
Benar saja Sarah turun dari mobil dengan Anggun di bukakan pintu mobilnya oleh pak Larjo sopir tuanya.
"Silahkan non.."
ucap Pak Larjo mempersilahkan Sarah berjalan melewati depannya dengan membungkukkan badan.
Sikap ini adalah pesan Sarah ke pak Larjo, sengaja untuk di pertunjukan pada Davina dan Vero.
Biasanya Sarah tidak pernah mewajibkan sopirnya melakukan hal berlebihan seperti ini.
Sarah yang memakai gaun hitam diatas lutut terlihat berjalan dengan badan tegak, dan wajah sedikit terangkat, dia terlihat sangat anggun dan cantik.
Sambil berjalan menghampiri Andi, Sarah melambaikan tangannya kearah Andi dan berkata,
"Sayang kamu sedang sama siapa ? mau kemana ?"
"Lupa ya, malam ni harus menemui papa dan Mama.."
ucap Sarah sambil mendekati Andi dan menggandeng tangannya dengan mesra.
Ucapan Sarah sesaat membuat Andi tertegun, tapi sesaat kemudian dia pun sadar, dan segera melengkapi Sandiwara Sarah.
Untuk bisa keluar dari situasi sulit, menghadapi kedatangan Davina dan Vero.
"Tentulah aku ingat, mana mungkin aku lupa."
"Janjinya kan jam 7.30 malam ini dijemputnya, kok sudah datang kemari sekarang..?"
"Ini sayang,...kenalkan kedua teman ku.."
"Yang ini Vero dan Yang ini Davina mereka teman joging sore ku.."
ucap Andi memperkenalkan Davina dan Vero satu persatu ke Sarah.
Sarah dengan gaya elegan menyalami mereka satu persatu sambil berkata,
"Sarah kekasih Andi.."
"Sarah..kekasih Andi.."
"Senang bertemu dengan kalian.."
Ucapan Sarah bagaikan geledek menyambar di siang bolong, baik Davina maupun Vero sesaat berdiri mematung, menatap kearah Andi dengan wajah sedikit pucat.
Davina yang lebih terbiasa menghadapi berbagai macam orang, dia lebih dulu tersadar, dan buru-buru berkata,
"Wah di..sekali ini salah mu.. udah punya janji dengan kekasih mu yang cantik.. kenapa tidak mengabari kami.."
"Kalau sudah begini..kamu membuat kami jadi terlihat memalukan deh ."
ucap Davina untuk menutupi perasaan kecewa dan canggungnya.
Andi pun buru-buru berkata,
"Maaf...maaf ..ini salah ku..aku tidak menyangka pacar ku datang lebih awal, sehingga jadi begini.."
__ADS_1
"Sekali lagi maaf ya Ver, Vin.."
"Ya sudah gak papa.."
"Kami permisi duluan kalau gitu..bye..di.."
ucap Davina cepat sambil menggandeng Vero, yang masih bengong menatap kearah Andi dengan tatapan sedih.
Vero mengikuti tarikan tangan temannya meninggalkan kost Andi tanpa berkata apa-apa.
Tapi saat sampai di depan pagar Vero menoleh kebelakang sekali lagi menatap Andi, dengan tatapan sepasang mata sedikit berkaca-kaca.
Saat Vero menoleh, tepat Sarah sedang membantu merapikan rambut Andi yang sedikit menutupi dahinya.
Andi hanya bisa tersenyum lembut dan melambaikan tangannya, melepaskan kepergian Vero dan Davina dari kostnya.
Vero yang menyaksikan hal itu, dia mengigit bibirnya dengan keras, sambil menutupi mulutnya sendiri dengan punggung tangannya
Da berlari meninggalkan tempat tersebut, sambil menahan Isak dan airmata bercucuran.
Hati dan perasaan nya terhadap Andi, kini hancurkan berkeping-keping, meninggalkan bekas luka yang sedang berdarah.
Sambil berlari Vero menghapus airmatanya, di dalam hati dia berkata,
"Ini bukan salah siapa siapa, ini semua salah dirinya sendiri, yang menaruh perasaan berlebih terhadap Andi."
"Dia sendirilah yang menyalah artikan kebaikan dan perhatian Andi.."
"Ver..tunggu..!"
