AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
MENYERANG KEDIAMAN FERDINAND CHU


__ADS_3

"Berhasil atau gagal kita berkumpul kembali seminggu kemudian di Amsterdam, rumah lama kita.."


ucap James tegas.


Rocky dan Rambo menghela nafas kecewa, tapi mereka tidak membantah.


James menepuk bahu kedua sahabatnya itu, dan berkata,


"Aku bergantung pada kalian berdua saudara ku.."


Rocky dan Rambo mengangguk, kemudian mereka bertiga berpelukan.


Ketiga yang lainnya Chi Jared dan Yuri ikut maju, mereka berenam pun berangkulan dengan hangat.


Dan berucap bersama,


"Kami tidak lahir pada hari bulan dan tahun yang sama, tapi kami berharap bisa meninggal pada hari bulan dan tahun yang sama."


"Susah dan senang kami akan nikmati bersama.."


Selesai melepaskan perasaan duka mereka, atas kehilangan Billy yang telah mendahului mereka.


James mulai menggelar rapat kecil, dan pembagian tugas kepada ke 5 saudara nya.


Menjelang pagi James kembali kedalam rumah nya, langsung menuju kamar kedua orang tuanya.


James mengetuk pintu kamar ayahnya beberapa kali.


Tak lama kemudian pintu pun terbuka, ayah James yang baru bangun tidur menatap putranya dengan kaget.


"Ada apa James..?"


tanya ayahnya heran.


"Papa musuh kita sudah ketahuan, yang terlibat adalah Ferdinand Chu Rio Chu, sekretaris negara dan wakil presiden, serta beberapa petinggi partai berkuasa.."


"Hal ini menjadi rumit dan berbahaya, karena mereka telah memancing ke 3 musuh lama ku, datang ke sini..."


"Sebaiknya ayah ibu dan Sarah segera berangkat ke London, biar di kawal oleh saudara ku Rambo..."


"Semakin cepat semakin baik, sedangkan pembayaran hutang, ayah nanti bisa selesaikan secara online saja, nanti saat sudah tiba di dalam pesawat.."


ucap James serius.


"Apakah situasi sebegitu serius, sampai mendadak begini..?"


tanya ayah James ragu.


"Semalam mereka sudah mengirim 15 pasukan elit unit khusus kemari, menurut ayah apa ini cukup serius,..?"


ucap James sambil menatap ayahnya.


"Lalu apa yang terjadi semalam,? kenapa kami tidak dengar apa pun di sini..?"


tanya ayah James heran.


James menghela nafas dan berkata,

__ADS_1


"Ayah,.. ini tidak main main percayalah, demi keselamatan semua nya cepatlah kalian bergerak."


"Ayah,.. ayah uruslah semua secepatnya, mobil dan saudara ku Rambo sudah menanti dan siap di bawah."


"Aku harus pergi meminta Santi bersiap siap, mereka pun akan segera di ungsikan dari sini.."


ucap James kemudian berlalu dari hadapan ayahnya.


James sangat hapal dengan sikap ayahnya yang terlalu berhati-hati dan terkesan agak lamban dan plin plan.


Terkadang hal itu adalah baik, tapi dalam situasi saat ini,.waktu sangat penting, keputusan harus cepat dan tepat.


Jadi James tidak punya waktu untuk meladeni sikap ayahnya saat ini.


Setelah James pergi, Michael KY buru buru masuk kedalam kamar nya, membangunkan Jennifer Cia istrinya.


Setelah memberikan penjelasan singkat, dia pun bergegas pergi meminta Sarah juga ikut bersiap siap.


James sendiri begitu masuk kedalam kamar, melihat Santi yang masih tertidur pulas, ada rasa tidak tega untuk membangunkan nya.


Tapi berhubung situasi sedang mendesak, dia terpaksa mengeraskan hatinya membangunkan Santi.


"San,.. San...sayang.. bangunlah.."


bisik James dengan lembut di telinga Santi


Santi bergunaan kecil, kemudian perlahan-lahan membuka matanya, saat di lihatnya James sedang duduk di sampingnya.


Sambil menatap James dan tersenyum manja, Santi berkata,


"Sayang hari masih pagi, kenapa kamu sudah bangun..?"


