
Andi mengubah arah tangannya, kini dia menyerahkan kunci motornya ke arah Bu Norman.
Setelah itu Andi dengan hati-hati membantu Dody dan Rina turun dari motornya.
Lalu Andi membawa bungkusan makanan kedua anak itu, sambil menggandeng tangan kedua anak itu, mereka bertiga berjalan kaki menuju rumah kedua anak itu.
Setiba didepan halaman rumah kedua anak itu, Andi menyerahkan bungkusan di tangannya kepada kedua anak itu dan berkata,
"Ayo kalian berdua masuklah kerumah, mandi terus makan, setelah itu kerjakan PR kalian.."
"Kakak mau pulang dulu.."
"Kakak tidak ikut mampir ke rumah dulu ?""
tanya Dody yang segan berpisah dengan Andi.
Andi Tersenyum berjongkok dan membelai kepala kedua anak itu dan berkata,
"Tidak apa-apa kalian masuk saja, mungkin lain waktu kakak baru mampir main kerumah kalian.."
"Kakak bagaimana dengan motor mu..?"
tanya Rina polos.
"Tidak apa-apa kakak titipkan di Bu lurah dulu, besok kakak baru mengambilnya..'
ucap Andi sambil membelai kepala Rina.
Kedua anak itu maju memeluk Andi dan berkata,
"Kakak makasih banyak ya kak.."
Andi memeluk kedua anak itu dengan perasaan haru, dia menggunakan jarinya menghapus dua titik bening yang runtuh dari matanya.
Andi sangat kasihan dengan kehidupan keluarga Viona yang terpuruk hingga seperti ini.
Andi berjanji dalam hat, dia akan bantu dengan sepenuh tenaga.
Hingga keluarga ini bisa bangkit kembali dan bisa mandiri.
Andi melepaskan pelukannya dan berbisik,
"Cepat kalian berdua masuk mandi dan makan, jangan lupa bikin PR ya..kak Andi mau pulang dulu.."
Kedua anak itu mengangguk patuh, lalu mereka berlarian gembira masuk kedalam rumah dan berteriak,
"Ibu ayah kami pulang...!"
Andi tersenyum sendiri melihat tingkah polos kedua anak itu.
Lalu dia berjalan kaki meninggalkan rumah itu, Andi terpaksa menggunakan jasa tukang ojek mengantarnya pulang ke kost.
__ADS_1
Menjelang sore Andi pun berjalan kaki ke kampusnya, untuk mengikuti perkuliahan.
Setelah selesai Andi kembali menggunakan jasa tukang ojek mengantarnya ke Sasana TAH.
Andi tiba di sasana tepat waktu, tapi begitu Andi turun dari motor yang dia tumpangi.
Dia langsung melihat berry sedang melambaikan tangannya kearah nya, Andi berpikir dalam hati kelihatannya anak itu Udah sampai lebih dulu.
Setelah membayar ongkos ojek, Andi pun berjalan menghampiri berry dan berkata,
"Udah lama sampai nya ya Berr..?"
"Belum, baru aja nyampe.."
ucap Berry sambil tersenyum lebar.
Lalu dia berkata,
"Sudah siap Ayuk kita berangkat sekarang..?"
Andi mengangguk kemudian dia duduk di boncengan Berry, dan memegang bahunya.
Berry mengendarai motornya memasuki jalan raya, yang mulai di terangi oleh lampu yang bergemerlapan.
Lampu lampu ini berasal dari cahaya lampu jalan dan lampu lampu yang berasal dari pertokoan dan gedung-gedung pencakar langit.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 45 menit, akhirnya mereka tiba di daerah perumahan mewah yang halaman belakang rumahnya menghadap ke laut.
Andi memandang dengan penuh kagum perumahan yang begitu indah dan mewah yang ada di sana.
Sementara Andi larut dalam khayalan nya, motor yang di kendarai oleh berry terus melaju menuju sebuah apartemen yang besar, dan mewah.
Letak nya tidak jauh dari lokasi perumahan elit tersebut.
Berry memasuki halaman apartemen mewah tersebut, kemudian bergerak menuju area parkir motor, yang letaknya cukup jauh dari apartemen tersebut.
