
James setelah tangannya ditepis oleh Santi, dia terpaksa membiarkan sepasang tangannya tergantung di kedua sisi badan nya.
Tidak berani mencoba mengulangi gerakan nya lagi.
Setelah tangis nya sudah mulai reda, Santi baru berkata,
"Mengapa,..? mengapa kamu menipu ku selama itu ? mengapa kamu tega membiarkan perasaan ku tersiksa selama ini..?"
James menghela nafas panjang dan berkata,
"Apapun alasannya dalam hal ini, dari awal hingga akhir, semua adalah salah ku.."
"Alasan ku tidak menceritakan nya pada mu, aku tidak ingin kamu membenci ku.."
"Aku tidak ingin kamu pergi meninggalkan ku.."
"Aku terlanjur sayang dan sangat mencintai mu, aku menjadi egois dan sangat takut kehilanganmu."
"Bila kamu tahu semua nya..aku sangat takut akan benar-benar kehilangan dirimu.."
"Maaf.."
ucap James dengan kepala tertunduk, tidak berani menatap wajah istrinya.
Beberapa saat kemudian James pun berkata,
"Semua ini bermula, saat malam itu ketika aku tiba di kota B, aku dalam keadaan terluka parah terkena racun musuh.."
"Obat yang ku minum untuk menahan rasa nyeri dan sekaligus penawar racun, memiliki efek samping seperti obat perangsang.."
"Agar luka dalam ku, yang keracunan bisa pulih, aku mesti mendapatkan penyalurannya.."
"Bila tidak obat itu akan menjadi racun yang menyerang balik ke tubuh ku..'
"Malam itu sebenarnya, aku sudah membawa gadis bayaran untuk menemani ku.."
"Tapi tidak tahu kenapa, di detik terakhir aku kehilangan selera.."
"Aku memutuskan membayarnya, lalu meninggalkan tempat itu begitu saja..."
"Hingga saat aku kembali kerumah masuk ke kamar ku, yang gelap gulita.."
"Aku malah menemukan mu di sana, antara sadar dan tidak aku pun melakukannya pada mu.."
"Begitulah ceritanya,.. maafkanlah aku.."
ucap James dengan wajah penuh rasa bersalah.
Santi masih menangis sedih di dada James.
Melihat kesedihan istrinya.
James yang tidak bisa menahan diri, melihat kesedihan Santi.
Dia mengeluarkan sepucuk pistol Glock.
Pistol tersebut James tempelkan di keningnya dan berkata,
"Jangan menangis dan bersedih lagi sayang, itu semua salah ku."
"Bila ini bisa membuat rasa kesal dan kecewa mu berkurang, aku akan menebusnya, agar kamu tidak perlu melihat bajingan seperti ku lagi..'
ucap James sambil memejamkan matanya, bersiap menarik pelatuk pistol di tangan nya.
Tapi gerakan nya terhenti, karena Santi dengan sigap telah mengigit tangannya, lalu merampas pistol itu dari tangan nya dan melemparkannya ke kasur.
Santi sekali lagi memberikan tamparan ke wajah James, lalu dia menggunakan jari jempolnya dengan lembut menghapus darah di sudut bibir James.
Santi kemudian sambil sedikit berjinjit, menarik wajah James menunduk kebawah.
__ADS_1
Dia lalu menyatukan bibirnya ke bibir James, Santi meluapkan perasaan benci tapi rindu nya, kepada James lewat ciuman panjang dan mesra itu.
Setelah melepaskan ciuman panjang yang membuat nafasnya terengah-engah.
Santi memegangi wajah James dan menatap matanya James lekat lekat kemudian berkata.
"Berjanjilah padaku, jangan pernah berdusta lagi padaku.."
"Jangan pernah meninggalkan aku dan anak ini lagi.."
James dengan cepat menganggukkan kepalanya, dengan penuh semangat.
Mereka berdua saling pandang, lalu mereka sama-sama tersenyum bahagia dan mereka kembali berciuman mesra.
"Sejak hari itu kami selalu berpindah kesana-kemari untuk menghindari kejaran dari musuh musuh ku.."
"Dan di sinilah kami menetap paling lama hampir setahun lebih, mereka tidak pernah berhasil menemukan kami.."
"Hari ini mereka berhasil menemukan keberadaan kami, karena pembantu kami sedang sakit.."
"Sehingga Santi dan putra ku Ivan, terpaksa turun kepasar sendiri untuk belanja.."
