
Saat tubuh Andi terpental keatas, Crazy Bull langsung mengejarnya.
Tubuhnya meluncur keatas seperti sebuah roket yang meluncur tegak lurus keatas.
Saat tubuh Andi kembali jatuh ke bawah karena gravitasi, Andi mengunakan kakinya menyambut kepala Crazy Bull.
Tapi tujuan Andi bukan keras lawan keras, tapi lebih cenderung memanfaatkan daya pantulan tersebut untuk berjungkir balik menjauhi Crazy Bull.
Crazy Bull yang tidak berhasil mengenai sasaran sangat kesal, tubuhnya kembali mendarat di atas lantai, bersiaga melakukan serudukan susulan kearah Andi.
Andi terus menghindar dan mencari titik lemah dari serangan serudukan kepala ini.
Akhirnya Andi menemukan titik lemah yang di carinya.
Saat Crazy Bull kembali melakukan serangan serudukan kepala nya kearah Andi, kini Andi menggeser tubuhnya kesamping, lalu dengan satu jari jempol yang tersalur tenaga dalam, Andi menotok tengkuk Crazy Bull sesuai yang di ajarkan oleh kakeknya.
Tempat tersebut adalah titik simpul syaraf, bila tergetar hebat atau tertekan kuat, orang yang terkena totokan di tempat itu, akan otomatis kehilangan kontrol atas tubuh dan tenaganya.
Sebagian besar orang akan kehilangan kesadaran, tapi bila bertemu ahli nya, ada kemungkinan kehilangan nyawa, ataupun lumpuh tidak bergerak dengan durasi waktu sesuai keinginan si penotok.
Tapi ahli totok seperti itu, sudah tidak ada lagi, menurut cerita kakek Andi, karena ilmu totokan seperti itu sudah lama punah.
Totokan Andi berhasil dengan tepat mengenai titik tersebut, tapi karena leher dan otot Crazy Bull yang sangat terlatih dan tebal.
Efek nya masih tidak cukup untuk melumpuhkan nya, sebuah serudukan kesamping. tepat menghantam dada Andi yang sedang tidak siap dan kurang waspada.
Andi terlalu percaya diri serangannya tersebut telah berhasil melumpuhkan Crazy Bull, sehingga menurunkan kewaspadaan nya.
Tubuh Andi terpental jauh, saat tubuhnya mendarat di atas lantai dalam posisi berlutut, Andi langsung memuntahkan darah segar dari mulutnya.
Sedikit lagi tubuh Andi hampir saja terpental keluar dari arena pertarungan.
Crazy Bull yang merasa lehernya sedikit kaku, dia menggeleng gelengkan kepalanya untuk mengurangi rasa kaku di lehernya.
Kemudian kembali bergerak menyeruduk kearah Andi dengan kekuatan penuh.
Saat serudukan Crazy Bull tiba, Andi sudah menghindar kesamping, memberikan sebuah totokan ulang di tempat yang sama.
Tapi sekali ini, setelah melepaskan totokan Andi langsung melayang mundur menjauh, dengan membentang sepanjang tangan nya ke kiri dan kanan.
Mirip seekor rajawali yang sedang bergerak mundur menjauh dari musuh yang kuat.
Sekali ini Crazy Bull tidak bisa mempertahankan dirinya, untuk tidak terjatuh dalam posisi tengkurap di genangan air kolam renang yang menjadi arena pertarungan Andi melawan Crazy Bull..
Wasit buru-buru melakukan hitungan mulai dari satu hingga 10, saat Crazy Bull tidak juga bergeming setelah wasit menyelesaikan hitungan nya.
Wasit buru-buru meminta para medis membantunya mengurus Crazy Bull.
Dia sendiri segera menghampiri Andi mengangkat tangannya tinggi tinggi.
__ADS_1
Andi berdiri dengan wajah pucat pasi dan agak sedikit gemetaran.
Setelah wasit melepaskan pegangan tangannya,
Andi tiba-tiba menyemburkan darah dari mulutnya, pandangannya langsung gelap.
Tubuh Andi perlahan lahan tumbang lunglai kebelakang, untungnya Berry sudah tiba di sana, dan langsung menyambutnya.
