AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
DI TRAKTIR VIONA


__ADS_3

Viona yang juga ikut berada di lokasi syuting video pendek itu, terpaksa harus menahan diri.


Untuk tidak cemburu dan berusaha mengerti itu hanya tuntutan kontrak kerja saja.


Setelah melalui proses beberapa kali pengulangan, akhirnya semuanya selesai dengan sempurna.


Setelah selesai semua sesi pemotretan dan pengambilan video iklan pendek, Andi Viona dan Sarah di ajak keruangan tempat mereka tanda tangan kontrak tadi.


Di sana pak Dion menunggu mereka dengan selembar cek senilai 80 juta yang langsung di berikan ke Sarah.


Sarah tidak langsung menerimanya, dia menoleh kearah Viona dari berkata,


"Vi tolong nomer rekening mu kemarikan..!"


Dengan wajah bingung Viona membuka tasnya dan memberikan buku rekening nya yang baru saja menerima dana 30 juta dari Andi tadi.


Sarah menerima buku rekening Viona lalu berkata,


"Maaf pak Dion kami masih mau pergi cari makan dan jalan-jalan, sangat tidak praktis kami membawa cek ini."


"Tolong semua dana di cek itu di masukkan ke rekening tabungan ini, bisakan pak."


Pak Dion mengangguk cepat, dia melirik kearah Morin, Morin dengan cepat merespon tatapan atasannya.


Dia segera maju menerima cek dari pak Dion dan menerima buku rekening dari Sarah, lalu berkata.


"Mohon ditunggu sebentar biar saya bantu urus semuanya."


Lalu Morin bergegas pergi untuk mengurusnya.


Sedangkan Andi dan Viona sangat terkejut mereka berdua saling pandang, tidak menyangka Sarah akan berbuat seperti itu.


Tapi mereka berdua tidak mengucapkan apa-apa, mereka pikir alasan Sarah cukup tepat mungkin dia hanya menitipkan bagiannya sementara di rekening Viona.


Pak Dion dan Sarah sambil menunggu Morin terlibat pembicaraan basa-basi.


Tak lama kemudian Morin pun kembali dan mengembalikan buku tabungan dan bukti transfernya ke Sarah.


Sarah melihat nya sebentar kemudian mengangguk puas dan mengembalikan buku tabungan tersebut ke Viona.


Setelah itu dia menatap kearah Morin dan pak Dion kemudian berkata,


"Makasih banyak Pak Dion dan mbak Morin atas bantuannya hari ini, senang bekerja sama dengan kalian."


Sarah mengulurkan tangannya menyalami kedua nya dengan sopan, setelah itu dia berkata,


"Kalau tidak ada hal lain kami semua permisi dulu.."


Andi dan Viona juga ikut maju menyalami pak Dion dan Morin, setelah itu mereka bertiga pun meninggalkan bank X menuju parkiran.


Ketika tiba diparkiran Sarah berkata


"yuk ikut mobil ku kita pergi cari makan.."

__ADS_1


"Tapi motor kami ?"


tanya Andi ragu.


Sarah Tersenyum dan berkata,


"Tenang saja satpam di bank ini 24 jam motor mu aman di sini."


"Tar habis makan ku antar kalian kembali kemari lagi."


Andi menatap ke Viona meminta pendapatnya.


Viona mengangguk sambil tersenyum.


Mereka bertiga kemudian bergerak meninggalkan bank X dengan menggunakan mobil Sarah.


Sarah membawa mobilnya menuju jalan yang membawa Andi dan Viona kembali ke kampus.


Andi dan Viona sedikit heran kenapa mereka yang katanya mau makan malah di bawa kejalan pulang menuju kampus.


"Kita mau makan di mana Sar, kok kita mengambil jalan kembali ke kampus."


tanya Andi heran.


Sarah tertawa dan berkata,


"Nanti kamu juga pasti tahu..santai aja.."


Setelah tiba didekat kampus mobil Sarah berbelok kearah kost Andi.


Baru setelah mobil Sarah berhenti di depan kantin Bu Jawi.


