AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
MELAWAN RED DEVIL


__ADS_3

"ku lihat dia akhir akhir ini sedang dekat seorang mahasiswa kedokteran, kurasa itu akan sangat bagus baginya."


"Karena dia akan memperoleh banyak ilmu dari anak itu.."


"Karena anak itu, kedua orang tua nya adalah dokter terkenal di kota J.."


ucap Andi bangga.


"Ya kalau sesuai cerita mu, tentu sangat baik."


"Tapi aku takutnya anak itu lupa diri, malah terlibat hubungan tidak jelas, dengan mahasiswa kedokteran itu."


"Itu bisa gawat, dia masih kecil, bila terjadi sesuatu masa depannya bisa hancur.."


"Kamu harus bantu aku awasi mereka, bila ada waktu.."


ucap Viona khawatir.


Andi mengerti jalan pikiran Viona, karena Viona tidak mengerti jalan pikiran Violin.


Tapi Andi sangat yakin dengan Violin, dia tidak akan seperti yang di katakan oleh Viona.


Karena Andi tahu Violin sudah menaruh perasaan pada dirinya, tapi tentu saja dia tidak bisa membalasnya.


Karena di hatinya cuma ada Viona seorang, dan hal ini juga tidak mungkin dia cerita ke Viona, bisa bisa terjadi kehebohan dan perang dunia bila Viona tahu hal ini.


"Ya Vi..kamu jangan khawatir aku akan pantau mereka, kamu jangan khawatir."


"Ohh ya Vi, aku ada belajar main gitar di kost sama teman."


"Nanti aku kirim video aku main gitar sambil nyanyi untuk mu, sebagai hiburan bila kamu sedang merindukan ku.."


ucap Andi..


"Boleh boleh mana...mana..kirim dong sekarang.."


ucap Viona antusias..


"Bentar ya, tapi panggilan videonya harus di off dulu bentar."


"Ok kita off aja serempak seperti biasa."


ucap Viona.


Pada hitungan ketiga mereka sama sama off kan hp mereka.


Setelah itu Andi langsung mengirim kan video saat dia bermain gitar dan bernyanyi buat Viona.


Beberapa menit kemudian Viona kembali melakukan video call dengan Andi.


"Sayang keren banget lagu itu, aku sangat menyukainya, artinya sederhana tapi sangat dalam."


"Kalau gak salah itu lagu lama, judulnya You Are My Sunshine, tapi saat dinyanyikan sama kamu jadi keren dan menyenangkan di.."

__ADS_1


"Makasih ya sayang..."


Andi tersenyum dan berkata,


"Asal kamu senang aku pun ikut senang.."


"Kamu tidak tahu Vi demi belajar gitar buat lagu itu, jari ku sampai melepuh semua , tapi gak apa apa, asal bisa bikin kamu senang dan bahagia apalah artinya luka kulit itu.."


batin Andi di dalam hati.


"Di,.. udahan dulu ya...nanti kapan-kapan aku telpon lagi,..kawan kawan sudah selesai belanja."


"Kita akan kembali ke Mess sekarang.."


ucap Viona dengan wajah sedikit berat.


Andi mengangguk dan berkata,


"Ok hati hati di jalan..kita lakukan seperti biasa ya Vi..satu...dua... tiga...blip..!"


Andi dan Viona mematikan HP mereka dengan kompak.


Andi kemudian duduk termenung seorang diri membayangkan wajah kekasihnya, yang sangat dia rindukan itu sambil tersenyum.


Bila teringat senyum itu, semua rasa sakit dan pengorbanan yang sedang dia jalani sekarang, langsung terasa ringan dan rasa sakitnya pun hilang.


Berry muncul menepuk pundak Andi, menyadarkan nya dari lamunan.


Andi mengangguk penuh semangat, dia segera berdiri dari posisi duduknya dan berkata,


"Ayo kita kesana sekarang..."


Sesaat kemudian Andi sudah kembali ke arena, "Andi melihat manajer red devil sedang tersenyum mengejek kearahnya.'


"Sikapnya kini berbalik 180° dari sikapnya sewaktu mengunjunginya di ruang ganti.


Orang ini benar-benar licik, dia pikir sudah berhasil membodohi ku, kita lihat saja nanti.