Setelah memarkirkan motornya berry pun berkata,
"Ayo di.. jangan bengong..aja.."
"Yuk..."
ucap Berry memberi kode agar Andi segera mengikuti nya.
Berry membawa Andi masuk dari pintu samping, menuju ke lift yang tersedia di sana.
Berry membawa Andi menuju lantai paling tinggi, yaitu lantai 105, begitu pintu terbuka lantai itu sudah di penuhi oleh orang orang yang berpakaian mewah dan rapi.
Para gadis gadis yang ada di tempat itu, juga terlihat sangat Sexy, dalam balutan gaun mewah yang ketat dan keren.
Para gadis itu, juga semua nya terlihat sangat cantik dan elegan.
__ADS_1
Masing-masing rata-rata menggandeng seorang pria yang berpakaian jas mewah dan bermerk.
Tapi kebanyakan dari pria itu, adalah pria yang berperut buncit dan berumur paruh baya, mereka terlihat sangat kontras dengan gadis gadis cantik yang mendampinginya.
Berry membawa Andi menuju tempat pendaftaran dan menandatangani beberapa perjanjian bebas resiko hidup mati, saat pertarungan berlangsung..
Andi mengikuti petunjuk dari bagian pelayanan dan pendaftaran, mengisi berbagai form dan data diri.
Lalu menandatangani perjanjian bebas resiko mati ataupun cacat bukan tanggungjawab pihak penyelenggara maupun lawan dalam pertarungan.
Setelah masalah administrasi selesai, berry pun membawa Andi pergi ke kamar ganti.
Di dalam kamar ganti Andi bersama berry, bergabung dengan petarung petarung lainnya.
Sebagai petarung kelas umum, mereka di tempat kan di ruang ganti, yang di gunakan secara umum.
Mereka semua adalah petarung kelas pemula dan kelas menengah.
Sedangkan untuk mendapatkan ruang ganti pribadi, mereka harus bisa masuk ke babak profesional dan sejati.
Di kelas itu, mereka baru bisa mendapatkan ruang ganti pribadi.
Tapi untuk bisa mencapai kedua profesi puncak itu, sangatlah tidak mudah.
Berry memilih sebuah pojok yang sepi buat Andi, agar tidak bercampur terlalu rapat dengan orang-orang yang sangar dan bertubuh tinggi besar.
Berry ingin menghindari keributan tidak perlu. sebelum pertandingan dimulai.
Berry ingin Andi bertarung dalam kondisi bugar, sehingga bisa memenangkan pertandingan malam ini dengan mulus.
Beberapa saat menunggu, satu persatu nama peserta pertandingan mulai di panggil menuju lapangan pertarungan.
Mereka pergi berdua berdua, tapi saat kembali mereka hanya sendirian dengan kondisi babak belur .
Mereka tidak lama menempati ruang ganti, setelah di obati oleh manajer dan pelatih masing-masing.
Mereka memilih langsung pulang, tidak ada yang berani maju melanjutkan pertarungan lagi.
Setelah menunggu cukup lama akhirnya nama Andi di panggil juga, berry menemani Andi menuju arena.
Saat tiba di arena,.Andi di minta melepaskan bajunya dan hanya boleh mengenakan celana pendek.
Lawan Andi cukup imbang dengan nya, tubuh mereka hampir seimbang, begitu pula dengan tinggi badan mereka.
Hanya saja lawan Andi tubuhnya jauh lebih berotot dan kekar ketimbang Andi.
Meski sebenarnya Andi memiliki tubuh yang cukup atletis dengan otot menonjol alami.
Tapi bila di bandingkan dengan musuhnya, yang memperoleh otot lewat latihan keras.
Tubuh Andi, masih kalah jauh dari lawannya.
__ADS_1
Arena yang menjadi tempat pertarungan bebas itu ternyata adalah sebuah lingkaran, yang menjadi Hanggar pesawat helikopter, di sebuah atap gedung apartemen mewah.
Bagian Roftop yang terbuka inilah yang di jadikan area arena pertarungan.