
Seumur hidup pun Andi tidak akan pernah melupakannya, dialah kekasih yang sangat Andi cintai Viona.
Andi menatap dengan heran, bukannya menurut cerita Santi dan Viona, pabrik ini sangat ketat, tidak bisa keluar masuk dengan bebas.
Kenapa kini Viona bisa keluar ,? padahal saat ini hari Senin malam, bukan kah biasanya Rabu malam Viona dan kawan kawannya baru diijinkan keluar, untuk pergi belanja mingguan.
Di saat malam malam begini, hujan juga semakin lebat, apa yang sedang di lakukan oleh Viona di luar sini.?
batin Andi heran.
Semua tanda tanya besar muncul di dalam pikiran Andi, tanpa ada jawabannya, beberapa saat kemudian sebuah mobil Maybach hitam tiba di hadapan Viona dan pria itu.
Pria itu lalu membuka kan pintu mobil buat Viona, kemudian Viona pun masuk kedalam mobil tersebut.
Mobil itu kemudian bergerak membawa Viona pergi meninggalkan pabrik PT PC,. sedangkan pria itu sendiri segera masuk kembali kedalam pabrik.
Andi menjadi tambah heran, Andi sepertinya mengenali mobil itu, tapi dia lupa lupa ingat di mana pernah melihatnya.
Tanpa pikir panjang Andi meletakkan selembar uang 20.000 di bawah gelas kopi nya.
Lalu dia berlari menembus hujan, untuk kembali kedalam mobilnya, dan langsung melakukan pengejaran sambil membuntuti mobil itu dari jarak jauh secara diam-diam.
Mobil itu sempat berhenti di sebuah mini market, terlihat Viona turun dari dalam mobil di temani oleh seorang pria yang sangat Andi kenal.
Dia lah Rio Ferdinand yang selalu menjadi sumber masalah antara hubungan dirinya dengan Viona
Andi melihat Rio merangkul bahu Viona, membimbingnya masuk kedalam mini market tersebut.
Meski Viona terlihat seperti robot yang bersikap dingin, tapi terlihat jelas Viona tidak menolaknya.
Melihat hal itu, hati dan perasaan Andi bagaikan di sayat sayat pisau silet, kemudian di taburi garam, setelah kering darahnya lalu di sayat sayat kembali.
Rasa ini sungguh perih dan menyakitkan, kalau menuruti perasaan dan emosinya.
Ingin rasanya dia langsung menelpon Viona, menanyakan keberadaan nya, lalu muncul di hadapannya.
Menanyakan secara langsung kenapa Viona begitu tega menghianati cinta mereka.?
Dia sudah berkorban begitu banyak demi Viona, kenapa Viona tega melakukan hal ini padanya.?
Apa kesalahannya,? apa yang sebenarnya terjadi sehingga Viona berbuat seperti ini di belakangnya.?
Tapi akal sehat Andi melarangnya, dia harus menjaga perasaan Viona, bila suatu hari mereka benar harus berpisah.
__ADS_1
Dia juga tidak akan menyakiti perasaan Viona dengan cara seperti tadi.
"Tidak aku tidak akan menyakitinya dan aku tidak boleh menyakitinya.
Atau aku akan menyesalinya seumur hidup."
"Aku pernah berjanji padanya, apapun kesalahannya, aku akan selalu memaafkannya dan kini lah saat terberat, dimana ujian itu tiba."
gumam Andi seorang diri dalam mobilnya.
"Apapun keputusan nya, nanti meski itu sangat menyakitkan, aku akan menerimanya.
Aku harus bisa merelakan kepergian nya, bila itu demi kebahagiaannya, aku tidak akan pernah menyesal.."
"Benar seperti itulah aku harus bersikap.."
gumam Andi seorang diri.
Sesaat kemudian Viona dan Rio sudah masuk kembali kedalam mobil, mobil itu kemudian melaju meninggalkan mini market.
Sejam kemudian mobil itu masuk kedalam parkiran sebuah apartemen mewah.
Andi hanya mengikuti sampai depan apartemen mewah tersebut, setelah melihat Viona dan Rio berjalan bersama masuk kedalam apartemen mewah tersebut.