Siapa yang keluar sebagai pemenang masih belum jelas.


Jangan terlalu cepat senang dulu, nanti menyesal belakangan sudah terlambat.


pikir Andi sambil mengumpat dalam hati.


Andi mulai memperhatikan lawan di hadapannya, seorang pemuda tampan bertubuh sedang seperti dirinya.


Hanya saja tubuhnya jauh lebih berotot darinya, kulitnya kemerahan, pantas saja dia berjuluk red devil, pikir Andi di dalam hati.


Sepasang matanya yang tajam seperti mata elang terus menyambar tajam kearah Andi.


Lawan Andi mulai bergerak, begitu wasit melepaskan kode pertarungan boleh di mulai.


Dia bergerak seperti orang sedang menari nari ke kiri dan ke kanan.

__ADS_1


Tiba-tiba dia berjungkir balik, dengan bertumpu pada telapak tangan, kakinya melakukan tendangan mencangkul kearah ubun ubun Andi dari atas kebawah


Andi yang sudah mendapatkan cerita keunikan ilmu ini, kini dia mulai bergerak menghindar kebawah.


Lalu langsung berjongkok kebawah melepaskan tendangan kearah tangan lawannya yang di jadikan tumpuan.


Sekaligus memberikan tendangan kearah dada dan kepala lawannya.


Andi sudah beberapa kali bertarung, kini pengalaman bertarung nya, semakin lama semakin banyak dan lengkap.


Dengan cepat Andi menangkap kelemahan dari jurus lawannya ini.


Pergerakan Andi yang lincah, sedikit mengejutkan Red Devil yang dada dan wajahnya dalam satu gebrakan telah terkena tendangan Andi.


Dia segera bergulingan menjauh dari Andi, kemudian dia bangkit berdiri, dan mulai bersalto kesana kemari mengelilingi Andi.


Lalu dengan sebuah gerakan salto, dia kembali melepaskan tendangan cangkul yang datang seperti putaran kincir air.


Andi berhasil menangkis serangan yang datang dengan kedua tangannya, sekaligus memberikan tendangan ke arah perut Red Devil.


Tendangan Andi kembali bersarang dengan tepat membuat nya kembali terpental bersalto menjauh ke belakang.


Setelah mengambil nafas sejenak, Red Devil kembali mulai bersalto kesana kemari, lalu kembali mendekati Andi.


Dia ingin membuat Andi bingung dengan pergerakan nya.


Dan dia mulai kembali melepaskan tendangan nya kearah belakang dengan memutar tubuhnya memunggungi Andi.


Lalu bersalto kebelakang dengan kedua kaki mengincar wajah dan dada Andi.


Tapi Andi yang bersikap tenang selalu berhasil menangkisnya.


Hanya saja kali ini serangan balasan Andi tidak lagi mengenai sasaran, karena dengan lincah red devil selalu bertukar posisi melompat kesana-kemari, sangat sulit ditebak pergerakan nya.


Tapi pergerakan seperti ini sangat melelahkan, apalagi bagi yang tidak biasa, kepalanya bisa pusing sendiri.


Red devil yang ahli aja, selalu membutuhkan waktu mengambil nafas, memperbaiki posisinya baru kembali menyerang.


Sebaliknya sikap kuda kuda Andi yang tidak banyak perubahan terlihat kokoh seperti batu karang.


Andi hanya terlihat bergerak kesana-kemari dengan menggeser kan kakinya, dan tangannya di gunakan untuk menangkis tendangan red devil yang datang.


Sesekali Andi akan melepaskan tendangan keras kearah kepala dada perut red devil yang sedang jungkir balik di bawah.


Tapi semakin lama Andi semakin sulit menyarangkan tendangan nya.


Sebaliknya red devil bergerak semakin cepat mengepungnya.


Akhirnya serangan red devil membuahkan hasil, dengan sebuah tendangan pancingan saat Andi menangkisnya, sebuah tendangan susulan masuk dengan telak menjejak dada Andi.


Hingga Andi terhuyung huyung mundur ke belakang.


Red devil kembali bergerak meningkatkan kepungan nya, sambil bersalto kesana kemari.

__ADS_1


__ADS_2