Andi dan Viona pun tersenyum ternyata Sarah ingin makan di sini.


"Aku dengar kalian berdua sering makan di sini, aku jadi penasaran ingin mencobanya."


ucap Sarah mematikan mesin mobilnya.


Lalu turun dari mobil diikuti oleh Andi dan Viona, mereka bertiga berjalan masuk kedalam kantin.


Masing-masing langsung pesan minum ke kasir setelah itu mengambil piring mengisi nasi dan mengambil lauk sendiri-sendiri.


Karena sudah biasa Viona sudah gak sungkan dan malu-malu lagi, dia bahkan mengajarkan pada Sarah sistem pelayanan self service mirip tempat all u can eat itu.


Sarah sedikit penasaran dan sangat menikmati cara pelayanan ditempat tersebut.


Saat berhitung di kasir Sarah pun berkata,


"Karena hari ini Viona panen besar, hari ini Viona harus traktir kita berdua.."


"Ok..Vi..? Loe gak kan pelit sampai gak bersedia traktir kita kan, awas tar loe bisa di beri julukan monyet pantat merah, saking pelitnya.."


ucap Sarah sambil tertawa.

__ADS_1


Andi pun tersenyum menanggapi candaan Sarah, kini Andi ngerti kenapa Sarah ngajak mereka makan kesini dan menyuruh Viona yang traktir.


Ini semua menunjukkan Sarah akan menyumbangkan semua uang kontrak brand ambassador eksklusif mereka ke Viona.


Kedua Sarah ingin Viona tidak merasa tidak enak hati atau menolaknya, dengan meminta Viona mentraktir mereka berdua makan minum gratis.


Ketiga Sarah tidak ingin memberatkan Viona dalam mentraktir mereka, jadi dia memilih tempat paling hemat ini.


Keempat ada kemungkinan Sarah tidak mau kalah dengan Santi dan Viona yang sudah terlebih dahulu diajak olehnya makan di tempat ini.


Andi tidak yakin siapa yang memberitahukan Sarah soal tempat makan ini, ada kemungkinan sih Santi .


Karena akhir-akhir ini kedua gadis itu cukup akrab dan sering terlihat bersama.


Di dalam hati Andi sangat terharu dan merasa banyak sekali berhutang Budi kepada Sarah.


Hanya saja terkadang ada kata-kata yang sangat banyak tapi tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.


Dia hanya bisa menyimpan nya di relung hatinya yang terdalam.


Dia tidak bisa mengungkapkan nya, takut Sarah salah paham dan mengharapkan lebih, sehingga dia hanya akan menjerumuskan Sarah ke penderitaan yang tiada Akhirnya.


Viona mengangguk senang, dia langsung membuka dompetnya dan membayar semua tagihan makanan tersebut dengan gembira.


Andi belum pernah melihat Viona tampil begitu percaya diri dan bangga, sejak terakhir mereka mendapat kabar dari ibu Viona soal masalah yang melilit bisnis ayahnya.


Di dalam hati Andi semakin berterimakasih kepada Sarah yang membantunya membangkitkan kepercayaan diri Viona.


Mereka makan dan ngobrol bersama dengan gembira.


Selesai makan Sarah berkata,


"Di... berikan kunci motor mu pada ku, kalian bisa langsung kembali ke kost mu."


"Nanti saya akan suruh bawahan ibu ku mengantar motor itu ke kost mu.."


"Jadi kalian bisa langsung pulang ke kost gak usah bolak-balik ketempat tadi lagi."


Andi pun memberikan kunci motornya dan berkata,


"Makasih banyak ya Sar."


Sar tersenyum dan berkata,


"Aku yang harus nya berterimakasih pada Viona sudah ditraktir."


Viona tersenyum dan berkata,


"Jangan begitu Sar, di bandingkan bantuan mu yang begitu besar pada ku."


"Traktiran ini mana ada artinya.."


ucap Viona merasa tidak enak hati.

__ADS_1


"Vi .. kukatakan padamu, secara terus terang."


__ADS_2