
"Jangan mentang-mentang dekat dengan kakak ku, terus mau minta gratis atau diskon no way.."
ucap Violin ketus.
"Awas kalau berani lapor ke kakak, ku,.. awas kamu..!"
ucap Violin yang kehabisan kata, tidak tahu mau memberikan Ancaman apa ke Andi.
Karena seumur hidup dia belum pernah mengancam siapa pun juga.
Kruukk.. Kruukk...kriukkk..!"
Perut Violin tiba-tiba kembali menghianatinya, dengan mengeluarkan suara lebih keras dan nyaring melebihi sebelumnya.
Hal ini karena hidung Violin mengendus wangi masakan nasi goreng, yang sedang di masak oleh penjual nasi goreng pinggir jalan tersebut.
Andi tersenyum dalam hati, menertawai sikap keras kepala Violin, yang sangat mirip dengan Viona.
Tapi di luarnya Andi malah bersikap memelas dan berkata,
"Aduh Lin lihat perut' ku sudah bunyi sampai dua kali, bila sampai ke kost aku mati kelaparan.."
"Viona pasti tetap akan tahu juga, meski aku tidak bercerita padanya.
Pada akhirnya, kamu tetap tidak akan bisa terlepas begitu saja..dari masalah ini.."
"Anjing benar nih orang, dia menyindir ku soal masalah perut bunyi, kelihatannya dia sudah mendengarnya."
Batin Violin dalam hati.
"Ya sudah dasar bawel, kita makan bentar baru pulang, daripada nanti parasit kakak mati, aku yang kena semprot.."
"Benar benar merepotkan saja.."
ucap Violin mengomel panjang pendek.
"Awas makannya jangan pake lama, aku besok pagi masih harus sekolah..'
ucap Violin mengingatkan Andi.
Andi hanya mengangguk kecil dan memilih tidak berkata apapun, biar Violin puas.
"Mas Nasi goreng dua, mie rebus satu, telurnya double di dadar ya mas ."
ucap Andi ke tukang nasi goreng begitu turun dari motor.
Tukang nasi goreng itu mengangguk sambil tersenyum senang dan berkata dengan ramah,
"Siap mas, di tunggu bentar..silahkan duduk dulu.."
Violin yang sudah mengambil tempat duduk, kembali mengomel,
"Dasar kemaruk, makan aja banyak gitu, pantes aja kiriman buat kakak selalu kurang terus."
"Pasti gara-gara parasit tidak tahu malu ini."
__ADS_1
ucap Violin terus mengomeli Andi.
Andi tentu mendengar dengan jelas, tapi dia pura-pura tidak mendengarnya, malas ribut dengan anak kecil.
Apalagi gadis jutek ini, adik dari kekasih yang sangat dia cintai, tak mungkin Andi bertengkar atau pun berdebat dengan nya, hanya karena hal sepele.
Andi yang pura-pura tidak mendengarnya, dia memilih duduk di depan violin.
Mengambil dua buah gelas, mengisinya dengan air putih.
Lalu satu di letakkan di depan Violin, satu lagi dia langsung minum sendiri tanpa banyak bersuara.
Setelah itu Andi mengambil sebuah piring kosong dan mengisinya dengan kerupuk, lalu sambil menunggu pesanan di nyemil kerupuk.
Melihat yang Andi lakukan, meski masih dengan muka tidak bersahabat dan sedikit cemberut.
Tapi Violin yang tiba-tiba merasa haus, dia juga ikut minum dari gelas yang di ambilkan oleh Andi.
Setelah itu dia juga ikut nyemil kerupuk untuk mengurangi rasa laparnya.
Andi hanya makan satu dua potong saja, dia pura-pura tidak melihatnya, dan membiarkan Violin makan dengan puas.
Setelah kerupuknya habis Andi akan mengisinya lagi, tanpa banyak cakap.
Tak lama kemudian pesanan Andi pun tiba, saat tukang nasi goreng meletakkan pesanan Andi di hadapannya.
Andi pun berkata,
"Mas pesan air jeruk hangat dua ya."
ucap si tukang nasi goreng ceria.
"Pemborosan.."