Dia ingin mencium suaminya dan melanjutkan kemesraan semalam.


Tapi gerakan nya tertahan oleh jari tangan James yang berkata,


"Sayang,.. maaf saat ini bukan waktunya buat kita,... kamu dan Ivan harus segera bersiap siap berangkat ke Amsterdam rumah lama ku.."


"Ayo bangunlah dan bersiap siap, situasi mendesak..."


ucap James menatap Santi dengan serius.


Santi langsung bangun duduk dan menatap James dengan serius dan berkata,


"Apa yang terjadi sayang..?"


Santi sadar, pasti ada sesuatu, sehingga James bersikap begini.


Selama ini James tidak pernah terlihat seperti saat ini.


"Musuh lama ku sudah datang, setiap saat bisa pecah perang."


"Aku tidak ingin kamu dan Ivan terlibat dalam bahaya yang tidak perlu."


"Jadi segeralah kalian mengungsi jauh jauh dari sini.."


Santi menggelengkan kepalanya dan berkata,

__ADS_1


" Aku tidak ingin berpisah dengan mu,.. sayang."


"Aku takut,.. James.."


"Kamu tenang saja, aku janji 5 hari lagi, kita akan berkumpul kembali..ok?"


ucap James sambil memegang wajah Santi dengan lembut.


Santi sebenarnya ingin membantah, tapi dia tidak jadi melakukannya.


Dia sadar tidak bisa bantu apa-apa, malah akan menjadi beban yang bisa membahayakan nyawa James, bila tidak menuruti rencana yang sudah di susun oleh James.


Akhirnya Santi mengigit bibir nya menahan tangis, lalu menganggukkan kepalanya dan berkata,


"James berjanji lah, kamu harus kembali dengan selamat, aku dan Ivan masih sangat membutuhkan mu.."


"James mengangguk cepat dan berkata,


"Terimakasih sayang, aku berjanji pada mu,.. nah sekarang cepat lah bersiap siap ."


"Monica dan Rocky nanti akan mengurus semuanya untuk kalian.."


Santi mengangguk, kemudian dia bergerak cepat menyiapkan semua barang keperluan nya.


James ikut membantu Santi bersiap siap, termasuk pergi menyiapkan semua barang keperluan putranya.


Setelah siap, James membantu membawa barang Santi dan anaknya, sedangkan Santi menggendong putranya.


Saat tiba di halaman depan, di sana terlihat Michael KY Jennifer Cia Sarah Monica Rocky dan Rambo sudah siap menunggu di mobil.


Rambo langsung datang membantu James membawa barang barang Santi.


James mengantar Santi dan putranya, hingga masuk kedalam mobil, lalu dia membelai dan mencium kening Santi dengan lembut.


"Berangkat lah segera hati hati di jalan..."


ucap James sambil menatap kearah Rocky dan Rambo.


Kedua orang itu mengangguk kecil, lalu menutup pintu mobil, dan bergerak meninggalkan James.


Santi dari saat masuk mobil hingga mobil berjalan, dia tidak berkata apa-apa, hanya airmatanya yang terus bercucuran membasahi pipinya.


Dia hanya terus menatap James dengan sedih dan khawatir.


Sebenarnya dia sangat khawatir, dia sangat takut bila harus kehilangan James.


Dia tidak berani bayangkan hidupnya nanti, bila James benar'benar pergi meninggalkan dia..


Setelah melepas kepergian rombongan keluarganya...


James pun bersiap-siap memimpin pasukan nya, bergerak menuju kediaman Ferdinand Chu.


6 mobil beriringan meninggalkan kediaman keluarga KY, langsung bergerak menuju kediaman Ferdinand Chu.


Begitu tiba di kediaman tersebut, mobil James yang bergerak paling depan langsung menabrak pagar tinggi besar milik Ferdinand Chu hingga terpental.


Ke 6 mobil melaju masuk, para satpam keluarga Chu yang terkejut, segera berlari keluar dari dalam pos jaga.

__ADS_1


Begitu mereka keluar dari dalam pos satpam, mereka langsung di sambut dengan tembakan senjata yang dipasangi peredam suara, oleh pasukan yang di bawa James.


__ADS_2