AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
MENUNGGU JEMPUTAN


__ADS_3

"Aku tidak mau melihat mu masuk penjara.."


"Bila kamu sampai masuk penjara, bagaimana dengan ayah dan ibu mu, mereka pasti akan ikut terseret karena perbuatan mu.."


James tersenyum dan berkata,


"Demi kamu aku rela melakukan apa pun, cukup satu kata dari mu.."


"Orang itu pasti akan lenyap, bila kamu ingin seluruh keluarga nya pun di lenyap kan, aku akan anggap itu sebagai bonus."


ucap James santai.


"Kamu jangan gila..dasar psikopat.."


ucap Santi panik dengan mata melotot dan berusaha menahan suaranya, agar tidak berteriak.


"Pokoknya aku tidak mengijinkan mu berbuat begitu, berjanjilah kamu akan patuh hukum dan tidak boleh berbuat hal-hal anarkis.."


ucap Santi sambil mengacungkan telunjuknya didepan muka James.


Sambil tersenyum lembut James memegang jari telunjuk Santi, membawanya kebibir nya dan menciumnya dengan lembut.


"Hei...!!"


teriak Santi kaget.


Wajahnya langsung merah padam menahan malu, dia belum pernah mendapat perlakuan seperti itu dari seorang pria.


Jantungnya rasanya mau copot, saat James melakukan hal itu padanya.


Andi yang terkejut mendengar suara jerit Santi.


Dia buru-buru mendekati mereka dan berkata,


"Ada apa ini ? apa yang terjadi San ? apa dia menganggu mu ?"


Andi mengerutkan alisnya menatap James dengan tajam.


James menoleh kearah Andi, dan berkata,


"Di sini bukan urusan mu, jangan ikut campur."


"Pergilah.."


ucap James sambil mengibaskan tangannya kearah Andi seperti mengusir lalat.


Sontak tubuh Andi merasakan tenaga dorongan yang sangat dahsyat, mendorongnya mundur menjauh.


Untuk mematahkan tenaga dorongan tersebut, Andi terpaksa melayang mundur dengan ringan, lalu bersalto satu kali baru bisa mendarat dengan sempurna.


Santi langsung menghadang di depan James merentangkan sepasang tangannya, sambil mempelototi James dia berkata,


"Kamu jangan melukai teman ku..! atau aku benar-benar akan marah dan tidak akan menghiraukan mu lagi.."


"Jaga sikap mu..! Jangan membuat ku membenci mu..!"


"Ini peringatan terakhir mengingat kamu adalah kakak nya Sarah...!"


ucap Santi marah.


Tapi anehnya James yang begitu kuat dan dingin, tiba di hadapan Santi dia terlihat tak berdaya.


Sambil tersenyum lembut, dia menyentuh ujung hidung Santi dengan lembut, kemudian berkata.

__ADS_1


"Baiklah aku berjanji pada mu, aku tidak akan mengulanginya lagi.."


"Kamu jangan marah.. apalagi membenci ku.."


"Maaf telah membuat mu kesal.."


"Aku pergi dulu.."


Setelah berkata James langsung melangkah pergi meninggalkan tempat tersebut dengan langkah lebar.


Santi menjadi sedikit tidak enak hati, ingin rasanya dia memanggil James kembali.


Tapi teringat kondisi dirinya, dia menjadi ragu.


Akhirnya sambil menghela nafas, dia berbalik berjalan kearah Andi, membiarkan James pergi.


"Di,.. kamu tidak apa-apa kan ? kamu jangan salah paham, dia orangnya memang seperti itu, tapi sebenarnya, dia sangat baik pada ku.."


ucap Santi yang tidak ingin Andi salah paham dengan James.


Andi tersenyum dan berkata,


"Aku tidak apa-apa,.. kamu tenang saja.."


"Dia tidak berniat mencelakai ku, kalau dia mau aku sekarang tidak mungkin bisa bicara lagi dengan mu di sini.."


Andi di dalam hati harus akui, James memang memiliki kemampuan jauh lebih tinggi dari nya.


Sampai sekarang pun Andi masih bisa merasakan, ketidak berdayaan saat berhadapan dengan James tadi.


"San kalau saling suka jangan ragu, agar tidak ada penyesalan di kemudian hari.."


ucap Andi sambil tersenyum.


ucap Santi pura-pura marah menutupi rasa malunya.


