AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
MENGUNJUNGI RESTORAN UNIK DAN ROMANTIS


__ADS_3

"Lalu kamu memancing mereka kemana Di ? apa yang terjadi selanjutnya ?"


tanya Viona ingin tahu.


"Aku juga tidak tahu nama tempat itu, aku hanya asal saja, kami melanjutkan pertarungan di tepi sebuah sungai kecil yang berarus deras."


"Satu persatu serigala itu aku lempar ke sungai, dan terbawa arus sungai yang deras.."


"Sisa serigala melarikan diri, lalu aku kembali ketempat kalian, tapi kalian sudah tidak ada di sana."


"Aku yakin kalian tentu sudah ditolong oleh para guru Pramuka, dan benar saja aku melihat kalian sudah kembali ke perkemahan."


"Agar tidak menimbulkan kehebohan dan banyak pertanyaan, aku menumpang dirumah penduduk merawat luka ku."


"Saat rombongan turun gunung aku baru kembali bergabung dengan kalian.."


"Luka mu parah ya di ?"


tanya Viona sambil mempererat pelukannya pada pinggang Andi.


Viona sangat terharu lagi-lagi Andi mempertaruhkan nyawa menolongnya, dengan tulus dan tanpa pamrih.


Andi menyentuh tangan Viona dan berkata,


"Tidak separah saat melihat mu pergi bersama Rio.."


"Kamu marah ya di...? aku waktu itu jalan sama Rio ?"


tanya Viona menyesal.


Andi menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak Vi, asalkan kamu bahagia dan dia bersikap baik pada mu."


"Aku pasti akan doa kan kebahagiaan buat kalian.."


"Makasih ya di,... kamu selalu baik banget pada ku.."


"Maafkan sikap ku yang terkadang tanpa sengaja selalu menyakiti mu.."


ucap Viona menyesal.


Andi tersenyum dan berkata,


"Apapun yang kamu lakukan, aku janji akan selalu memaafkan mu.."


Viona tersenyum senang dan berkata,


"Janji ya di.. gak boleh bohong.."


"Kedepannya apapun kesalahan ku, kamu harus maafkan aku, dan tidak boleh marah.."


ucap Viona manja.


Andi tersenyum dan berkata,


"Ya Vi, aku janji.."


"Janji apa..?"


tanya Viona kurang puas.


"Janji akan menikahi mu dan akan punya anak yang banyak bersama mu.."


ucap Andi sambil tertawa.


"Dasar nakal... bukan itu di...!"


ucap Viona sambil mencubit pinggang Andi dengan gemas.

__ADS_1


"Aduh..duh..duh..!"


"Aku janji..aku janji..akan selalu memaafkan dan tidak pernah marah dengan Viona...ok. ?"


ucap Andi sambil tersenyum.


"Itu baru benar,"


ucap Viona


Kemudian berdiri dari duduknya, bertumpu pada kedua injakan kaki motor .


Dia memajukan wajahnya mencium pipi Andi dari belakang.


Andi sedikit terkejut tapi dia sangat senang..


"Vi dari sini ke atas jalan mulai menanjak, pegangan yang erat,.. ya ?"


ucap Andi mengingatkan.


Viona mengangguk dan berkata,


"Ya aku juga mulai ngerasain perubahan cuaca yang semakin dingin."


Andi mengangguk dan berkata,


"Ditempat tujuan kita nanti lebih dingin lagi, bersiaplah bentar lagi nyampe kok.."


"Mulai dari sini pemandangan alam juga semakin bagus.."


Viona menoleh kearah kiri dan kanan memperhatikan pemandangan menjelang sore, yang indah dan Asri."


Banyak rumah-rumah mewah yang di bangun ditepi tebing..


Ada juga rumah-rumah sederhana penduduk, yang di bangun di.lereng tebing.


Viona menikmatinya dengan gembira pemandangan yang tersaji gratis di kanan kirinya.


Andi terus fokus menyetir, sekali-sekali dia akan meremas jari Viona yang diletakkan di depan perutnya.


Untuk menghangatkan jari-jari Viona yang mulai terasa dingin.


Setiap Andi menyentuh jarinya, Viona akan tersenyum bahagia menatap punggung pria yang berada di hadapannya.


Akhirnya mereka tiba di lokasi yang dipilih oleh Viona.


