kemudian dia langsung berdiri meninggalkan bangku penonton berlari ketengah lapangan.
Dia tidak lagi memperdulikan tatapan heran orang-orang, dia langsung berlari mendekati Andi.
Andi yang tidak pernah melepaskan perhatian nya dari Viona, tentu menyadari Viona sedang menghampiri mereka.
"Sar udah dulu ya perayaan nya, kita ke pinggir Yuk, Viona sedang menunggu ku.."
bisik Andi pelan.
"Ohh ya..maaf di... aku terlalu gembira maaf.."
ucap Sarah tersipu malu.
Sarah buru-buru melepaskan pelukannya, kemudian mengambil raketnya berjalan pergi menyalami wasit To To dan Lola.
Di luar Sarah terlihat tersenyum, padahal di dalam hati sangat kesal.
Karena gara-gara kehadiran Viona Andi telah merusak kesenangannya barusan.
Viona sampai di hadapan Andi sambil merentangkan sepasang tangannya, menyambut Andi dan berkata,
"Selamat ya di,... kamu akhirnya memenangkan pertandingan ini.."
Andi Tersenyum lebar tanpa prasangka apapun, dia maju memeluk Viona dan mengangkatnya berputar-putar.
Viona sedikit kaget, tapi kemudian dia tertawa gembira, saat Andi menurunkan dan berhenti berputar.
Dia baru dengan gemas mencubit pinggang Andi dengan gemas sambil berkata,
"Enak ya mencuri kesempatan memeluk si bahenol sampai dua kali..rasakan ini...!"
Andi tubuhnya menegang menahan sakit, tapi dia tidak berani bersuara hanya bisa meringis saja.
"Maaf sayang aku..aku...maaf ya...dia.."
ucap Andi terputus-putus menahan sakit.
"Sekali ini ku maafkan, lain kali kalau masih berani lagi akan tahu rasa.."
ucap Viona gemas sambil melepaskan cubitan nya .
Lalu sambil Tersenyum manis Viona merangkul lengan Andi menariknya ke pinggir lapangan.
__ADS_1
Santi yang melihat tingkah kedua sahabatnya, hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.
Andi hanya bisa tersenyum tak berdaya, menanggapi sifat kekasihnya yang cemburuan.
Andi duduk di pinggir lapangan bersama Viona Sarah dan Santi sambil menunggu panggilan untuk penerimaan hadiah.
Viona meski agak cemburuan dan gampang ngambek, tapi dia sangat perhatian.
Dia membuka sebotol air mineral dan memberikan ke Andi, dia juga menggunakan handuk bersih kecil membantu membersihkan keringat di wajah Andi dengan mesra.
Andi sambil minum memperhatikan setiap gerak-gerik kekasih pujaan nya.
Hatinya terasa sangat bahagia dan hangat, saat merasakan perhatian yang diberikan oleh Viona.
"Vi aku seperti sedang mimpi, dan aku sangat takut harus segera sadar dari mimpi ku dan harus menerima kenyataan kita tidak bisa bersama-sama lagi.."
batin Andi di dalam hati.
Andi tentu hanya bisa menyimpan perasaan nya dalam hati, dia tidak mungkin mengungkapkan nya.
Karena Viona pasti akan kembali sedih, bila teringat hal itu, Andi harus berusaha sebisa mungkin dalam beberapa hari ini, jangan pernah membuat Viona bersedih.
Akhirnya nama Andi dan Sarah di panggil, untuk maju kedepan menerima penyerahan hadiah pertandingan ini.
Setelah juara ketiga dan kedua mendapatkan piala, Andi dan Sarah pun menerima hadiah mereka.
Yang berupa sebuah piala dan selembar cek tunai sebesar 30 juta rupiah.
Setelah berfoto bersama sebentar, Andi Sarah, To To Lola Wi Wi dan Lili pun, di perbolehkan kembali ketempat masing-masing.
Andi Viona Sarah dan Santi pun meninggalkan lapangan, berjalan menuju tempat parkir mobil Sarah.
Baru saja mereka hendak masuk ke mobil Sarah, terdengar suara orang memanggil mereka dari belakang.