Setelah itu tubuh Andi di bantu paramedis langsung di pindahkan ke tandu, lalu di bawa pergi menuju mobil ambulance.
Saat Andi terbangun, dirinya sudah terbaring di sebuah ruangan 4x4 yang cukup bersih dan nyaman.
Seluruh ruangan di cat berwarna putih, di dalam ruangan Andi melihat ada sofa kecil, di mana berry sedang tertidur di sana.
Tidak jauh dari sana ada sebuah lemari pakaian kulkas, TV yang tergantung di dinding menghadap kearah nya.
Juga ada pendingin ruangan yang tertempel di atas tembok tidak jauh dari jendela kamar yang tertutup gorden putih.
Andi melihat tangan nya terpasang selang infus yang tersambung ke sebuah botol infus.
Saat ingin bergerak bangun, Andi pun mengeluarkan keluhan..
"Ufffhhh...!"
Andi merasa dada dan jantung nya nyeri luar biasa saat dirinya ingin bangun, Andi pun teringat penyebab cederanya ini.
Andi mulai paham, dia pasti terluka parah pada pertandingan terakhirnya itu, dan saat ini dia berada di rumah sakit sedang jalani perawatan.
"Syukurlah kamu sudah bangun, menurut dokter, tulang dada mu banyak yang retak dan ada beberapa yang patah dan patahan nya tepat menusuk organ jantung mu.."
"Tapi kemaren sudah di operasi dan di benarkan, semua berjalan cukup lancar, tapi Dokter menyarankan kamu harus banyak beristirahat, tidak boleh sembarangan bergerak."
ucap Berry memberi penjelasan..
"Sampai kapan aku harus seperti ini..? dan sudah berapa hari aku di sini ? hari ini hari apa ?"
tanya Andi panik.
"Kamu ini.."
tegur Berry.
Tapi kemudian dia tetap menjawabnya satu persatu.
"Kamu sudah 2 hari di sini, hari ini hari Sabtu, menurut dokter harus di pantau dulu proses penyambungan dan penyembuhan tulang dada mu yang patah dan retak."
"Mungkin butuh waktu satu Minggu, baru bisa keluar dari sini.."
"Sabtu,.."
__ADS_1
gumam Andi, lalu dia buru-buru menoleh kearah kalender.
Sesaat kemudian dia pun berkata,
"Berry hari ini jadwal bayar tagihan kantin Doddy Rina dan Violin, kamu tolong bantu aku pergi mengurusnya cepat."
"Tapi kamu..."
ucap Berry ragu.
"Tenang saja aku di sini ada perawat yang urus, kamu pergi saja.."
"Kalau perlu sesuatu aku tinggal pencet tombol aja.."
ucap Andi meyakinkan Berry.
"Ohh ya Berry bonus pertandingan kemaren gimana..?"
tanya Andi.
Berry tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, dan berkata.
"Kamu ini yang di pikir cuma keluarga pacar mu dan duit saja."
"Tenang saja semua sudah beres masuk ke rekening mu, nanti bila sudah sembuh baru kita hitungan."
"Gaji ku masih di dalam sana, jadi jangan mati dulu.."
ucap Berry sambil tertawa.
"Anjing loe, ngutukin gue loe."
"Udah cepat pergi sana.."
ucap Andi sambil ingin melempar bantal nya ke Berry.
Tapi tidak jadi di lakukan, dia kembali meringis menahan nyeri.
Tangannya belum bisa bergerak dengan bebas, saat di paksa gerakan nyeri hebat melanda dadanya.
"Ya...ya..aku pergi dasar bawel, jangan banyak gerak entar modar beneran.."
ucap Berry sambil tertawa dan bergegas pergi.
Setelah Berry pergi, Andi dengan pelan pelan menggeser tubuhnya sedikit demi sedikit, dan mengulurkan tangannya pelan-pelan mengambil HP nya
Di sana Andi hanya menemukan pesan singkat dari Violin dan telpon masuk berkali-kali yang juga datang dari Violin.
Melihat hal itu Andi pun menghela nafas panjang, sebelum membuka dan melihat isi pesan dari Violin.
__ADS_1
"Kak Andi kamu ada di mana ?"
"Kakak jangan salah paham, aku dan Ronaldo tidak ada hubungan apa-apa."