Andi memarkirkan motornya di pelataran parkir motor.


Sambil bergandengan tangan, mereka berdua menuju ke Restoran dan Cafe yang terlihat jauh lebih indah dari yang ada di gambar.


Saat memasuki restoran yang melalui beberapa undakan tangga, Andi dan Viona yang bergandengan tangan dengan mesra.


langsung di sambut oleh dua pelayan wanita yang masih muda dan ramah.


"Maaf kak,.. mengganggu, kakak berdua sudah reservasi sebelumnya..?"


Andi menggelengkan kepalanya, kesini pun baru pertama, bagaimana dia tahu cara reservasi, ? batin Andi.


Jangan-jangan kami akan ditolak lagi,


karena belum reservasi, pikir Andi dalam hati.


Mudah-mudahan jangan, kasihan Viona dia pasti kecewa.


Sudah capek-capek jauh-jauh sampai sini kena tolak kan gak lucu.


"Maaf ya Kak, untuk yang indoor sudah penuh, tapi kalau yang out door masih ada tempat.."


"Bagaimana kakak perlu untuk berapa orang ?"

__ADS_1


Andi menatap Viona meminta pendapatnya, Viona tersenyum dan mengangguk


"Tidak apa-apa di outdoor juga boleh.."


Andi kembali menoleh kearah Pelayan Tersebut dan berkata,


"Untuk dua orang mbak.."


Pelayan itu mengangguk dan berkata,


"Baik kak.. ayo silahkan ikut saya.."


Lalu Pelayan itu membawa Andi dan Viona melewati jalan samping, menuju sebuah halaman samping, yang terbuka dan langsung menghadap kearah jurang yang terjal.


Halaman samping di bangun dengan pondasi kayu, dengan lantai terbuat dari papan kayu yang halus dan unik.


Di sana banyak tersedia meja kursi dari kayu halus, yang kebanyakan di isi pasangan muda-mudi seperti mereka.


Di atas meja selain perlengkapan makan, juga ada sepotong lilin kecil, yang mengeluarkan aroma wangi.


Api dari lilin itu menambah suasana romantis di kala senja.


Dari tempat ini juga dapat melihat lampu bangunan rumah yang berkelap-kelip, yang posisinya ada di bawah mereka, juga ada lampu jalan dan jembatan layang yang indah, semua nya terletak di bawah mereka.



Andi dan Viona di antar ketempat duduk yang terletak di tepi pagar, yang langsung berhadapan dengan jurang yang tertutup rerimbunan pohon di bawahnya.


Di bagian paling dasar terdengar suara gemercik air, yang menunjukkan di bawah sana ada aliran sungai yang mengalir.


Viona berdiri d itepi pagar, terlihat terpesona melihat pemandangan di kala senja.


Dia juga beberapa kali menarik nafas panjang menghirup udara yang segar dan alami.


"Di,.. kemari foto yuk .."


ucap Viona sambil tersenyum melambaikan tangannya kearah Andi.


Andi mengangguk sambil tersenyum,


dia menghampiri dan berdiri di sisi Viona.


"Mbak...! Mbak...! sini...!"


teriak Viona sambil melambaikan tangannya kearah Pelayan yang ada disana.


Pelayan itu mengerti maksud Viona, dia langsung datang menghampiri dan berkata,


"Ada yang bisa saya bantu kak..?"


Sambil tersenyum Viona menyerahkan HP nya dan berkata,


"Tolong ambilkan beberapa foto, boleh mbak ?"


Pelayan itu mengangguk sambil tersenyum dan berkata,


"Boleh kak.."


Foto pertama Viona merangkul lengan Andi sambil menyandarkan kepalanya dengan mesra di bahu Andi.


Foto kedua Viona mengangkat tangan Andi ditaruh di bahunya, lalu dia sendiri memeluk pinggang Andi dengan kedua tangannya.


Kepala nya menoleh melihat kearah kamera dan tersenyum bahagia.


Foto ketiga mereka saling berpelukan, kemudian menoleh kesamping melihat kearah kamera sambil tersenyum.


Setelah mengambil tiga foto ditepi pagar dengan view latar pemandangan alam di belakang mereka.


Viona dan Andi mengucapkan terima kasih ke mbak Pelayan yang ramah itu.

__ADS_1


__ADS_2