"Hei kalian tunggu..!!"
Andi yang sedang berjalan bergandengan tangan dengan Viona menghentikan langkahnya menoleh ke belakang.
Sekali lihat Andi pun tahu yang memanggil mereka pasti tidak punya niat baik.
"Vi kamu dan yang lain nya masuk kedalam mobil, apapun yang terjadi jangan keluar dari mobil.."
bisik Andi ke Viona sambil mendorong pelan Viona segera masuk kedalam mobil.
"Kamu sendiri gimana ?"
tanya Viona cemas.
"Tidak usah khawatir segera hubungi polisi saja.."
ucap Andi tenang berusaha meyakinkan Viona dan yang lainnya.
Andi lalu membalikkan badannya menatap tajam kearah 5 orang bertubuh besar, yang sedang berjalan menghampirinya.
"Apa mau kalian ?"
tanya Andi dingin.
__ADS_1
Kelima orang itu saling pandang, kemudian mereka tertawa meremehkan Andi.
Salah satu dari mereka kemudian berkata,
"Kami datang untuk memberi pelajaran pada pemuda sombong seperti dirimu.!"
"Teman-teman ayo maju..hajar dia..!"
teriak orang itu memberi perintah keteman-temannya untuk maju mengeroyok Andi.
Andi hanya tersenyum dingin dan menanggapinya dengan santai.
Ke 5 orang itu mulai melayangkan pukulan mereka yang keras, secara bertubi-tubi Kearah Andi.
Andi dengan langkah ringan menghindar dan membalas serangan ke 5 orang itu.
Setiap serangan balasan Andi pasti akan membuat seorang dari mereka tumbang merintih-rintih di atas lantai.
Tidak ada pukulan maupun tendangan dari ke 5 orang itu, yang berhasil mendarat ditubuh Andi.
Sebaliknya mereka lah satu persatu tumbang di hajar oleh Andi.
Sementara itu Sarah Viona Santi, yang berada di dalam mobil diliputi ketakutan dan cemas.
Mereka khawatir terjadi apa-apa dengan Andi, tapi saat melihat Andi berhasil menghajar ke 5 orang itu.
Mereka menjadi lebih tenang, sekarang mereka tinggal menunggu polisi datang ke lokasi.
Karena sejak masuk kedalam mobil, Sarah sudah dengan cepat menghubungi polisi meminta bantuan.
Ke lima orang yang berhasil di jatuhkan oleh Andi tampak belum puas.
Mereka segera mencabut golok, yang mereka selipkan di pinggang mereka.
Melihat hal ini Viona dan yang lainnya mulai menjerit ketakutan, mereka sangat mencemaskan Andi.
Tapi mereka tidak tahu harus berbuat apa saat ini, selain menjerit ngeri saat melihat cahaya golok berseliweran terarah ke Andi.
Andi tetap tersenyum dingin dan tetap bersikap tenang menghadapi kelima golok yang sedang ditebaskan kearahnya.
Saat golok sudah dekat, Andi baru menggeser kakinya menghindari tebasan golok yang datang.
Di saat bersamaan dengan kecepatan yang tak terduga, Andi membalas serangan mereka satu persatu dengan tangan kosong.
Satu persatu para pengeroyok yang menggunakan golok kembali tumbang, sekali ini kondisi mereka lebih parah.
Kalau tidak engsel pundak terlepas, tentu sambungan lutut mereka yang terlepas.
Tiba-tiba dari arah kegelapan, seseorang dengan wajah tertutup kain melompat keluar, dan langsung melancarkan serangan bertubi-tubi, yang sangat teratur dan mematikan kearah Andi.
Andi dapat merasakan angin pukulan dan pola serangan orang ini, datang dari seorang yang terlatih dengan baik.
Setelah beberapa kali menghindar dari serangan orang tersebut, Andi mulai membalasnya.
Lawan Andi cukup hebat, dia berhasil menangkis dan menahan serangan balasan dari Andi.
Tapi Andi berhasil menarik penutup mukanya, dengan gerak tipu tendangan ke perut secara mendatar, sambil mencengkram kain penutup wajahnya dan menariknya hingga terlepas.
__ADS_1