AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
TEPI SUNGAI QIN HUAI


__ADS_3

Andi menatap ke Nicole sambil tersenyum dia berkata,


"Kalau benar seperti dugaan mu, besok malam kalau dia nelpon biar kamu saja yang wakili aku menjawabnya.."


"Karena besok malam kan, aku mau main dan makan malam di rumah mu.."


ucap Andi santai.


"Serius kak, bagaimana bila ku bilang ke dia kakak tunangan ku..?"


ucap Nicole sambil tersenyum nakal.


Andi menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Pokoknya terserah pada mu, tapi ide itu cukup bagus."


Nicole sambil tertawa, berkata.


"Bagaimana bila sebaliknya, ? aku bilang padanya kakak sangat menyukainya.."


"Setelah pertemuan itu, kakak gak enak tidur gak enak makan mikirin dia.."


"Aku minta dia main ke lantai 100 temui kakak.."


"Hush,..! jangan ngawur,.. jangan sembarangan, nanti bisa timbul salah paham."


ucap Andi dengan wajah kaget.


Melihat reaksi Andi Nicole pun langsung tertawa terpingkal-pingkal sambil memegangi perutnya sendiri.


"Katanya bebas ngejawab, tapi baru wacana saja udah panik gitu.."


ucap Nicole sambil menahan tawa.


Andi tersenyum canggung dan berkata,


"Ya bebas, tapi gak boleh terlalu jauh dari fakta."


"Nanti bisa menimbulkan salah pengertian yang melukai perasaan orang.."


"Sudah ahh, kita bahas yang lain saja.."


"Pembicaraan over percaya diri, seperti sedang menyombongkan diri, terus terang kakak kurang suka."


"Lebih baik kita kunjungi tempat wisata lain gimana ?"


ucap Andi


Nicole menganggukkan kepalanya dan berkata


"Boleh kita ke tepi sungai Qin Huai aja, kita bisa makan siang di tepi sungai itu."


"Meski pemandangannya gak seindah saat malam, tapi Sop.kaki kambing dan sate kambing di sana sangat enak, kak Andi kalau gak mencobanya pasti nyesal."


"Ayo, kita jalan.."


ucap Andi sambil berdiri dari duduknya.


Nicole pun ikut bangun, kemudian dia membawa Andi keluar dari pintu samping kuil.


Agar tidak menganggu lokasi syuting, yang sedang berlangsung di halaman depan kuil.


Dengan jalan melingkar Nicole berhasil menghindari keramaian, dan sudah kembali ke parkiran mobil mereka.

__ADS_1


Mengikuti petunjuk Nicole, yang melewati jalan dan kota yang agak tua.


Akhirnya mereka tiba di sebuah rumah makan berdesain kuno yang terletak tepat di pinggiran sungai.


Karena saat itu baru jam 11 bukan waktunya makan siang, restoran tepi sungai tersebut belum begitu ramai.


Andi dan Nicole bebas memilih sebuah tempat duduk yang cukup strategis bisa melihat perahu tradisional yang di isi oleh turis wisata berlalu lalang di atas sungai.


Andi serasa sedang berada di dalam film silat,.saat melihat kapal suasana restoran dan bangunan bangunan ditepi sungai tersebut.


Yang membuat beda hanya pakaian para pengunjungnya saja.


Bila semua nya mengenakan pakaian era dinasti Song atau Ming, sontak berubah lah semuanya sama persis seperti di film silat.


Di mana Quo Cing, Huang Rong, Huang Yao Shi, Ciang Nan Ci Sia bertemu di restoran.


Andi jadi sedikit berkhayal, di buat oleh suasana tempat tersebut.


Sedangkan Nicole tidak ambil pusing, dia segera memesan kepada pelayan restoran yang sedang melayani mereka.


"2 porsi Sop kaki kambing, Daging kambing bakar, dan 2 nasi putih.. Minumnya teh wangi saja.."


ucap Nicole cepat.


Setelah pelayan pergi, Nicole baru menoleh kearah Andi dan berkata,


"Kak Andi sedang melamun apa kok begitu serius..?"


Andi menoleh menatap Nicole dan berkata,


"Kenapa tempat ini juga serasa sedang berada di dalam film silat ya..?"