"Ya udah..begini aja, aku mau ke kelas dulu.. sampai jumpa bye.."


ucap Santi kemudian dengan kepala tertunduk, dia buru-buru meninggalkan tempat itu.


Andi bersyukur tempat itu sepi, sehingga pergerakan dia dan James tadi tidak ada yang melihatnya.


Sambil menghela nafas panjang, Andi berjalan menuju kelas perkuliahan nya.


"Ahh hari ini aku tidak melihat Viona dan Rio, kenapa ya,? aku tadi lupa menanyakan ke Santi."


gumam Andi seorang diri."


"Ya sudah begini juga baik, kurangi intensitas bertemu, itu justru akan lebih baik bagi psikologis Viona.."


Batin Andi sambil mencari tempat duduk di dalam kelasnya.


Hari itu pun berlalu dengan datar, setelah pertemuan nya dengan Santi dan James tadi pagi.


Selesai perkuliahan Andi langsung kembali ke kostnya.


Menyelesaikan semua tugasnya, lalu beristirahat agar nanti sore saat ikut ke pesta kondisinya dalam keadaan fit.


Menjelang sore Andi langsung pergi ke kost Davina.


Tiba di depan kost tersebut,. Davina Dewi Vero, Yuli Mila dan Susi sudah siap di depan kost menyambut kedatangan Andi sambil tersenyum.


"Aduhhhh di...ampun deh..kamu semakin ganteng deh kalo udah pake jas gini.."

__ADS_1


"Udah kamu malam ini sah deh jadi pacar ku.."


ucap Dewi sambil tertawa.


Andi tahu Dewi cuma bercanda, daya pandang Dewi sangat tinggi.


Mana mungkin dia menyukai Andi yang kere, Yang Dewi suka itu Om Om tajir berdompet tebal dan memiliki mobil mewah berderet-deret dirumah.


Andi sambil tersenyum berkata,


"Sudah ahh kak Dewi jangan mempermainkan perasaan ku deh, diangkat tinggi-tinggi terus di banting.."


Dewi pun tertawa menanggapi guyonan balik dari Andi.


"Emang Yuli yang hobynya Smack Down dan Sumo.."


ucap Susi sambil tertawa menutupi mulutnya yang kecil imut seperti orangnya.


Yuli langsung mendelik kearah Susi dan berkata,


"Udah kurus kecil cacingan banyak mulut pula, mau di Smack Down loe..?"


Susi buru-buru menjauh dan berkata,


"Ehh lihat Pikachu sedang sensitif.."


Yang lain pun tertawa ngakak mendengar ucapan Susi yang nakal.


"Awas loe ya sus, catat..."


ucap Yuli mengancam.


Susi dengan gaya lucu merangkapkan kedua tangannya di depan wajahnya dan berkata,


"Ampun..ampun..nyerah deh.."


Davina diam-diam menatap Andi dengan penuh kagum, begitu pula dengan Vero,


sejak kedatangan Andi. Dia tidak berhenti diam-diam mencuri pandang Kearah Andi.


"Vin Jam berapa jemputan tiba?, ini sudah 6,30 loh."


ucap Mila sambil memperlihatkan jam tangannya kearah temannya yang lain.


"Sabar ya, bentar lagi juga nyampe..nah itu udah datang.."


ucap Davina sambil menunjuk kearah sebuah mobil minibus yang sedang menghampiri kost mereka.


Dengan gembira keenam gadis itu langsung berjalan keluar dari halaman kost mereka menghampiri mobil minibus yang pintu mobilnya terbuka otomatis.


"Selamat sore semuanya, maaf bapak sedikit telat jalanan ke sini sedikit macet.."


"Ada mobil yang nabrak motor tadi di depan sana.."


ucap Sopir yang menjemput mereka menjelaskan.


"Gakpapa pak Tio santai aja,..ayo kita berangkat sekarang.."


ucap Davina sambil tersenyum.


Andi yang duduk di sebelah Davina mengangguk kan Kepalanya sebagai sapaan sopan santun kearah pak Tio .


"Baik non Vina ayo kita berangkat.."

__ADS_1


ucap pak Tio kemudian mulai menjalankan mobilnya.


__ADS_2