AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
NICOLE MENGANTAR ANDI DAN ROMBONGANNYA MENUJU APARTEMEN XING REN


__ADS_3

Untuk menggantikan posisi kepala Tehnisi, Produksi, Desain, dan Marketing yang di bawa Andi.


Andi menunjuk wakil kepala masing masing bagian sebelumnya untuk melanjutkan tugas sebagai kepala di sana.


Setelah masalah di New York berhasil di atur dengan baik, Andi pun berangkat bersama team nya ke China.


Setiba di bandara Nanjing, Andi yang masih tetap menggunakan kursi roda, di dorong oleh kepala marketing nya Marco.


Di belakang mereka mengikuti kepala produksi Peter, yang mendorong kereta berisi tas dan barang barang milik mereka berlima.


Kepala desain Doni dan teknisi Toni mereka berdua mendorong kereta yang berisi peralatan contoh prototipe dan berbagai buku petunjuk pembuatan dan pengoperasian mesin.


Sisanya yang berat berat diurus via pengiriman ekspedisi dari New York ke China Nanjing


Sejak usaha mereka sukses, keempat orang andalan dari kepercayaan Andi ini, mendapatkan jumlah saham yang sama dengan Berry dan Carol, masing masing mendapatkan 2% dari saham total milik Andi yang 20% itu.


Tentu saja itu di bagi dari bagian Andi yang mendapatkan 20% dari Total saham milik perusahaan, 40% di pegang Bos Wang, 25% di pegang Bos Chen, 15% dipegang Bos Mike.


Untuk pembagian Andi dan ketiga bosnya sudah di atur dalam kontrak awal mereka saat turunnya modal tahap pertama.


Sedangkan untuk Andi dan ke 6 bawahan nya, itu dituangkan secara tertulis sejak perusahaan yang mereka bina mulai mampu memenuhi produksi 1000 unit.


Andi sangat adil dalam pembagian hak dan kewajiban, sehingga mereka ber 6 sangat setia dan sangat menghormati Andi.


Baik Andi dan ke 6 orang itu sama sama sadar, tanpa kerjasama mereka ber 7 mereka bukan siapa siapa.


Tanpa mereka ber 7 perusahaan Andi Automotif Company juga tidak mungkin ada.


Oleh karena itu mereka ber 7 sangat kompak dan berusaha semaksimal mungkin memajukan usaha ini.


Saat mereka ber 5 tiba di bandara Nanjing, Bos Wang dan seorang gadis cantik bergaun putih datang menjemput mereka di sana.


Begitu melihat kedatangan rombongan Andi, Bos Wang sambil tersenyum lebar langsung melambaikan tangannya kearah Andi.


Andi pun membalasnya, sambil tersenyum.


Marco mendorong kereta Andi menghampiri Bos Wang.


Keempat bawahan Andi sama sekali tidak menyadari yang datang menjemput mereka adalah Bos Wang.


Bos yang memiliki saham terbesar dalam perusahaan yang mereka jalankan selama ini.


Selama ini hanya Andi Berry dan Carol lah, yang pernah bertemu dengan ke 3 Bos besar itu.


Mereka berempat sangat terkejut saat tiba di hadapan Bos Wang Andi berkata,

__ADS_1


"Bos Wang kenalkan ini 4 orang andalan perusahaan kita,


Peter kepala produksi, Toni kepala tehnisi, Doni kepala desain, Marco kepala marketing."


Keempat orang itu satu persatu maju menyalami Bos Wang dengan sungkan.


Bos Wang menyalami mereka semua sambil tersenyum lebar.


Setelah menyalami mereka semuanya Bos Wang baru berkata, "Kenalkan ini Nona Nicole asisten ku."


"Nicole yang nantinya akan membantu mengatur kan segala yang kalian butuhkan selama di Nanjing."


"Termasuk mengunjungi lokasi pabrik baru, perekrutan karyawan, pemesanan mesin sesuai keinginan kalian, semua nanti biar Nicole yang akan bantu aturkan untuk memudahkan aktivitas kalian.."


ucap Bos Wang memperkenalkan nona cantik bergaun putih yang ada di sebelah nya.


Peter dan Marco yang masih single yang paling duluan maju menyalami Nicole dan berbasa-basi.