Berbeda dengan Vero, Davina tidak berani menoleh, dia berpura-pura semua baik-baik saja, padahal hati dan perasaan nya saat ini tidak berbeda jauh dengan Vero.
Setelah kedua gadis itu pergi Sarah baru melepaskan pegangan tangannya dari Andi.
Meski dia juga sangat menikmatinya, dan ingin berdekatan dengan Andi, tapi dia juga tahu diri.
Dia tahu Andi hanya mencintai Viona, dia tidak akan bersikap tidak tahu malu, memaksakan keinginan sepihak nya pada Andi.
"Makasih banyak Sarah..untung kamu datang tepat waktu, bila tidak aku benar-benar tidak tahu harus bagaimana menolak mereka.."
"Santai aja di,.. itu cuma masalah sepele.."
"Ohh ya di..aku datang kemari ingin mengajak mu pergi makan.."
ucap Sarah sambil menatap Andi .
"Gimana ya Sar.. bukan aku tidak mau..tapi aku sudah berjanji sama Viona..aku.."
Sarah tertawa sambil menutupi mulutnya.
Sesaat kemudian dia baru berkata,
"Aku datang bukan ingin kencan dengan mu..kamu tenang aja.."
"Dari sini kita akan ke kost Santi, menjemput Santi dan Viona.."
__ADS_1
"Aku sudah mendengar cerita, tentang kamu dan Viona dari Santi.."
"Jadi sebelum kamu dan aku sama-sama berangkat Minggu depan.. anggap saja ini makan malam perpisahan kita.."
"Tapi Sar Viona Sekarang..."
"Aku tahu posisi Viona, kamu jangan khawatir."
Potong Sarah menghilangkan keraguan Andi.
Andi masih menatap bingung kearah Sarah menunggu penjelasan.
"Begini di..kita keluar makan malam ber 4 sebagai teman, di sana kalian tidak berdua, ada aku dan Santi.."
"Rio tidak ada hak mau marah, kalau dia mau datang silahkan, tapi dia tidak bisa semeja dengan kita.."
"Karena aku tidak mengundang nya, kalau dia memaksa hmm jangan salahkan aku.."
ucap Sarah sambil tersenyum dingin.
Andi jadi teringat dengan kakak Sarah yang misterius.
Menyinggung dan mencari keributan dengan Sarah, Rio hanya menggali lobang kuburannya sendiri.
Rio tidak akan sebodoh itu pikir Andi.
Setelah berpikir dan menimbang sesaat akhirnya Andi berkata,
"Baiklah Sar..kamu tunggu sebentar, aku mau berganti sebentar.."
Sarah tersenyum dan mengangguk kecil menanggapi ucapan Andi.
Begitu Andi pergi berganti, Sarah mengetikkan beberapa kata di grup pertemanannya dengan Santi dan Viona.
Setelah itu Sarah, masuk kedalam mobilnya, dan menunggu Andi sambil mendengarkan musik di dalam mobil.
Lagu yang sedang di putar oleh radio yang dipilih oleh pak Larjo, adalah lagu jaman dulu berjudul, Cinta yang datang terlambat.
Lagu itu mengisahkan seorang gadis yang mencintai secara diam-diam, terhadap teman dekatnya.
Tapi dia hanya menunjukkan perhatian dan sikapnya saja, tanpa berani mengungkapkan perasaan nya.
Karena dia sendiri ragu, apakah itu perasaan cinta antara pria dan wanita, atau itu hanya perasaan sebagai sahabat saja
Hingga akhirnya pria itu memilih menikah dengan sahabat mereka berdua, yang berani mengungkapkan perasaan nya secara terbuka pada pria itu.
Di hari pernikahan kedua sahabatnya itu lah, gadis itu baru menyadari, dia sebenarnya sangat mencintai pria itu.
Dia pun mengungkapkan semua perasaan nya pada pria itu, tapi pria itu mengatakan saat ini semua sudah terlambat.
Meski pria itu sebenarnya juga menaruh perasaan pada gadis itu, tapi kini dia selangkah lagi sudah akan menuju pelaminan.
Jadi dia tidak bisa lagi menerima perasaan gadis itu, dia meminta gadis itu melupakannya.
Karena dia tidak mungkin memilih menyakiti perasaan calon istrinya.
__ADS_1
Ini adalah sesuatu yang sangat tidak adil dan akan sangat melukai perasaan istrinya.