AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
ANDI TAMPIL KEDEPAN


__ADS_3

Nona Nicole, meski anda baru bergabung sebagai wakil setidaknya kamu harus memberikan penjelasan pada kami semua ? atau setidaknya kita bisa bisa bikin tele conference dengan ayah mu.."


ucap Wang Xing sambil tersenyum licik.


"Wang Xing jaga ucapan mu,..!"


ucap Wang Jin bersandiwara, pura pura menegur keponakannya itu.


Wang Xin mengerti sandiwara pamannya, dia segera mengangguk patuh dan berkata,


"Maaf paman aku hanya,..."


"Sudahlah aku mengerti, ketidakpuasan mu, tapi kita tetap harus hargai orang lain.."


ucap Wang Jin pura pura memberi nasehat


Sebelum kemudian menoleh kearah Nicole dan berkata,


"Maafkan sikap Wang Xing yang kurang sopan, Nona Wang."


"Tapi pendapat Wang Xing juga tidak sepenuhnya salah, setidaknya Nona Wang bisa menyajikan angka real pengeluaran dan penjualan Group, agar kita kita tahu permasalahannya..'


"Kunyuk tua ini pintar sekali bersandiwara, kemaren berlutut lutut memohon ampun.."


"Begitu lihat ada kesempatan dikit, langsung kedoknya terbuka, wujud aslinya langsung terlihat jelas."


Bisik Andi ke Nicole ketika Wang Jin sedang asyik bersandiwara di depan.


Nicole yang mendengar Omelan Andi pun menahan senyum.


Saat Wang Jin selesai bicara Nicole pun bangkit dari tempat duduknya dan berkata,


"Sebenarnya laporan keuangan baik pengeluaran maupun penjualan dan pemasukan Group, tiap bulan pun selalu di kirim kesemuanya.."


"Tapi baik bila hadirin semuanya ingin tahu Nicole akan lakukan presentasi ulang.."


"Harap tunggu sebentar, saya akan minta sekretaris ku, untuk membawa datanya kemari.."


ucap Nicole tenang.


Lalu Nicole menggunakan telpon di ruang meeting, menghubungi sekretarisnya menyiapkan semua data bahan presentasinya.


Tidak sampai setengah jam sekretaris Nicole pun sudah mengirimkan sebuah data presentasi ke laptop Nicole.


Nicole memeriksa isi folder yang di kirim sekretarisnya lewat surel itu sejenak.


Setelah di rasa cukup lengkap, Nicole pun mulai maju kedepan melakukan presentasi dengan serius.


Sepanjang Nicole melakukan presentasi Wang Jin dan Wang Xing melihat pun tidak.


Mereka malah sibuk berdiskusi sendiri.

__ADS_1


Begitu pula dengan bos bos barisan tengah, mereka malah terlihat sibuk dengan HP mereka sendiri.


Berbeda dengan kedua kelompok itu, Andi malah terlihat mengamati dengan serius, mencoret coret membuat sketsa di sebuah buku agenda yang dia pinjam dari Nicole.


Selain itu terkadang Andi juga menunjuk tangan dan bertanya, sehingga secara keseluruhan malah terlihat seperti Nicole dan Andi lah yang sedang berdiskusi sendiri.


Akhirnya Nicole menyelesaikan presentasi nya, sebenarnya dia sangat keki kesal dan kecewa dengan sikap para peserta.


Terutama Wang Jin dan Wang Xing yang mengusulkan agar dia mempresentasikan secara rinci, tapi setelah dia bersusah payah melakukan presentasi..


Kedua orang itu malah sama sekali, tidak memperhatikan nya, bahkan melirik pun mereka tidak.


Ini jelas jelas hanya ingin mengerjai dirinya saja, mereka sama sekali tidak punya niat baik di dalam nya.


Tapi Nicole tidak bisa apa-apa selain bersabar dan menelannya.


Setelah menyelesaikan presentasi nya, Nicole pun berkata,


"Bagaimana baal bapak sekalian, apa ada yang ingin di tanyakan..?"


"Maaf nona Nicole presentasi anda terlalu rumit teoritis dan penuh dengan angka angka yang sulit di pahami.."


ucap Wang Jin sambil berpura-pura bingung.


