AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
KOST LAMA ANDI.


__ADS_3

Viona mengangguk dan berkata,


"Terserah kamu, yang penting jangan sampai sakit.."


Andi tersenyum dan berkata pelan,


"Asalkan kamu selalu ada di samping ku, aku pasti akan selalu sehat.."


"Nah siomay nya masih ada, yuk kita makan.."


ucap Andi sambil menyuapi Viona, sedangkan Viona menyuapi Andi.


Mereka berdua saling suap dan makan sepiring berdua sambil tersenyum bahagia.


Setelah siomay habis teh botol habis, Viona pun berkata


"Di,.. aku ingin lihat kost lama ku, setelah itu kita baru ke perpustakaan boleh..?"


Andi mengangguk dan berkata,


"Boleh, tentu boleh, kamu mau di gendong kesana..?"


Viona tersenyum simpul dan berkata,


"Kamu mau..?"


Andi langsung berjongkok memunggungi Viona dan berkata,


"Naiklah,. pertama kali kamu mabuk jadi tidak bisa merasakannya, sekarang aku akan menggantinya okay..?"


Viona melingkarkan tangannya didada Andi, lalu nemplok di punggung Andi sambil tertawa gembira.


Andi sambil menggendong Viona dia berkata pada pelayan di kantin,


"Aku titip kursi roda nya ya mbak,.."


"Ok kak gak masalah, kami akan bantu urus.."


ucap pelayan itu ramah.


"Makasih ya mbak.."


"Sama sama kak,.."


ucap pelayan itu santai.


Andi menggendong Viona melewati koridor bagian samping kampus menuju gerbang belakang kampus.


Keluar dari gerbang belakang kampus, Andi berjalan di jalan yang hanya bisa di lewati dua mobil, menuju tempat kost lamanya Viona dan Santi.


Masih tidak banyak perubahan, Andi dan Viona hanya menatapnya dari luar tanpa bisa masuk.


Karena aturan kost itu sangat ketat, apalagi Viona kini bukan penghuni kost itu lagi.


Demi alasan keamanan penghuni saat ini petugas jaga, tidak mengijinkan Andi dan Viona untuk masuk.


Mereka berdua hanya melihat nya sebentar, lalu mereka pun berjalan pelan kembali lagi ke kantin..


Dari kantin Andi kembali mendorong kursi roda Viona menuju perpustakaan.


Di sini pun mereka hanya bisa duduk di kursi yang di sediakan di depan gedung perpustakaan.

__ADS_1


Mereka bukan lagi anggota kampus jadi tidak bisa bebas keluar masuk.


Saat duduk di bangku itu, Andi dan Viona sama sama terkenang kemesraan dan kesedihan perpisahan mereka.


Tapi sesaat kemudian Andi memeluk bahu Viona dan berbisik,


"Syukuri saja kebahagiaan kita saat ini, yang lalu biar berlalu terbawa angin.."


Viona mengangguk dan tersenyum lembut sambil memegang tangan andi.


"Di,.. main ke kost mu yuk,.."


Andi mengangguk dan berkata,


"Yuk,..kita lanjut ke sana baru ke kantin Ria.."


Andi kembali mendorong kursi roda Viona meninggalkan kampus, menuju halaman parkir.


Tak lama kemudian mobil Andi pun meluncur menuju kost lama nya yang letaknya tidak terlalu jauh dari kampus.


Andi mengajak Viona mengunjungi ibu bapak kost nya sekedar bertamu ngobrol sebentar.


Karena kebetulan kamar bekas kost Andi dulu kosong.


Andi pun menyewa nya untuk hari itu.


Sehingga Viona dan dia bisa berbaring di dalam kamar itu melepas lelah.


Sekaligus mengenang masa lalu dan kemesraan mereka berdua dulu.


Dimana kamar ini sempat menjadi saksi bisu kemesraan mereka berdua..


Kini mereka berdua kembali mengulanginya.


"Di,.. bila di beri kesempatan untuk mengulang nya, apakah kamu akan memanfaatkan momen waktu itu,.. untuk melakukan nya..?"


tanya Viona sambil membelai dada Andi.


Andi dengan tegas menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak Vi, keputusan ku tetap sama, kamu adalah kisah terindah dalam hidupku.."


