
Setelah Viona tamat kuliah mereka baru akan meresmikan pernikahan mereka.
Berpikir sampai di sini, Andi tidak dapat menahan diri untuk tersenyum lebar.
Menyambut kemenangan nya yang sangat gemilang.
Untung aku teringat dengan nasehat kakek pikir Andi dalam hati,
Kakek Andi memberi nasehat,
"bila ada musuh mu yang menggunakan ilmu hitam, kamu cukup sabit kan segenggam tanah kearahnya."
"Maka Ilmunya akan otomatis luntur dengan sendirinya," begitulah pesan kakek Andi padanya.
Andi sebelum masuk ke arena, dia menyempatkan diri, mengambil dua genggam tanah dari pot Bunga yang.di letak kan tidak jauh dari arena, yang digunakan sebagai hiasan untuk menanam tanaman hias.
Andi menyimpan nya di dalam kantong celananya, bila tidak dalam keadaan terdesak, dia tidak akan menggunakan nya.
Tadi melihat posisi yang sangat tepat, karena Red Devil sedang melayang kearahnya dengan sepasang tangan terbuka.
Andi yang tidak mau mengambil resiko, tanpa berpikir panjang lagi, dia langsung menyabit kan tanah yang ada di kantongnya.
Alhasil dia berhasil mengalahkan Red Devil dengan mudah, setelah ilmu batinnya luntur.
Andi dan Berry setelah mandi dan berganti pakaian bersih, mereka berdua tertawa gembira meninggalkan arena.
Andi mengajak berry mampir di pasar kuliner malam, mereka berdua memilih sebuah rumah makan yang menyediakan masakan hot pot, dan sate dengan berbagai pilihan daging mulai dari kelinci biawak ular hingga kelelawar semua ada.
Mereka berdua memilih duduk di sana, sambil makan sambil ngobrol minum bir dengan santai, merayakan kemenangan gemilang mereka.
Saat jam menunjukkan pukul 12, mereka berdua, baru kembali ke kost mereka.
Berry memilih tinggal satu kost dengan Andi.
Agar mereka lebih mudah berkomunikasi dan saat ingin ke arena pun lebih mudah.
Sesuai dengan pesan Viona, pagi-pagi Andi sudah berangkat untuk memantau Violin secara diam-diam.
Andi tersenyum lega, meski Ronaldo pagi-pagi datang menjemput Violin,
Tapi dengan alasan dia harus mengantar kedua adiknya kesekolah,
Violin menolak berboncengan motor dengan Ronaldo.
__ADS_1
Meski mama Violin mendukung dan mengusulkan dirinya yang akan antar kedua adiknya nanti.
Tapi Violin tetap menolak nya dengan tegas.
Andi melihat mama Viona kelihatannya sangat tertarik dan akrab dengan Ronaldo.
Sepertinya mamanya sangat mendukung hubungan Violin dengan Ronaldo.
Tapi ayah Violin kelihatannya berbeda, dia sangat mendukung Violin fokus dengan pendidikan nya.
Setelah memastikan hal itu, dan melihat mereka semua sudah berangkat ke sekolah, Andi baru diam diam meninggalkan lokasi pengintaian nya, yang menumpang di halaman rumah ibu Luhut
Malah ibu Luhut sengaja mengeluarkan mobilnya dari garasi, agar Andi dan motor nya bisa numpang bersembunyi dengan baik.
Hanya saja ibu Luhut berbeda pemikiran dengan Andi, ibu Luhut mengira Andi sedang mengintai Violin, karena cemburu dengan hubungan Violin dan Ronaldo yang di restui oleh ibu Wiliam yang matre, dan tidak tahu balas Budi.
Karena ibu Luhut paham betul, bila tidak ada Andi, mana bisa ibu Wiliam bisa bayar hutang dan kini bisa dengan enaknya buka warung makan.
Jadi Ibu Luhut sangat pro ke Andi dan kurang menyukai mama Viona.
Di tambah lagi bapak bapak komplek di sana, lebih suka pergi makan ke warung makan mama Viona.
Yang menurut para bapak-bapak kompleks masakan mama Viona sangat enak, ketimbang masakan istri mereka di rumah.