Sambil tersenyum sedih Andi menutupnya kembali, lalu menyimpannya kembali kedalam saku bajunya.
Andi akhirnya memilih meninggalkan apartemen tersebut dengan perasaan hancur lebur.
Apa yang selama ini dia percaya dan perjuangkan, kini semua menjadi sia sia., semuanya kini terlihat bodoh dan tidak berguna.
Di dalam kepiluan hati, Andi membelokkan mobilnya masuk ke area parkir sebuah bar.
Saat masuk kedalam bar tersebut suara alunan musik sendu dan bau asap rokok yang menyesakkan langsung menyeruak masuk kedalam hidung Andi, bercampur dengan bau alkohol yang menyengat.
Bila dalam keadaan normal, Andi pasti akan memilih mundur menjauhinya.
Tapi saat ini keadaan Andi sangat berbeda, dia seperti orang linglung yang kehilangan arah tujuan hidupnya.
Dia bagaikan seorang anak kecil yang tersesat di jalan, kehilangan arah karena di tinggal pergi oleh orang tuanya.
Andi melangkah masuk kedalam bar tersebut, tidak memperdulikan pandangan orang orang yang di arahkan ke dirinya.
Andi langsung memesan ke bartender,
__ADS_1
"Whisky please.."
Bartender itu mengangguk meletakkan sebuah gelas kecil dihadapan Andi, mengisinya dengan sebiji es batu.
Dia kemudian mengambil sebotol whiskey, membuka penutupnya, lalu dengan perlahan dia mengisi gelas di hadapan Andi hingga penuh.
Andi langsung menyambar gelas tersebut, sekali tegak habislah gelas tersebut.
Andi yang sangat tidak terbiasa minum minuman keras seperti itu.
Baru satu gelas dia sudah merasa kepalanya mutar mutar, terasa sangat pusing.
tapi seiring dengan perasaan pusing itu, sedikit demi sedikit rasa sakit atas kenangan apa yang di lihatnya tadi mulai hilang.
Pikirannya kini mulai kosong, tidak ada hal lain selain terus minum segelas demi segelas.
Tanpa sadar Andi malah sudah merebut botol whiskey tersebut dari tangan bartender yang melayaninya.
Kini Andi duduk di sana menuang sendiri dan menghabiskannya, kemudian menuang lagi dan menghabiskannya.
Hal itu di lakukan berulang-ulang hingga akhirnya dia jatuh terkulai lemas di atas meja bartender, dengan botol whiskey yang kosong dan jatuh miring berputar putar didekat sebelah kepalanya terbaring
Bartender itu menggelengkan kepalanya, melihat sikap dan cara minum Andi.
Sebagai seorang bartender berpengalaman, sekali lihat dia pun tahu, Andi termasuk pengunjung yang tidak bisa minum dan tidak biasa minum, tapi memaksakan diri untuk minum.
Bartender itu membiarkan Andi berbaring di sana hingga pagi, saat dia hendak membereskan bangku dan meja di dalam bar itu, lalu ingin menutup bar nya.
Andi pun akhirnya terbangun sendiri, Andi merasa kepalanya sangat sakit dan pusing.
Bartender itu berjalan menghampiri Andi, dia menuangkan segelas air putih, lalu menaruh sebutir pil aspirin di samping gelas tersebut.
dan berkata,
"Minum ini, mungkin bisa sedikit membantu mengatasi rasa sakit dan pusing di kepala mu.."
Si bartender juga meletakkan selembar tagihan minuman di sana.
Lalu dia berlalu dari hadapan Andi, untuk kembali melanjutkan pekerjaannya membereskan meja dan kursi.
Andi mengambil aspirin di hadapannya, lalu di masukkan ke dalam mulutnya, dengan menggunakan air putih di hadapannya, Andi mendorong obat tersebut masuk kedalam perutnya.
Sepuluh menit kemudian, Andi mulai sadar total, rasa sakit di kepala nya mulai hilang.
__ADS_1
Sedikit demi sedikit ingatan nya mulai pulih kembali.