
Andi kembali ke temannya dan berkata,
"Maaf teman-teman semua nya, aku barusan di hubungi oleh dosen statistik ku."
"Aku harus pulang duluan,
untuk mempersiapkan materi yang diperlukannya buat bahan perkuliahan besok."
ucap Andi meminta maaf sambil merangkapkan tangan nya didepan wajahnya.
"Aku ikut ya di..?"
ucap Vero menatap Andi dengan penuh harap.
Andi tersenyum dan menggeleng kan kepalanya,
"Tidak Vero, kalau kita pada pulang, bagaimana dengan Dewi dan Davina.?"
"Sebaiknya kalian tetap di sini temani Davina, nanti kira-kira jam 9 an, kalian baru cari alasan untuk pulang.."
Andi menoleh kearah Davina dan berkata,
"Makasih banyak ya Vin, sudah di ajak kemari."
"Sayang nya aku tidak bisa ikut pesta sampai selesai, ingat Vin jam 9 an harus pulang, jangan terlalu malam di sini.."
ucap Andi mengingatkan.
Andi tidak mau setelah dia pulang, malah terjadi sesuatu dengan teman-teman nya ini.
Davina mengerti maksud, kekhawatiran Andi.
Dia mengangguk dan berkata,
"Kamu jangan khawatir di..kami bisa jaga diri dan gak kan pulang malam-malam."
Andi tersenyum dan mengangguk kan kepalanya ke mereka semua.
Lalu Andi pun bergegas meninggalkan tempat tersebut.
Saat keluar dari rumah mewah tersebut, Andi pun berjalan dengan kepala tertunduk meninggalkan tempat pesta tersebut.
Tiba-tiba kilat di langit menyambar nyambar, Andi buru-buru mempercepat langkah kakinya.
Berhubung jarak antara tempat tinggal Om Tomy ke jalan raya cukup jauh, bila tidak bergerak cepat, ada kemungkinan Andi akan ke hujanan.
Tapi sepertinya langit tidak bersahabat dengan Andi, tiba-tiba hujan deras pun jatuh mengguyur bumi.
Andi terpaksa berlari mencari tempat berteduh, Andi melihat sebuah rumah mewah yang tidak menggunakan pagar, Andi langsung berlari kearah sana, dan berteduh di depan rumah tersebut.
Hujan benar-benar deras, baju dan celana Andi dalam sekejap sudah basah kuyup.
Air di rambutnya menetes netes ke pipinya.
Andi berdiri kedinginan seperti ayam kehujanan, seluruh tubuhnya basah kuyup.
Andi tiba-tiba melihat Vero datang dengan payung mencari-cari dirinya.
Andi sudah berjanji dengan Viona, dia tidak akan berdekatan dengan gadis lain lagi.
__ADS_1
Jadi Andi tidak bisa menerima niat baik Vero.
Andi memilih bersembunyi di balik tiang rumah, sehingga Vero tidak menemukannya dirinya.
Setelah Vero berlalu, Andi pun bisa bernafas lega dan ingin keluar dari tempat persembunyiannya.
Tapi begitu melihat siapa di depan sana yang membawa payung celingak celinguk mencarinya
Andi pun terpaksa kembali bersembunyi, ternyata yang datang kedua adalah Davina.
Tadinya Andi mengira hanya Vero yang menyukainya, kini melihat kehadiran Davina di sana.
Andi kini baru sadar, ternyata Davina memiliki perasaan yang sama dengan Vero terhadap dirinya.
Hanya saja Davina lebih pintar menyembunyikan perasaan nya, ketimbang Vero yang lugu.
Setelah Davina berlalu dari sana, kini yang muncul malah Viona, Andi tadinya ingin melangkah keluar dari persembunyiannya.
Tapi tiba-tiba Andi menahan diri untuk tidak muncul, Andi tiba-tiba teringat kini Viona terikat kontrak dengan Rio.
Bila dia muncul saat ini, dia bisa membuat Viona dalam kesulitan.
Untung saja Andi tidak muncul, sesaat kemudian mobil Rio pun tiba, dia membuka pintu menyuruh Viona masuk kedalam mobilnya.
Karena Rio sudah datang, Viona pun terpaksa masuk kedalam mobil Rio.
