AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
BERRY PULANG DENGAN KONDISI MENGENASKAN


__ADS_3

Andi dan Carol saling pandang, kemudian mereka berdua menyusul di belakang Berry, yang terlihat kesal dan kurang puas.


Berry terlebih dahulu mengantar Carol kembali kerumahnya.


Setelah itu baru melanjutkan perjalanan kembali kerumah kontrakkannya bersama Andi.


Saat tiba di depan pintu rumah, HP di dalam saku celana Berry tiba tiba bunyi.


Berry mengeluarkan HP nya dan melihat panggilan itu berasal dari siapa.


Saat melihat panggilan datang dari Lia,. dia langsung buru-buru mengangkatnya, sambil berjalan menjauhi Andi.


Berry berkata,


"Halo ya, sayang..? ada apa..gimana.. gimana..?"


"Ok,..ok,.. aku kesana sekarang.."


selesai berucap Berry langsung buru-buru kembali masuk kedalam mobilnya.


Lalu dia memundurkan mobilnya, dengan cepat, memberikan klakson dan lambaian tangan kearah Andi.


Setelah itu mobilnya pun melaju pergi meninggalkan Andi seorang diri di depan pintu rumah.


Andi hanya menggelengkan kepalanya, lalu dia pun masuk kedalam rumah, mengunci pintu.


Setelah itu Andi langsung masuk kedalam kamar nya.


Andi yang merasa letih udah hampir 3 malam, dia tidak tidur dengan baik.


Dia pun naik ke kasurnya, berbaring meluruskan punggung, sesaat kemudian Andi pun tertidur.


Di dalam mimpinya, Andi bermimpi kembali bertemu dengan leluhurnya Huo San.


Huo San menatap Andi dengan tatapan mata marah dan berkata,


"Andi kenapa kamu tidak berlatih ilmu tenaga dalam Fu Mo Se San Cang, ? kamu menyia nyiakan potensi mu dan harapan ku, dengan membiarkan diri mu cacat.."


Andi buru-buru berlutut dan berkata,


"Maafkan aku leluhur, bukan Andi tidak mau berlatih, tapi dalam kehidupan nyata Andi tidak bisa jalan, kedua kaki Andi lumpuh.."


"Bagaimana Andi akan berlatih ?"


ucap Andi dengan wajah kecewa menyesal dan tak berdaya.


Huo San langsung menjitak jidat Andi.


"Aduh,..!"


jerit Andi merasa kesakitan..


"Dasar bodoh, kamu tidak melatihnya bagaimana kamu tahu bisa atau tidak, ? gunakan tenaga di Dan Tian mu itu.."

__ADS_1


"Edarkan keseluruh tubuh mu, termasuk syaraf syaraf di sepasang kaki mu."


"Alirkan berulang kali, setiap hari tanpa henti, di manapun kamu berada.."


"Kamu harus mencobanya, jangan mempermalukan keluarga Huo, mengerti kamu..?"


ucap Huo San sambil menatap tajam ke Andi.


Andi buru-buru membenturkan dahinya keatas lantai dan berkata,


"Terimakasih leluhur, terimakasih,.. Andi berjanji akan mencobanya.."


"Pergilah dasar menyebalkan..!"


ucap Huo San sambil mengibaskan tangannya.


Seketika Andi pun kembali terbangun dengan seluruh wajah dan tubuh basah keringat.


"Ternyata cuma mimpi..tapi kenapa aku tadi di mimpi memanggilnya leluhur ? siapa dia..?"


gumam Andi.


"Ahh sudahlah perduli siapa dia, tidak ada salahnya aku mencobanya.."


"Siapa tahu berhasil, dan aku bisa kembali berjalan, bukan kah itu baik."


Ucap Andi seorang diri, lalu dia mulai bermeditasi, menyalurkan tenaga dari Dan Tian nya, untuk di alirkan kedalam, seluruh tubuhnya.


Baru pelan pelan di alirkan kearah kakinya, Andi mencobanya berulangkali.


Andi terus mencobanya, hingga matahari terbit, Sinar matahari mulai memasuki kamarnya Andi baru menghentikan latihannya.


Andi terpaksa mengandalkan kekuatan tangan nya, agar tubuhnya bisa kembali ke kursi roda yang ada di sebelah kasurnya.


Andi sudah terbiasa dengan kegiatan seperti ini, sehingga tanpa kesulitan, dia sudah kembali duduk di kursi roda nya.


