
"Di,... hujan gak juga berhenti, aku mulai lapar gimana nih ?"
tanya Viona sambil menatap keluar jendela yang mulai gelap.
"Aku masukkan mie aja gimana ?"
tanya Andi sambil memeluk Viona dengan mesra dari belakang.
Viona menoleh kesamping dan mengangguk.
Andi mencium pipi Viona dengan lembut, kemudian melepaskan rangkulannya, dan membuka lemari.
Mengeluarkan peralatan masak elektrik dan beberapa bungkus mie instan, Andi mulai sibuk masak.
Tak lama kemudian, dia membawa semangkuk mie kuah beraroma wangi, yang membuat perut Viona semakin lapar saat mencium wanginya.
Andi meletakkan di hadapan Viona dan berkata,
"Silahkan..."
Lalu Andi kembali memasak untuk dirinya sendiri.
Tak berapa lama kemudian mie Andi juga matang, Andi langsung makan dari wadah tempat masak.
Andi dan Viona makan bersama-sama berhadap-hadapan sambil saling tersenyum.
Sesekali Andi membantu menghapus kuah mi ditepi mulut Viona dengan tisue.
Sedangkan Viona membantu membersihkan keringat di dahi Andi.
"Vi kamu bersantai sebentar, aku mau turun kebawah cuci peralatan ini.."
ucap Andi sambil membawa mangkok dan peralatan masaknya.
"Aku bantu..?"
tanya Viona menawarkan diri.
"Gak usah aku bisa sendiri..."
"Lagi pula gak baik kamu terlihat oleh keluarga ibu kost, terutama mantunya yang nyenyes dan materialistis itu."
Viona pun mengangguk dia memilih-milih kaset dan memutarnya.
Menikmati koleksi lagu lagu Andi.
Tak lama kemudian Andi sudah kembali dengan peralatan makan yang sudah di cuci bersih dan di lap kering
Setelah merapikan semuanya, Andi kembali duduk sambil memeluk Viona.
"Di,... kalau hujan gak berhenti, aku nginap di sini boleh ?"
ucap Viona sambil menoleh menatap Andi.
"Boleh sih boleh.. cuma nanti kalau gosip tersebar, itu bisa merusak nama mu di kampus nanti."
"Apalagi sebentar lagi kamu akan bersama dengan Rio, bila mendengar gosip tak sedap ini, dan terbakar cemburu.
Aku takut dia akan memperlakukan mu dengan tidak baik."
"Lebih parah lagi, bila dia menganggap mu gadis gampangan dan memaksa mu..ahh tidak.."
__ADS_1
ucap Andi sedikit merinding membayangkan hal itu.
Viona mengangguk dan berkata,
"Makasih di,... kamu sudah berpikir sampai sejauh itu untuk ku."
Andi tersenyum dan berkata,
"Kamu adalah Dewi pujaan ku dari SD, mana tega aku melihat kamu menderita karena keegoisan ku yang sesaat."
"Di,.. apakah aku secantik dan semenarik itu, hingga kamu bisa menyukai ku dari aku masih kecil.?"
"Tentu Vi, tentu kamu sangat cantik dan menarik.."
"Secantik apa ?"
tanya Viona sambil tertawa senang.
Andi termenung lama kemudian dia berkata,
"Sulit di katakan, pokoknya sangat cantik luar biasa, membuat ku sulit tidur sulit makan bila membayangkan nya.."
"Bohoong...! aku gak percaya.. soalnya di suruh gambarin gak bisa, sulit makan sulit tidur bisa mati tuh, buktinya sehat-sehat aja tuh sampai sekarang.."
ucap Viona sambil tertawa dan mencubit gemas paha Andi.
"Aduh...! ok..ok..aku akan kasih gambaran nya mirip gak mirip itu relatif, pokoknya menurut penilaian ku kalian mirip, malah lebih cantik kamu.."
"Wee...! gombal lagi..!"
"Mana tunjukkan..."
"Bentar aku browser dulu..nah ini dia lihat.."
"Yang ya nya kamu suka dan ngefans sama GN kan ? hayo ngaku..."
Andi tersenyum dan menggelengkan kepalanya, lalu berkata.