"Karena faktor inilah yang mungkin, membuat mereka berhasil menemukan kami..'
ucap James sambil menatap Andi dan menutup ceritanya.
"Nah sekarang giliran mu, untuk bercerita.."
ucap James menagih janji.
Andi tersenyum dan berkata,
"Hari sudah malam, perut ku lapar, kita makan dulu."
"Setelah itu kita juga harus bersiap-siap segera tinggalkan tempat ini.."
James menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Sudah cukup 5 tahun ini, aku berlari kesana-kemari, hari ini mereka menemukan persembunyian ku di sini.."
"Ini berarti sudah tiba saatnya, aku keluar untuk membalas semua nya.'
"Mereka berani datang jangan harap bisa keluar hidup hidup dari sini.."
ucap James tersenyum dingin.
"Apa yang sedang kamu rencanakan ?"
tanya Andi sedikit terkejut.
James tersenyum dan berkata,
"Kedatangan mu, dengan kondisi dan kekuatan seperti ini, ini adalah satu anugerah bagi ku.."
"Tadinya aku berencana mengungsikan Santi dan Ivan dengan di kawal oleh Monica."
"Sedangkan aku dan kakaknya Monica akan menyambut mereka di sini.."
"Tapi dengan kedatangan mu, membuatku jauh lebih tenang, kamu tolong temani Santi Ivan mengungsi dari sini.."
"Kemana tujuannya biar Monica yang atur, aku sudah merencanakan tempat perlindungan untuk kalian.."
"Monica masih punya kakak ?"
tanya Andi heran.
James tersenyum dan berkata,
"Kalau bertemu kamu pasti mengenalnya, dia lah pemilik underground tempat kamu mencari uang dulu.."
__ADS_1
Andi mengerutkan alisnya dan berkata,
"Buat apa aku mencari uang di sana ?"
"Maaf aku sudah tidak punya memori lama.."
James melihat reaksi Andi dia jadi teringat, keadaan Andi.
Dia buru-buru mengalihkan topik pembicaraan dan berkata,
"Ayo kalau lapar kita kedalam cari makan, urusan masa lalu bila gak ingat, ya tak perlu diingat."
Karena James sudah bergerak masuk kedalam rumah, Andi pun berjalan mengikutinya dari belakang.
James membawa Andi menuju meja makan yang terletak di ruangan dapur.
Di sana terlihat Ivan sudah bangun dan mandi bersih, Monica duduk menemani Ivan di sampingnya.
Sedangkan Santi terlihat mengenakan celemek dapur, sedang mencuci peralatan bekas masak.
James berkata pada Andi,
"Duduklah sebentar di,.."
Lalu James melangkah lebar, menghampiri Santi dan berkata,
"Sayang kamu duduk dan temani mereka makan.. urusan di sini serahkan pada ku.."
Santi menatap suaminya dengan senyum manja dan menggelengkan kepalanya.
Tapi James tidak memperdulikan nya, dia melepaskan celemek yang di kenakan Santi.
Lalu dia mengenakan nya kedirinya sendiri, lalu dia memutar tubuh Santi dan mendorongnya menuju meja makan.
Setelah itu James pun kembali melanjutkan pekerjaannya Santi, mencuci peralatan masak yang belum selesai.
Santi dengan senyum malu malu membuka tutup masakan nya, yang ternyata adalah sebaskom mi instan.
"Maaf ya di,.. aku cuma bisa masak ini menjamu kamu.."
ucap Santi tersenyum malu..
Andi tersenyum lebar dan berkata,
"Tidak masalah, ini juga enak,.. "
"James kita duluan ya..!"
ucap Andi.
James menoleh dan berkata,
"Jangan sungkan, tapi jangan di habiskan sisakan semangkuk untuk ku.."
"Itu adalah mie cinta kesukaan ku.."
ucap nya sambil kembali meneruskan mencuci.
Santi dengan wajah merah padam, berkata.
"Jangan dengarkan ocehannya, gak benar itu.."
"Yuk di,.. kita makan.."
ucap Santi sambil mengambil mangkuk dan mengambilkan nya buat Andi.
Setelah itu dia mengambilnya lagi buat Monica dan Ivan, baru dia mengambilnya sedikit buat dirinya sendiri.
Tak lama kemudian James pun datang menyusul, begitu duduk dia langsung berkata,
__ADS_1
"Ayo di tambah lagi."