Andi menggunakan kursi roda nya pergi ke kamar mandi..


Setelah berada didalam kamar mandi Andi baru turun dari kursi rodanya seorang diri.


Setelah menjauhkan kursi rodanya, Andi baru melepaskan seluruh pakaiannya, sambil duduk di atas lantai kamar mandi.


Setelah mencuci seluruh pakaian dan celana nya dengan kedua tangannya.


Andi memasukkan semua nya, kedalam sebuah ember.


Selanjutnya Andi baru mulai mandi, menikmati air pancuran hangat yang jatuh dari shower membasahi seluruh tubuh nya.


Andi sudah lama mandiri melakukan semua ini seorang diri, sejak keluar dari rumah sakit, tanpa suster rumah sakit, ataupun Violin atau kedua orang tua nya.


Andi terpaksa mau tidak mau harus melakukan semua ini seorang diri.


Lama kelamaan Andi pun menjadi terbiasa melakukan segala sesuatu nya, seorang diri.

__ADS_1


Sambil mandi dibawah kucuran air shower, Andi kembali mencoba berlatih mengerahkan tenaga sakti nya kearah kedua kakinya.


Perlahan-lahan Andi mulai bisa merasakan kakinya ada perubahan sedikit rasa kesemutan.


Andi pun dengan penuh semangat terus berlatih sambil mandi.


Selesai mandi keluar dari kamar mandi berbalut handuk, dengan kembali duduk di kursi roda, Andi pun kembali ke kamarnya, untuk berganti pakaian.


Lalu sambil duduk santai di kasur, Andi dengan penuh semangat kembali melanjutkan latihannya.


Hingga Carol tiba, mengetuk pintu rumah Andi dari luar, Andi baru bergegas keluar dari kamar nya untuk membuka pintu.


Carol datang sambil membawa sarapan pagi buat Andi dan Berry.


Tapi berhubung Berry belum pulang dari semalam, tanpa menunggunya Andi pun makan seorang diri, sarapan yang di bawakan oleh Carol untuk nya.


Selagi Andi sedang makan Carol pun mendapatkan telpon dari Mr Bronson.


Semua berjalan sesuai dengan tebakan Andi semalam.


Carol pun bersandiwara, sesuai ajaran Andi semalam, dia berjanji pada Mr Bronson akan mencoba membujuk Andi meningkatkan tawaran nya, tapi dengan cerdas Carol berkata, tapi dia tidak berani berjanji pasti bisa


Dia hanya akan mencobanya sekuat tenaga membantu Mr Bronson.


Mendapatkan Jawaban Carol, Mr Bronson tentu sangat gembira dan menaruh sisa harapan nya pada Carol.


Dia memang tidak punya pilihan lain, argumen nya kemarin hanya untuk memanasi Andi saja.


Ketika di rasa tidak berhasil kini dia hanya bisa pasrah.


Baru saja Carol memutuskan pembicaraan nya dengan Mr Bronson.


Pintu depan rumah pun terbuka dari luar, terlihat Berry kembali kerumah dengan kondisi baju robek di sana sini dan wajah babak belur.


Carol sangat terkejut, dia buru-buru maju memapah Berry masuk kedalam rumah dan membantunya duduk di kursi sofa.


Andi juga menghentikan sarapan pagi nya, lalu buru-buru menghampiri Berry yang terkapar lemah diatas sofa.


"Apa yang terjadi Berr ? mengapa kamu babak belur begini ?"


tanya Andi cemas dan kasihan melihat kondisi Berry.


Sedangkan Carol terlihat buru-buru pergi ambil kotak P3K didekat dapur.


"Cerita nya panjang di,..aduh..ahh..!"


desis Berry menahan nyeri saat berbicara.


Karena bibirnya robek, bahkan ada dua gigi depan nya yang tanggal.


Andi hanya bisa menatap kasihan, dengan kondisi nya saat ini.


Bila Berry benar di aniaya orang, Andi juga tidak bisa berbuat banyak.

__ADS_1


Dengan kondisinya yang jalan saja tidak bisa, dia bisa berbuat apa, pikir Andi dalam hati.


Tapi melihat keadaan Berry saat ini, justru semakin memicu tekad Andi untuk giat berlatih mengikuti anjuran kakek yang muncul dalam mimpinya itu.


__ADS_2