AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
KEPERGOK ADIK VIOLIN


__ADS_3

"Semua sudah siap pa, tidak ada masalah, papa mama bantu hadir saja sudah cukup.."


jawab Andi santai.


Papa dan Mama violin saling pandang dan berkata,


"Kalau itu tak perlu di katakan lagi, tanpa diundang pun kami pasti akan hadir.."


Andi menoleh kearah Violin, dia melihat violin sedang menahan senyum bahagia, sambil mengambilkan lauk untuknya.


"Ini kak udang goreng tepung dan daging sapi balado kesukaan kakak dulu.."


ucap Violin sambil mengambilkannya untuk Andi.


Andi mengangguk dan berkata,


"Ya sejak udah lama gak makan catering mama dan di antar oleh gadis cantik untuk ku, berat badan ku turun drastis.."


"Setelah ini kita akan kembali lanjutkan catering nya lagi aja,.."


ucap Andi sambil tersenyum.


"Kenapa ? kamu takut aku tidak bisa masak buat mu ?"


tanya Violin dengan bibir cemberut.


"Ehh bukan begitu, maksud ku kan Senin sampai Sabtu catering dari mama, Minggu saat kamu libur praktek, baru makan masakan mu.."


ucap Andi buru buru meralat ucapan nya, takut Violin ngambek.


"Ya,..tapi kan belum tahu kapan aku kembali keterima kerja lagi, sementara ini kan, aku jadi pengangguran.."


ucap Violin masih cemberut.


Andi sambil tersenyum berkata,


"Baiklah urusan perut aku serahkan pada istri ku yang cantik saja yang ngatur.."


"Aku gak ikut campur lagi, tinggal makan aja, ok.."


ucap Andi sambil menyentuh lembut tangan Violin.


Violin pun kembali tersenyum dan berkata,


"Kamu selalu pandai bicara dan mengambil hati didepan wanita.."


"Sampai kami kakak beradik tidak bisa hidup tanpa mu.."


"Tapi awas bila berani macam-macam dengan wanita lain.."


ucap Violin sambil menatap Andi dengan penuh ancaman.


Andi tersenyum dan mengagkat tiga jarinya dan berkata,


"Aku janji cuma kamu tidak ada lagi, yang lain.."


"Bohong,.. bukankah barusan di pameran kamu kasih kartu nama mu ke SPG cantik itu.."


ucap Violin kembali cemberut.


Papa Mama violin saling pandang, mereka berdua buru buru menyelesaikan makan mereka.


Lalu berkata,


"Kalian berdua teruskan saja, papa mama mau ngontrol ke kantin dulu.."


Andi buru-buru mengangguk dan berkata,


"Hati hati di jalan Pa Ma,.."

__ADS_1


Setelah kedua orang tua itu pergi Andi pun menggeser kursinya mendekati istrinya dan berkata,


"Sayang, saat itu aku tidak mau banyak bertele tele dengan nya ."


"Karena situasi sedang mendesak, ada yang ingin menganggu mu."


"Bila aku tidak berikan kartu nama ku, dia pasti akan perpanjang lebar.."


"Itu bisa membuat aku terlambat melindungi mu.."


ucap Andi memberikan penjelasan.


Tapi melihat Violin masih cemberut, Andi pun berkata,


"Begini saja, bila ada telpon darinya, aku akan berikan pada mu untuk menjawabnya bagaimana ?"


"Ya,..kalau ada ada aku, kalau lagi gak ada aku kan..."


ucap Violin menjebikan bibir bawahnya kedepan.


Andi yang melihatnya tersenyum gemas dan berkata,


"Kalau gak ada kamu, aku akan mereject panggilan nya, tapi ada syaratnya.."


Violin menoleh kearah Andi dengan penasaran dan berkata,


"Apa itu,.. ? pake syarat segala."


Andi sambil tersenyum melihat kesekitarnya dulu, setelah memastikan aman dia baru berbisik pada Violin,


"Syaratnya aku ingin menciumi bibir mu yang menggemaskan itu boleh..?"


Violin menatap kearah Andi dengan alis berkerut dan bibir menahan senyum berkata,


"Tidak jangan di sini, tar di rumah aja.."


Andi menggelengkan kepalanya dan memasang wajah memelas, sambil menatap kearah Violin.


"Menghadapi mu, aku selalu kehabisan kata.."