Lalu mereka pun berlalu dari tempat tersebut.
Kini hanya tersisa Andi seorang diri berdiri di sana kedinginan dan kesepian.
"Ini adalah penyakit yang kamu cari sendiri, maka kamu harus terima konsekuensi nya.."
gumam Andi memaki dirinya sendiri.
Hujan gerimis masih terus turun, membasahi seluruh tubuh Andi yang sudah basah kuyup.
Hampir satu jam Andi menunggu di tempat yang sepi itu, tanpa satu mobil taksi pun yang lewat.
Andi tidak punya pilihan lain selain berdiri bodoh menunggu di sana.
Akhirnya yang di tunggu tunggu oleh Andi pun tiba, Andi melambaikan tangannya kearah taksi tersebut.
Taksi berhenti di depan Andi, Andi membuka pintu kemudian masuk kedalam mobil dan memberitahu alamatnya ke supir taksi.
Maka taksi pun meluncur menuju alamat kost Andi dengan patokan kampus P.
"Nak kenapa bisa sampai basah begini ?"
tanya supir taksi itu kasihan melihat kondisi Andi.
"Hujan turun dadakan, tempat tinggal teman juga cukup jauh dari gerbang kompleks."
"Di tambah lagi di sana sulit nyari taksi.."
ucap Andi sedikit mengeluh.
"Daerah itu memang jarang ada taksi yang lewat nak, karena penghuni kompleks rata-rata memiliki mobil sendiri."
"Taksi tidak laku di sana, jadi taksi pun jarang lewat kesana.."
__ADS_1
"Ini saya juga kebetulan lewat, karena habis ngantar tamu dari airport, kalau tidak bapak juga gak kan lewat sana.."
ucap sopir taksi sambil tersenyum.
Setiba di kost, Andi langsung mandi dan keramas, karena seluruh tubuhnya basah kuyup.
Setelah mandi dan berganti pakaian kering, Andi langsung berbaring di kasur dan mengeluarkan HP nya.
Ternyata HP yang dia matikan tadi, banyak masuk pesan dan telpon dari Viona, Vero dan Davina.
Andi membalas pesan mereka satu persatu dan berkata, dia sudah sampai di kost mereka tidak perlu mengkhawatirkannya.
Tiba-tiba telpon masuk dari Viona, Andi pun mengangkatnya dan berkata,
"Ya Vi kenapa ?"
"Maaf ya di... karena sikap ku yang mau menang sendiri dan cemburu buta, kamu jadi kehujanan dan pasti basah kuyup ya pulang tadi..?"
Andi tersenyum dan berkata,
"Ini adalah karma yang aku cari sendiri, ini hukuman buat orang yang melanggar janji.."
"Jadi ini murni bukan salah mu.."
"Tapi di,.. aku.."
"Sudahlah Vi, kamu tenang saja, aku gak papa kok, cuma basah sedikit biasa aja, jangan terlalu cemas.."
"Kamu di mana sekarang, Vi..?"
"Aku tadi mencari mu ingin memberikan payung ke kamu, karena tidak ketemu."
"Aku pun langsung meminta Rio mengantar ku kembali ke kost."
Andi tersenyum dan berkata,
"Aku tadi ada melihat mu, tapi aku tidak bisa keluar menemui mu."
"Loh kenapa..?"
tanya Viona heran.
"Untungnya aku memutuskan tidak keluar, karena tidak lama kemudian Rio pun muncul menjemput mu.."
"Bila aku keluar menemui mu, pasti kamu akan dipersulit oleh Rio..."
ucap Andi menjelaskan.
"Makasih ya di..kamu selalu memikirkan kepentingan ku, sampai melupakan kondisi dirimu sendiri.."
ucap Viona terharu.
"Aku..aku... hanya.. menyusahkan mu saja, hik..hik..hik...!"
ucap Viona terputus putus menahan Isak.
"Loh kok nangis jangan nangis sayang..tenang aja, aku tidak apa-apa..kamu jangan menangis lagi ya.."
ucap Andi terkejut mendengar suara Isak tertahan dari Viona.
__ADS_1
"Aku sedih di... kamu jadi susah karena aku.."
ucap Viona masih terisak.