
Andi menatap Violin dengan kaget dan tak percaya.
Hingga dia mendapat anggukan kepala dari Violin yang sedang tersenyum manis menatapnya.
Andi pun sadar, kelihatannya dia telah salah paham dengan hubungan Violin dan Ronaldo.
"Aku tahu mengapa kakak berpikir seperti itu, hari itu adalah salah ku."
"Karena malu dan takut aku tidak berani bercerita terus terang, atas yang terjadi di taman antara aku dan DoDo.."
"kakak pasti tidak melihat keseluruhan kejadian hari itu hingga selesai.."
"ini ada rekaman cctvnya, aku sengaja menyimpannya untuk kakak lihat.."
ucap Violin sambil menyerahkan HP nya ke Andi.
Andi menontonnya dengan sabar hingga selesai, dibagian terakhir Andi tersenyum lebar.
Kemudian mengembalikan HP ditangannya ke Violin sambil tersenyum, Andi berkata,
"Tapi aku juga tidak sepenuhnya salah, lihat di bagian detik ke 50, bukankah kamu di situ terlihat begitu menikmatinya.."
Violin memukul lengan Andi , sambil merangkulnya dengan erat dan berkata,
"Aku senang kamu cemburu, itu berarti kamu perduli pada ku.."
"Itu di kejadian itu, tiba-tiba aku teringat dengan ciuman yang pernah kamu lakukan pada ku."
"makanya aku sempat menganggap dia adalah kamu, sehingga terlena.."
"Tapi ketika aku sadar, maka terjadilah kejadian selanjutnya itu.."
ucap Violin sambil tersenyum nakal.
"Di sini dingin, ayo kita masuk kedalam.."
ucap Andi sambil bangun berdiri dan membimbing Violin ikut berdiri di sampingnya.
Andi kemudian mengeluarkan kunci membuka pintu rumahnya, lalu mereka berdua sambil berangkulan mesra masuk kedalam rumah.
Setelah masuk Andi mengunci pintu, menyalakan pemanas suhu ruangan dan menyalakan tungku pemanas.
Setelah itu dia baru duduk santai di sebelah Violin, membiarkan Violin berbaring bebas dalam pangkuannya.
Sambil memeluk Violin Andi berkata,
"Lin kamu mungkin sudah tahu dari Berry, umur ku tidak akan sampai 3 bulan lagi."
"Kalau kamu suka, selama 3 bulan ini kita boleh menjadi pasangan kekasih, layaknya orang pacaran."
"Tapi kita tidak boleh melebihi batas orang berpacaran, sekarang sudah malam kamu tidurlah di kamarku di atas."
"Biar aku tidur di sofa ini, besok pagi-pagi kita harus tinggalkan tempat ini pindah ke apartemen James di Zurich."
"Kenapa kita harus pindah ? apa yang sebenarnya terjadi ?"
tanya Violin sambil menatap Andi dengan heran.
__ADS_1
Andi menatap Violin dengan serius dan berkata,
"Cerita nya panjang, yang jelas ini semua demi keamanan kalian semua.."
"Karena besok James, ada kemungkinan akan menghadapi musuh-musuh yang datang menyerang nya beramai ramai."
"James menugaskan aku menjaga dan mengungsikan Santi istrinya dan putranya Ivan serta adik seperguruannya dokter Monica.."
"Ohh dokter cantik dan bodynya sangat wow itu, aku ingat kalau gak salah, dia juga pernah datang menjenguk mu di RS ketika kamu siuman dari koma.."
"Kelihatannya dia juga sangat menyukai mu.."
"Benar tidak..?"
ucap Violin sambil tersenyum menggoda Andi.
Andi tersenyum dan berkata,
"Itu urusannya, yang jelas aku hanya mencintai mu seorang.."
"Yang bener kak, nanti nyesal loh, punya dia kan lebih besar dan montok, bokongnya juga mantab punya.."
"Sedangkan aku kecil dan bokong ku tipis, apa kakak gak nyesal ?"
tanya Violin sambil tertawa menggoda Andi.
Andi tertawa dan berkata,
"Gak masalah aku justru sukanya yang kecil dan tipis.."
"Sini biar ku periksa..."
ucap Andi sambil pura pura ingin melakukan sesuatu.