Omel Violin sambil terus makan nasi goreng di hadapannya dengan lahap.
"Andi tersenyum dan berkata,
"Kita makan makanan tanpa sayuran seperti ini, mudah panas dalam, jadi harus pakai jeruk meredamnya."
Violin tidak menyela lagi, karena dia terlalu sibuk dengan makanan di mulutnya.
Andi membantu mengambilkan air putih kerupuk dan telur dadar buat Violin, setelah itu dia sendiri baru mulai makan.
Violin makan dengan sangat lahap, sebentar saja nasi goreng di piring nya sudah habis.
Diam diam dia melirik kearah mie rebus pesanan Andi dengan penuh ketertarikan.
Andi tentu tahu, tapi dia pura pura tidak tahu dan berkata,
"Aku sudah kenyang, gak sanggup lagi, kamu bantu ya Lin ? sayang mie nya."
Andi mengangkat piring kosong Violin, dan menukarnya dengan piring yang berisi mie rebus kehadapan Violin.
Setelah itu dia kembali mengambilkan air jeruk kerupuk dan telur dadar buat Violin.
__ADS_1
Baru kemudian Andi kembali melanjutkan makannya.
Violin sambil makan sambil berpikir, pintar sekali orang ini berakting berlagak baik.
Pantas saja kak Viona bisa terjatuh kedalam jebakan dan siasat liciknya
Kita lihat saja kamu mau berakting sampai kapan, aku akan melayaninya, sampai belang mu keluar dengan sendirinya.
Violin makan sambil tersenyum seorang diri, merasa puas dengan kepintaran akalnya.
Selagi violin sedang asyik makan, Andi memesan tambahan sebungkus nasi goreng dan sebungkus mie goreng yang tidak pedes.
Setelah itu diapun langsung membayar semua tagihan nya.
Andi diam-diam memindahkan uang di dompetnya ke saku celananya.
Baru dia berjalan menghampiri Violin, lalu duduk kembali di hadapan Violin dan berkata,
"Lin uang cash ku habis untuk bayar makanan kita, aku boleh minta nomer rekening mu."
"Biar aku bisa transfer ke rekening mu, lewat internet banking ku boleh...?"
Violin menatap Andi sejenak, sambil tersenyum mengejek dia berkata,
"Ku Pikir kamu mau berhutang uang ojek dengan ku, karena uang cash mu sudah habis buat bayar makan kita.'
"Ternyata mau transfer lewat internet, boleh saja bagus itu malah.."
"Ini nomer rekening ku, transfer saja, aku bisa cek langsung kok di sini, apa udah masuk atau belum, bual atau nyata bentar lagi juga ketahuan..'
ucap Violin sambil tersenyum mengejek.
Lalu kembali meneruskan makan dan minumnya.
Andi hanya tersenyum sabar menanggapi sikap Violin, bagi Andi, hinaan seperti apa yang tidak pernah di temuinya.
Bahkan tuduhan yang jauh lebih menyakitkan 100 kali dari ini pun pernah dilaluinya, jadi dia bersikap tenang tenang saja menghadapi sikap, yang Violin tunjukkan padanya.
Andi langsung mentransfer 40 juta ke rekening Violin, sedangkan untuk dirinya.
Dia menyisakan 10 juta buat berjaga-jaga.
Sebelum dia bisa ikut pertandingan underground dan mendapatkan uang lebih dari hasil kemenangan pertarungan.
Violin yang sedang asyik makan, melihat HP nya bunyi dan menyala, Dia menghentikan makannya sebentar.
Lalu sambil mengunyah dan menelan sisa makanan di mulutnya, Violin melihat HP nya sekilas.
Tapi saat melihat berita laporan transfer masuk, dia menjadi terbelalak melihat nya.
Sesaat Violin pun menghentikan makannya, mengucek-ngucek matanya, melihat nya sekali lagi
Lalu dia buru-buru membuka dan mengecek, saldo di rekeningnya, ternyata benar rekeningnya bertambah 40 juta dan di situ ada laporan dengan jelas pengirim nya adalah Andi Huo.
Violin menatap kearah Andi dengan tatapan tak percaya.
__ADS_1