Lalu dia melanjutkan berkata,


"Seharusnya anda menyingkatnya, cukup tampilkan pengeluaran pos pos terbesar dan faktor faktor yang menjadi penyebab turunnya pemasukan.."


Wajah Nicole langsung merah padam, tadi orang ini yang minta dia jelaskan secara rinci dan real.


Kini orang ini pula yang memintanya untuk menjelaskan secara singkat..


Dia benar benar bingung dan tidak tahu apa yang di kehendaki oleh mereka selain ingin mengerjai nya.


Nicole menghirup dan menghembuskan nafas panjang berulang kali, setelah minum segelas air.


Nicole pun akhirnya, memberikan penjelasan ulang secara singkat, yang langsung di tujukan ketitik titik penting saja, sesuai permintaan Wang Jin.


Tapi setelah Nicole selesai memberikan penjelasan dan beberapa langkah konkrit yang akan di ambil untuk mengatasi kondisi keuntungan Group yang terus merosot.


Wang Jin dan Wang Xin masih terlihat kurang puas dan terus melontarkan pertanyaan pertanyaan yang menyudutkan, meminta Nicole untuk menandatangani perjanjian.


Bila dalam tri Wulan kedepan tidak terlihat ada perubahan kenaikan laba Group, Nicole harus mundur dari jabatannya saat ini.


Melihat posisi Nicole yang terus di tekan, akhirnya Andi maju mendampingi Nicole dan berkata,


"Aku cukup setuju dengan usul yang Pak Wang Jin dan Pak Wang Xing, yang usulkan agar Nicole menandatangani, perjanjian mundur dari Group. "


"bila dalam 3 bulan tidak bisa memenuhi harapan semua pemegang saham.."


"Tapi untuk ini aku perlu tanda tangan perjanjian dari pak Wang Jin."

__ADS_1


"Agar bersedia melakukan perjanjian tertulis, bahwa apapun langkah yang Nicole lakukan untuk mengembalikan kejayaan Group Wang, pak Wang Jin tidak boleh ikut campur.."


"Bila pak Wang Jin setuju, maka perjanjian boleh langsung di tandatangani bersama sekarang juga."


"Pak Andi maaf, anda di ijinkan untuk hadir, bukan berarti anda di ijinkan untuk mencampuri masalah group pusat.."


"Aku mau tanya pada anda, apa posisi anda di sini ? apa yang membuat anda punya hak ikut campur dalam sidang RUPS ini ?"


tanya Wang Xing tajam.


Andi tersenyum dan berkata,


"Aku punya hak bicara karena aku bagian dari Group ini.."


"Perusahaan yang ku jalankan meski, tidak besar tapi juga memberikan sumbangsih cukup besar buat Group ini.."


Wang Jin tersenyum sinis dan berkata,


"Pak Andi bila setiap anak perusahaan Group yang punya sumbangsih punya hak bicara di sini.."


"Bukankah tempat ini akan penuh.."


"Anda orang berpendidikan harusnya juga paham, RUPS ini hanya untuk penanam modal di Group pusat.."


"Sama sekali tidak ada hubungannya dengan anak perusahaan yang beroperasi dengan modal pusat.."


"Bukankah Anda sudah menerima gaji bonus dan saham dari perusahaan anda ."


"Itu berarti hak anda sudah dilunaskan di sana, sumbangsih perusahaan anda di sini adalah murni penghasilan dari hasil uang kami yang di tanamkan di tempat perusahaan yang anda kelola.."


"Anda tidak mungkin tidak mengerti logika itu bukan ?'


tanya Wang Jin dengan tersenyum mengejek.


Andi tetap bersikap tenang, dia tidak menanggapi sikap Wang Jin dan Wang Xin yang mengesalkan.


Andi sambil tersenyum berkata,


"Baiklah bila RUPS tidak bersedia Terim pendapat cabang ya terserah.."


"Sebelum aku bicara lebih jauh, aku mau pastikan satu hal ke pak Wang Jin dan Wang Xing selaku senior perusahaan.."


"Apa itu ?"


tanya Wang Jin dengan tatapan meremehkan.


"Berarti siapapun asal memegang saham Group Wang, dia pun boleh bebas berpendapat di sini benar ?"


Wang Xing tertawa dan berkata,


"Anak kecil juga tahu jawabannya perlukah hal itu ditanyakan lagi.?"

__ADS_1


"Kamu ini sungguh lucu.."


__ADS_2