"Selalu gagal menolak mu.."


Lalu dia melingkarkan sepasang tangannya di belakang Andi, memiringkan sedikit wajahnya, memejamkan matanya.


Membiarkan Andi mencium dan menikmati bibirnya dengan lembut.


Baru saja mereka berdua sedang menikmati indahnya asmara dan sedang terbang ke awan.


"Eehmmm,..!"


Tiba-tiba terdengar suara berdehem orang batuk batuk dan suara tawa anak anak.


Andi dan Violin sangat kaget, mereka berdua buru buru saling menjauh dan menoleh kearah pintu dapur dengan tatapan mata kaget.


"Kakak pada mesum ya,..?"


"Awas nanti Rina laporkan ke Papa dan Mama.."


ucap Rina sambil tersenyum penuh ancaman.


Dody di sebelahnya juga mengangguk setuju.


"Ehh kalian anak kecil, berani ngancam kakak, lihat bagaimana kakak membereskan kalian berdua.."


ucap Violin panik, dengan wajah sedikit merah.


Dia langsung berdiri ingin pergi menjewer telinga kedua adiknya itu


Tapi tangannya di tahan oleh Andi , yang menggelengkan kepalanya, lalu berkata,

__ADS_1


"Rina Dody, bagaimana bila kakak belikan HokBen delivery untuk kalian beserta es krim BR ukuran Large..?"


"Tapi kalian harus janji jaga rahasia ini, ok..?"


Kedua anak itu langsung bersorak gembira, berjoget-joget meledek Violin sambil tertawa-tawa.


Andi mengeluarkan HP nya, melakukan order delivery.


Setelah itu baru berkata,


"Nah kakak sudah order, kalian berdua cepat pergi mandi berganti pakaian, jadi pas makanan tiba kalian sudah siap.."


Kedua anak itu mengangguk cepat dan berkata,


"Terimakasih kakak,.."


"Baiklah kami permisi kak, silahkan di lanjut,.."


ucap mereka berdua sambil mengejek kakaknya Violin.


Violin menatap kedua anak itu dengan jengkel, tapi dia juga tidak bisa bereaksi, karena tangannya di tahan oleh Andi.


Setelah kedua anak itu pergi, Violin dengan bibir cemberut berkata,


"Biarin aja kedua bocah nakal itu lapor, buat apa kakak manjain mereka..?"


"Itu sama saja ngajarin mereka buat meras, itu gak benar kak.."


protes violin kurang puas.


Andi tersenyum dan berkata,


"Kamu sabar ya,.. yuk kita habiskan dulu makannya.."


Violin dengan sewot terpaksa kembali duduk, membiarkan Andi menyuapinya, dan dia balas menyuapi Andi sambil menahan senyum.


Tak lama setelah mereka berdua menyelesaikan makan, delivery order pun tiba.mengantar pesanan Andi.


Andi meletakkannya di atas meja, semua makanan pesanan nya.


Tak lama kemudian Rina dan Dody yang sudah mandi dan berganti, terlihat segar, sudah kembali kedapur.


Melihat makanan favorit mereka berdua sudah berada di atas meja.


Dengan cepat mereka langsung duduk membuka kantong kantong berisi makanan itu.


Mereka berdua langsung duduk dan makan dengan lahap.


Andi menatap gerak gerik kedua anak itu sambil tersenyum sabar.


"Dody Rina,.. mana lebih enak makan delivery ini, atau masakan Mama..?"


tanya Andi sambil melihat lihat HP nya.


"Tentu saja makanan ini lah kak, masa harus di tanyakan lagi.."


ucap Dody cepat.


Rina juga ikut mengangguk membenarkannya, karena mulutnya sedang penuh makanan.


"Tapi mama kurang suka kalian makan ini, katanya kurang sehat, kurang bagus buat kesehatan.."


ucap Andi mencoba membantah.


Dody menghentikan makannya dan berkata,


"Mama di dengerin, dia cuma iri, gak bisa masak kek gini.."


"Berkali kali dia nyoba, tapi selalu gagal, kami dan Papa lah yang jadi korban kelinci percobaan masakan gagalnya itu.."

__ADS_1


ucap Dody penuh semangat.


Sementara itu Rina terus menganggukkan kepalanya menyetujui ucapan yang di lontarkan oleh kakaknya..


__ADS_2