Andi yang mengetahui hal itu dari curhat ibu Luhut, dia tidak terlalu ambil pusing dengan pemikiran ibu Luhut, Andi sendiri cukup memahami dan mengerti mengapa Mama Viona mendukung Violin bersama Ronaldo.
Yang penting bagi Andi adalah dia punya tempat persembunyian, untuk mengintip hubungan Violin dan Ronaldo, sesuai pesan dari Viona kekasihnya.
Sore harinya Andi kembali datang mengintip Violin dan Ronaldo yang sedang duduk di teras rumahnya.
Andi melihat Violin sedang belajar, sambil menggelar buku bukunya di atas meja. dan Ronaldo berada di sana menemani Violin belajar
Sesekali bila Violin ada yang kurang mengerti, dia akan bertanya kepada Ronaldo. kemudian Ronaldo akan mengajari dan memberikan penjelasan kepada nya.
Melihat hal itu Andi tersenyum puas, lalu dia diam-diam mendorong motornya, hendak meninggalkan tempat pengintaian nya.
Saat Andi sedang menaiki motornya, hendak berlalu dari sana, dia tidak sengaja melihat Ronaldo dengan penuh perhatian.
Mengulurkan tangannya membantu mengangkat anak rambut Violin yang terjatuh kebawah menutupi wajahnya, karena Violin sedang dalam posisi menunduk, menatap buku pelajarannya dengan serius.
Tepat Ronaldo melakukan hal itu, Violin sangat terkejut, secara reflek dia menepis tangan Ronaldo, lalu duduk mundur sedikit menjauhi Ronaldo.
Violin dengan panik melihat kesekitarnya, seperti takut ada yang melihat perbuatan Ronaldo barusan padanya.
__ADS_1
Di saat bersamaan Violin malah menangkap bayangan punggung Andi dengan motornya, yang sedang bergerak meninggalkan kompleks.
Violin langsung berteriak panik,
"Kak Andi tunggu....!"
Lalu dia meninggalkan Ronaldo dan buku pelajarannya begitu saja, dia langsung bergegas berlari kearah halaman rumah sambil berteriak memanggil Andi.
Andi tentu mendengar panggilan Violin, tapi Andi pura-pura tidak mendengarnya dan memilih menancap motornya meninggalkan tempat tersebut.
Dengan wajah panik dan cemas, Violin pun berkata,
"Kak Ronaldo kenapa masih disitu..? cepat antar aku menyusulnya..!"
Mendengar teguran dari Violin, dengan sigap Ronaldo menghampiri motor nya, menyalakan motornya.
Membonceng Violin melakukan pengejaran kearah Andi pergi.
Ini adalah kali pertama Violin bersedia duduk di boncengan motor nya, sambil memegang pinggang nya.
Tentu saja Ronaldo sangat senang dan bahagia dengan situasi ini.
Berbeda dengan Ronaldo, Violin terlihat sangat panik dan cemas, dia terus mengigit bibir bawahnya sendiri, sambil berpikir yang bukan-bukan, atas kesalahpahaman Andi padanya.
Tanpa di sadari sepasang matanya yang indah, kini mulai basah dengan air bening yang mengambang di matanya.
Ronaldo melakukan pengejaran dengan sangat cepat, tapi setelah berkeliling beberapa saat melakukan pengejaran.
Mereka tetap kehilangan jejak Andi, dan tidak berhasil menyusulnya sama sekali.
Ronaldo sangat penasaran, dia terus melakukan pengejaran dan berkeliling di sekitar kompleks.
Tapi hasilnya tetap nihil, dengan kecewa Violin berkata,
"Sudahlah do,...lebih baik kita pulang saja sekarang.."
Setelah tiba di rumah, tanpa berkata apa-apa, Violin langsung merapikan bukunya dan masuk kedalam rumah, bersembunyi di dalam kamar nya dan menangis tanpa suara.
Violin terlihat telungkup di atas kasur, menyembunyikan wajahnya dibalik bantal dan menangis dengan pilu di balik bantal tersebut.
Sementara Ronaldo hanya di biarkan bengong di depan rumah.
Dia hanya bisa mengutuk kecerobohan nya yang mencoba menyentuh anak rambut Violin, dan ke tidak mampuannya dalam mengejar motor Andi.
__ADS_1
Sehingga harus kehilangan jejak Andi dan semakin menambah kekecewaan Violin padanya.