AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
LUAPAN PERASAAN


__ADS_3

Tiba-tiba sebuah petir menyambar dengan sangat keras dan menimbulkan suara mengelegar yang dahsyat, tepat menyambar ke kubangan air di mana James sedang berlutut.


Santi yang melihat hal itu langsung berteriak keras,


"James...James...!!!"


"Jangan...jangan...! James maafkan aku...ohh tidak...!"


teriak Santi panik, wajahnya menjadi sepucat kertas, sepasang matanya membelalak ketakutan dan cemas.


Santi langsung berlari membuka pintu, tanpa menghiraukan hujan deras, dia langsung berlari menerobos hujan, berusaha secepat mungkin menghampiri tubuh James yang terguling di sana.


Karena terkena sengatan listrik yang berasal dari kubangan air yang di hantam petir.


Tanpa memperdulikan tubuhnya yang basah kuyup, Santi menjatuhkan diri nya berlutut dan memeluk James kedalam pangkuannya sambil menangis histeris.dan berteriak,


"James ...James...James... bangunlah... maafkan aku...ini semua salah ku..


maafkan aku James.. bangunlah.. bangunlah...!"


"ku mohon bangunlah James...jangan tinggalkan aku...hu..hu...hu...hu...! maafkan aku...!"


James memiliki ketahanan fisik dan kekuatan yang tidak lumrah manusia biasa, dia hanya sesaat saja terguling.


Saat Santi memeluk dan memangku nya sambil menangis dan berteriak histeris, dia sudah kembali mendapatkan kesadarannya.


"San ayo kita masuk kedalam, di sini berbahaya.."


ucap James kemudian bangun dari pangkuan Santi.


James mengambil cincin di depan nya, lalu dia menggendong Santi masuk kedalam rumah.


Sekali ini Santi tidak meronta dan menolaknya lagi,, dia kini menyandarkan kepalanya di dada James yang bidang sambil melingkarkan tangannya sebelah di leher belakang James, sebelah lagi mencekal jas didada James dengan erat.


James melirik kearah Santi dan dia tersenyum bahagia, sambil meneruskan langkahnya menuju ke dalam rumah Santi.


Setelah mereka masuk kedalam rumah, James menutup pintu depan dengan kakinya.


Dengan tubuh basah kuyup James menggendong Santi masuk kedalam kamar kontrakan baru nya.


Di sana James membaringkan Santi dengan lembut di atas kasurnya, Santi menatap James dengan penuh haru.


Saat James ingin pergi mengambil handuk buat Santi, Santi menahan jas di dada James dengan kedua tangannya.

__ADS_1


Santi yang sudah terbawa suasana tidak bisa menahan diri untuk menarik James mendekati dirinya.


Lalu melepaskan ci*man lembut ke bibir James yang membeku di sana dengan sepasang mata terbelalak.


Tapi sesaat kemudian James pun meraih kepala belakang Santi, dan membalas ci*man Santi, sambil melepaskan semua perasaan nya.


Mereka berdua terguling keatas kasur dan saling mem*ngut dengan mesra.


Santi sambil terus menikmati ci*man James, dia perlahan-lahan mulai membuka dan melemparkan pakaian James yang basah kuyup kearah lantai.


Begitu pula dengan James dengan perlahan-lahan dan lembut dia melepaskan pakaian yang melekat di tubuh Santi.


Tapi karena tidak biasa, pada bagian penutup dada Santi. James sedikit mengalami kesulitan.


Melihat hal itu, Santi sambil tersenyum lembut membantu James melepaskan nya.


Setelah itu dia kembali menikmati ci*man mesra James yang kini dengan nakal beralih ke bagian leher dan belakang telinga nya.


Hembusan nafas dan his*pan lembut dari James membuat Santi mengg*linjang hebat dan mengeluarkan bunyi des*han nikmat.


Hujan di luar semakin deras dan lebat petir pun sambar menyambar dengan sangat keras.


Tapi kedua insan yang sedang menikmati puncak kenikm*tan, mereka seolah olah tidak memperdulikan cuaca yang sedang terjadi di luar sana.