"Kalau ngefans pasti tahu namanya, sedangkan aku tadi search fotonya aja pakai judul film yang dia mainkan."
"Sekarang tahu namanya pun dari kamu, gimana bisa terhitung ngefans.?"
"Lagipula lihat aja diseluruh kamar ini apa ada foto dia, ataupun gadis lain selain foto mu.."
Viona kembali tersenyum dan menyandarkan kepalanya ke dada Andi dan berkata,
"Yang benar di,.. apa aku secantik itu ?"
Andi mengeratkan pelukannya di perut Viona dan berkata,
"Aku tidak tahu penilaian orang lain, yang jelas kalau menurutku kalian hanya mirip, tapi kalau cantik kamu jelas lebih cantik dari dia.."
Viona mengopret HP Andi gak tahu gimana caranya tahu-tahu kini di layar HP Andi ada foto dia dan foto artis G N bersandingan.
Viona memperhatikan cukup lama hingga akhirnya berkata,
"Kamu benar di,.. setelah di perhatikan baik-baik kita emang mirip."
"Hanya saja tetap lah dia lebih cantik.."
Andi tersenyum dan berkata,
__ADS_1
"Makanya aku bilang selera orang beda-beda, kalau bagi ku kamu lah yang paling cantik."
Viona tersenyum senang dan berkata,
"Kalau pun itu cuma gombal, tapi aku sangat senang jadi kamu layak dapat ini."
Viona melayangkan ciuman ke pipi Andi.
Andi tersenyum dan balas mencium pipi Viona kemudian berkata,
"Vi hujan sudah berhenti, udah jam 8 malam aku antar kamu pulang ya sekarang, ? kamu harus tidur cepat, karena besok pagi kita ada janji sama Sarah dan Santi mau jalan pagi di KC."
Viona mengangguk lalu dia bangkit berdiri.
"Vi pakai ini dulu, habis hujan di luar cuaca sedang dingin."
ucap Andi sambil membantu memasangkan jaketnya ketubuh Viona.
Viona memakai nya sambil tertawa berkata,
"Kan ada kamu microwave berjalan ku..."
Andi tersenyum dan berkata,
"Terserah deh, yang penting kamu gak kedinginan.."
Lalu mereka berdua pun berboncengan meninggalkan kost Andi menuju ke kost Viona.
Setelah memarkirkan motornya di garasi, Viona menahan tangan Andi dan berkata,
"Tunggu di..salam selamat tidur dan mimpi indahnya belum."
Andi menatap Viona dengan bingung
"Maksudnya..?"
ucapan Andi belum selesai Viona sudah melingkarkan sepasang tangannya dibelakang leher Andi dan memberikan Ciuman meluapkan perasaan nya.
Viona seakan-akan berat berpisah dengan Andi, dia cukup lama bertahan menciumi Andi dengan mesra dan lembut.
Hingga dia sendiri kehabisan nafas, dia baru melepaskan ciumannya Viona terlihat sedikit terengah-engah napasnya.
Viona melepaskan tangannya yang melingkar di belakang leher Andi, begitu pula Andi juga melepaskan rangkulannya di punggung Viona.
Andi kini menurunkan kedua tangannya di pinggang Viona.
Viona meletakkan kedua tangannya di dada Andi, mereka berdua saling bertatapan cukup lama.
Hingga akhirnya mereka sama-sama tertawa dan berkata,
"Good night sweet dream.."
Andi lalu membalikkan badannya melangkah dengan ringan meninggalkan kost-kostan Viona.
Viona melihat sampai bayangan punggung Andi menghilang di balik pagar kostnya.
Lalu dia berlari dengan gembira dengan perasaan berbunga-bunga kembali ke kamarnya.
Viona langsung menjatuhkan dirinya baring di kasur sambil memeluk gulingnya erat-erat, dan menatap langit-langit kamar lalu tersenyum sendiri.
Andi sendiri berjalan santai kembali ke kostnya, saat lewat di depan sebuah minimarket yang buka 24 jam.
__ADS_1
Andi memutuskan untuk masuk kedalam minimarket tersebut, Andi membeli beberapa macam keperluan yang di butuhkan besok, terutama buat kekasihnya dan kedua sahabatnya.