Nicole memang sangat cantik, dia memiliki wajah yang seperti blasteran timur tengah, dengan China membuatnya terlihat sangat cantik luar biasa.



Di susul oleh Doni dan Toni, sedangkan Andi yang paling terakhir menyalaminya berkata,


"Apa kabar nona Nicole ? senang mengenal mu ? maaf kedepannya kami akan banyak merepotkan mu."


"Kabar ku cukup baik, terimakasih pak Andi, sudah lama aku mendengar nama pak Andi yang selalu di puji Bos Wang, hari ini bisa bertemu langsung adalah keberuntungan ku.."


Andi melepaskan pegangan tangannya dari tangan Nicole yang halus dan sangat lembut.


Sambil tersenyum Andi berkata,


"Bos Wang suka melebih lebihkan, sebaiknya jangan di percaya."


"Aku biasa biasa saja, bila nanti tidak sesuai ekspektasi nona Nicole, aku meminta maaf duluan, dan harap jangan terlalu kecewa."


ucap Andi sambil kembali tersenyum.


Bos Wang sambil tertawa langsung berkata,


"Nicole untuk membuktikan aku yang berlebihan, atau dia yang terlalu merendah, kamu akan tahu sendiri nantinya.."


Nicole mengangguk sambil tersenyum, sedangkan Andi hanya bisa tersenyum canggung tidak bisa berkata-kata.


Bos Wang sambil tersenyum lebar dan melihat kesemuanya kemudian berkata,

__ADS_1


"Nicole, Andi dan semua nya, aku masih ada urusan lain, aku permisi duluan.."


"Untuk selanjutnya dan seterusnya, semuanya akan di urus oleh Nicole..yang mewakili ku.."


"Permisi semua nya.."


ucap Bos Wang.


Lalu dia pun bergerak terburu buru meninggalkan tempat tersebut, sambil berbicara lewat telpon, diikuti oleh 4 orang pengawal bertubuh sedang berambut cepak, berwajah dingin dan terlihat sangat gesit.


Sekilas lihat Andi yang dulunya termasuk seorang ahli, langsung bisa mengenali mereka berempat bukan orang biasa.


Setelah Bos Wang pergi, Nicole langsung mempersilahkan Andi dan rombongannya mengikuti dirinya.


Nicole ternyata datang dengan dua mobil, mobil pertama dia setir sendiri adalah sebuah sedan.


Sedangkan mobil kedua di bawa oleh seorang supir yang membawa mobil MPV yang berukuran besar, yang bisa memuat barang banyak dan orang lebih banyak.


"Pak Andi mau ikut mobil saya atau bagaimana ?"


"Maaf mobil ku agak kecil, gak bisa muat banyak orang."


ucap Nicole ke Andi dan kesemuanya.


Andi tersenyum dan berkata,


"Tidak makasih Nicole, keadaan ku yang seperti ini, kurang praktis dan leluasa ikut di mobil mu.."


"Biar aku dan keempat rekan ku ikut di mobil kedua saja.."


Nicole mengangguk dan menatap Andi dengan penuh simpati.


Lalu dia berkata,


"Baiklah kalau begitu kita bertemu di restoran Long Feng, kita makan siang dulu di sana.."


"Setelah itu kita baru menuju apartemen Xing Ren tempat tinggal baru buat pak Andi dan lainnya."


Andi dan lainnya mengangguk, lalu mereka pun, mulai bergerak cepat menuju mobil kedua.


Tak lama kemudian mereka pun tiba di restoran Long Feng, sebuah restoran yang cukup besar dan mewah.


Semua masakan sudah siap begitu rombongan Andi tiba, sehingga Andi dan rombongannya ditemani oleh Nicole sudah langsung bisa makan minum sambil ngobrol santai.


Selesai makan, mereka pun langsung menuju apartemen Xing Ren, yang menjadi tempat tinggal baru bagi Andi dan rombongannya, selama mereka bertugas di Nanjing.

__ADS_1


Nicole mengantar dan menunjukkan apartemen mereka satu persatu sambil menyerahkan kunci pintu kamar ke mereka.


Peter dan Marco sebelum masuk ke kamar mereka masing-masing, mereka sempat meminta nomer ponsel ke Nicole secara langsung.


__ADS_2