Nicole pun tertawa sambil menutupi mulutnya dia berkata,


"Hampir semua tempat wisata di Nanjing ini selalu di jadikan lokasi syuting.."


ucap Nicole memberikan penjelasan.


Andi pun menganggukkan kepalanya, mendengar penjelasan Nicole.


Tiba-tiba HP di meja bergetar, Nicole pun melihat ke HP nya dan berkata, sambil melihat kearah Andi


"Sebentar,.. dari papa.."


Lalu dia mengajar HP nya dari berkata,


"Ya pa, hallo,.. ada apa ?"


"Anak nakal kata sekretaris mu hari ini kamu gak ke kantor, sedang kemana kamu..?"


tanya papa Nicole di seberang sana sedikit khawatir.


"Emangnya ada masalah di kantor,?aku dan kak Andi baru aja mau makan siang di tepi sungai Qin Huai..'


"Gak sih, papa cuma cemas aja, kamu tiba-tiba gak ke kantor hampir seharian.."


"Ya sudah kalau sama Andi, papa jadi lebih tenang, kalian lanjutkan saja papa gak ganggu lagi..."


"Tolong salam buat Andi, bye.."


ucap papa Nicole kemudian memutuskan sambungan telpon nya.


"Ada apa ? kantor bermasalah ?"

__ADS_1


tanya Andi gak enak hati.


Nicole tersenyum dan berkata,


"Gak da apa apa, papa cuma cemas saja, pengen tahu aku sedang di mana.."


"Papa kirim salam buat kamu.."


Andi pun tersenyum lega, dan berkata,


"Baguslah kalau tidak ada apa-apa.."


"Kalau gak aku benar-benar gak enak sama kamu dan papa mu, gara gara temani aku, kantor jadi bermasalah..'


ucap Andi serius.


Nicole tersenyum dan berkata,


"Masalah kantor mana ada habisnya, ada atau tidak ada di tempat tetap aja selalu ada masalah setiap harinya."


"Mumpung ada kesempatan, ya nikmati aja.."


"ada masalah besok saja baru di selesaikan.."


"Ayo kita makan mumpung lagi panas, kalau dingin nanti jadi kurang enak.."


ucap Nicole sambil mengambilkan sumpit sendok dan tisue untuk mengelap peralatan makan tersebut, sebelum di berikan ke Andi.


"Terimakasih.."


ucap Andi sambil menerima peralatan makan yang Nicole serahkan padanya.


Lalu mereka berdua mulai menikmati makanan di hadapan mereka dengan santai.


Tiba tiba dari arah sungai terdengar suara peringatan agar sungai di kosongkan, semua pengunjung dan perahu di harap menepi dan menjauh dari sungai.


Andi sambil mengerutkan alisnya, menatap kearah Nicole dan berkata,


"Ada apa ini..?"


Nicole tersenyum dan berkata,


"Biasa sebentar lagi mungkin akan ada syuting film di sini..'


"Makanya pengunjung dan pemilik perahu di minta mengosongkan sungai sebentar.."


Andi menatap kearah sungai sambil makan, karena dia ingin melihat proses syuting film kolosal tersebut.


Ini adalah kali pertama Andi menonton proses syuting film secara langsung.


Hal ini bagi Andi adalah pengalaman baru yang cukup bikin penasaran.


Selain Andi para pengunjung lain juga pada berdiri di pinggir sungai, semua orang menatap kearah sungai dengan penuh penasaran.


Akhirnya yang di tunggu tunggu muncul


Terlihat sebuah perahu yang di isi oleh seorang aktris wanita, yang wajahnya mirip Nicole, dengan seorang tukang perahu yang wajahnya tertutup caping bambu.


Perahu tersebut muncul dari arah hulu sungai.


Di posisi lain dari arah hilir sungai juga muncul sebuah perahu lain, di mana perahunya sedang bergerak melawan arus sungai naik ke hulu sungai.


Didalam perahu berisi seorang tukang perahu, yang wajahnya juga tertutup caping bambu.

__ADS_1


Sedangkan bagian depan perahu terlihat berdiri seorang aktris wanita cantik lainnya.


Dia adalah gadis yang berwajah mirip dengan Viona dan Violin itu.


__ADS_2