"Aku tidak bakal merusaknya, Hal yang bisa merusak masa depan mu, aku tidak mungkin bisa melakukannya.."


"Apa kamu tidak menyesal akhirnya aku malah jatuh ketangan orang lain..?"


tanya Viona pelan.


"Aku bersedih,.. tapi aku tidak menyesal, aku menghargai pilihan mu, aku hanya menginginkan satu hal.."


"Aku ingin melihat mu bahagia.."


"Ada satu hal yang sempat ku sesali, aku waktu di kediaman James, tidak memaksa mu menjadi milikku, membiarkan mu pergi begitu saja dari ku.."


"Itulah kesalahan ku,..tapi itu sudah berlalu, yang penting saat ini kamu sudah kembali lagi kesisiku.."


"Saat inilah yang paling penting, kita harus hargai setiap detik setiap waktu kebersamaan kita.."


ucap Andi sambil mencium kepala Viona dengan lembut.


Viona tersenyum bahagia dan berkata,

__ADS_1


"Kamu benar di,..kita harus hargai waktu kebersamaan ini, meski singkat tapi kita harus menikmatinya.."


"Jangan pesimis Vi,.. percayalah keajaiban selalu akan ada, buktinya dokter mengatakan hari ini.."


"Perkembangan kesehatan mu mulai membaik.."


ucap Andi cepat.


Viona tersenyum dan berkata,


"Semoga saja bisa sesuai harapan kita, tuhan mengasihani kita, sehingga memberi waktu bonus lebih buat kita.."


"Di pernahkah kamu menyesal setelah mengenal ku dan menjalani percintaan pasang surut yang begitu sulit penuh pengorbanan.."


"Hingga pada akhirnya kita tidak bisa melakukan apa yang selayaknya di lakukan pasangan suami istri, punya keturunan, punya keluarga kecil yang bahagia.."


"Seperti yang kamu pernah cita cita kan.."


Andi tersenyum dan berkata,


"Tidak Vi jawaban ku tetap sama, dari awal hingga akhir, AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU,.."


"Di,.. aku tiba-tiba merasa lelah ngantuk ingin tidur.."


ucap Viona sambil menguap.


"Tidurlah sayang,.. aku akan menjaga mu di sini.."


ucap Andi lembut.


Viona mengangguk kecil, kemudian memejamkan matanya, dia tertidur pulas dalam pelukan Andi.


Ini adalah efek obat anti nyeri, yang dia konsumsi tadi sehabis makan siomay.


Viona harus rutin minum obat itu, bila tidak, dia pasti akan mengalami kesakitan hebat.


Andi tersenyum sedih melihat Viona yang sedang tertidur dalam pelukan nya.


Tiba-tiba di luar sana gelap kemudian hujan mulai turun semakin lama semakin lebat.


Andi mengeratkan pelukannya dan bergumam,


"Kamu dulu pernah bilang, musim dingin paling cocok untuk pasangan kekasih, karena cinta bisa menghangatkan kita.."


"Meski kamu pernah berulang kali mengingkarinya, membiarkan aku kedinginan dan kesepian seorang diri.."


"Tapi selama aku masih bernafas dan kehilangan ingatan ku, aku tetap akan berusaha menghangatkan mu dengan cinta ku bila kamu memerlukannya.."


Andi menghapus dua butir air mata yang bergulir menggantung di sisi hidungnya.


Hatinya selalu terenyuh dan bersedih, setiap melihat kondisi Viona yang memprihatinkan.


Meski kini wajahnya sudah tidak terlalu pucat dan bersedih.


Tapi tubuhnya yang kurus dan lemah tidak bisa serta merta pulih,


apalagi ada penyakit seperti itu menggerogoti kesehatan nya.


Sebenarnya Andi sangat penasaran, sebenarnya apa yang terjadi dan di lakukan oleh si bajingan tak berjantung itu.


Hingga Viona bisa seperti ini, tapi Andi tidak berani menanyakan nya, takut Viona akan ke pikiran bersedih sehingga kondisi kesehatan nya ikut terganggu.

__ADS_1


Sementara hujan di luar semakin lama semakin lebat suara petir dan kilat silih berganti.


Viona sempat gelisah, tapi bisikan dan ciuman lembut dari Andi akhirnya berhasil menenangkan diri nya.


__ADS_2