Violin sambil tertawa ngakak menahan geli sambil berusaha menahan tangan Andi dan terus tertawa cekikan meronta ronta kecil dalam pangkuan Andi.
Mereka bercanda sambil tertawa riang.
Sesaat kemudian Violin berkata,
"Kak aku sengaja mengambil spesialis bedah otak, adalah karena aku ingin menangani pembedahan syaraf di otak kakak yang bermasalah.."
"Apa kakak percaya dan bersedia menjadi alat uji coba Lin..?"
Andi menatap Violin dan berkata,
"Jangankan kamu adalah dokter Spc yang punya peluang menyembuhkan ku.."
"Bahkan seandainya kamu cuma gadis biasa, tapi menginginkan nyawa ku, atau apapun organ yang ku miliki, tanpa pikir panjang aku pasti akan mengabulkan nya."
"Tapi saat ini yang paling aku khawatir, bila kamu yang menangani pembedahan ku adalah."
"Aku takut kamu akan selalu menyalahkan diri dan menyesali diri, bila ada hal buruk terjadi pada ku pasca operasi.."
"Itu yang paling ku takuti,.asalkan kamu berani berjanji pada ku, apapun yang terjadi nanti pasca operasi, kamu akan hidup dengan baik dan bahagia."
"Tanpa harus menyesali diri dan menyalahkan diri mu sendiri, atas apapun kenyataan yang akan terjadi kelak."
__ADS_1
"Maka aku akan langsung menyetujui operasinya,.setelah masalah James selesai nanti.."
ucap Andi serius.
Violin mengangguk dengan penuh keyakinan dan berkata,
"Aku berjanji kak..aku berjanji pada mu..aku akan baik baik saja.."
Andi tersenyum lebar dan menarik violin kedalam pelukannya dan berkata,
"Ini baru benar, percayalah, kak selamanya akan selalu berada disini, tidak akan pernah jauh dari mu.."
"Bila kamu kesepian, kakak akan muncul dalam mimpi mu menemani mu setiap saat setia waktu.."
"Bila kamu takut gelap dan sepi, kakak akan berubah menjadi bintang dan bulan untuk menerangi mu.."
Violin mengangguk cepat dan tersenyum bahagia, sambil memeluk Andi erat erat.
Andi membiarkan Violin berbaring dalam pelukannya, hingga Violin tertidur karena kelelahan.
Baru Andi menggendong Violin ke kamarnya dan membaringkan Violin dengan hati-hati di kasurnya.
Tapi saat Andi bersiap ingin meninggalkan Violin, tiba-tiba Violin dengan mata terpejam menahan tangan Andi dan berkata.
"Kak jangan pernah tinggalkan Lin lagi, temanilah Lin tidur.."
"Lin takut tidur sendirian, Lin tidak mau..kak.."
Andi menghela nafas panjang, akhirnya dia ikut berbaring di sebelah Violin.
Membiarkan Violin tidur nyenyak sambil memeluk dirinya.
Sementara itu, demi menenangkan pikirannya, Andi terus berlatih tenaga sakti Fu Mo Se San Cang sambil berbaring hingga subuh.
Menjelang pagi Andi pun membangunkan Violin dengan pelan dan berkata,
"Lin bangun yuk,.. waktu nya kita bersiap siap.."
Violin membuka matanya menatap Andi sambil tersenyum bahagia, dia berkata,
"Terimakasih kak Andi, aku benar benar sangat bahagia semalam.."
Andi tersenyum dan memberikan ciuman lembut di kening Violin dan berkata,
"Aku juga merasakan hal yang sama, kamu ternyata saat tidur dan bangun tidur wajah mu sungguh mempesona..'
"Gombal ahh kak Andi,.. mana mungkin tanpa make up bisa cantik.."
"Udah ahh Lin mau mandi dan bersiap-siap dulu."
ucap Violin sambil tersenyum malu, dan hendak berlalu.
Tapi Andi menahan tangannya menariknya kembali jatuh dalam pelukan Andi.
Andi langsung memberikan ciuman yang panjang dan mesra di bibir Violin setelah selesai baru berkata.
"Aku tidak gombal, dan aku sangat serius, kamu memang sangat mempesona.."
__ADS_1