Malah hujan deras dan cuaca dingin itu membuat mereka berdua larut dalam kemesraan, yang memberikan kenikm*tan dan kehangatan bagi tubuh kedua insan tersebut.


Saat hujan mulai berhenti, kedua insan tersebut tertidur lelap, saling berpelukan dengan tubuh sebagian tertutup selimut putih bersih.


Santi tertidur pulas dengan bibir Tersenyum penuh kepuasan dan kebahagiaan, berbaring diatas lengan James, sambil menyusupkan kepalanya didalam dada James.


Sedangkan james tertidur dalam posisi miring sambil menempelkan dagunya di atas kepala Santi.


Hujan di luar akhirnya berhenti, tapi mereka berdua masih tetap tertidur lelap di sana.


Menjelang malam hujan lebat kembali mengguyur dengan deras di luar sana, suara petir yang sambar menyambar dan mengeluarkan suara yang terus menggelegar.


Akhirnya membuat James terbangun, dari tidurnya, begitu membuka matanya James yang melihat Santi tidur meringkuk di dalam pelukannya masih tertidur pulas, dengan bibir Tersenyum.


James tidak bisa menahan diri untuk tidak tersenyum melihatnya, kemudian dengan lembut dia mendaratkan ciuman lembut di kening Santi.


Santi yang merasa ada sentuhan lembut di keningnya, dia perlahan-lahan membuka matanya.


Saat melihat yang melakukan hal itu adalah James, sambil tersenyum lembut Santi dengan suara sedikit serak berkata,

__ADS_1


"Kamu sudah bangun sayang, jam berapa sekarang ?"


James melihat jam yang melingkar di tangannya, sekilas kemudian berkata,


"Jam 11 malam Sayang, tapi hujan di luar tambah lebat dan tidak berhenti."


"Kamu lapar tidak, aku masakan mie gimana..?"


tanya Santi.


James tersenyum dan berkata,


"Aku tidak lapar, tapi kalau kamu lapar biar ku buatkan Susu dan roti untuk mu, bagaimana ?"


Santi menggeleng pelan, dengan manja dia berkata,


"Aku tidak lapar, aku hanya sedang tidak ingin di tinggalkan sendirian, aku takut.."


"Aku takut nanti yang muncul bukan kamu, melainkan bajingan biadab itu, aku tidak mau aku takut.."


ucap Santi lirih, dan dia memilih mengeratkan pelukannya pada pinggang James, sehingga tubuh mereka berdua yang p*los saling menempel dengan rapat.


Tubuh Santi yang halus lembut dan wangi, mengundang libido James kembali naik.


Santi yang merasakan ada benda keras yang menusuk paha nya.


Dengan wajah sedikit merah, Santi berbisik dengan pelan,


"Sayang kamu mau lagi..?"


Pertanyaan Santi langsung mendapatkan anggukan cepat dari James.


Santi kemudian melingkarkan sepasang tangannya di belakang leher James dan kembali memberikan ci*man lembut pada James.


James pun membalasnya dengan penuh semangat, mereka berdua pun kembali larut dalam ronde dua yang lebih panas dan berani.


Bahkan mereka berdua berganti ganti posisi, dan suara r*ntihan Santi semakin lama semakin keras, seakan akan berlomba-lomba dengan suara hujan deras di luar sana.


Saat hujan berhenti, suara burung burung kecil.mulai berkicau di luar sana, di luar sana perlahan-lahan mulai terang.


James yang bangun terlebih dahulu, karena sudah terbiasa dengan suasana pelatihan keras sejak kecil.


Sekali ini dia tidak ingin menganggu Santi yang sedang tertidur pulas, dengan hati-hati James mengganti lengannya dengan bantal, untuk menyangga kepala Santi dengan lembut.

__ADS_1


Setelah itu James turun dari kasur mengambil cincin berlian milik ibunya, dengan hati-hati dia memakai kan cincin itu Kejari manis sebelah kanan Santi.


Santi sempat bergumam kecil, tapi dia kembali melanjutkan tidur lelap nya.


__ADS_2