AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
MAKAN MALAM BERSAMA


__ADS_3

Pada saat point' Andi Santi memasuki angka 13 10, dengan panik dan mati-matian Rio mengejar bola Cop dari Andi.


Dan berusaha mengembalikannya dengan sekuat tenaga kebelakang Andi.


Tapi malang bagi Viona, bola itu bukannya melesat ke belakang Andi, bola itu malah dengan keras menghantam kepala belakang Viona dengan sangat keras sampai mengeluarkan bunyi.


"Pletakk..!"


"Aduh...!!"


jerit Viona kesakitan.


Secara reflek dia memegangi kepalanya belakang nya sambil berjongkok di lantai, meringis kesakitan airmata bercucuran membasahi sepasang matanya yang indah.


Andi sangat terkejut dia segera berlari menghampiri Viona berjongkok disebelahnya dengan khawatir berkata,


"Vi kamu tidak apa-apa ?"


"Sakit...!"


ucap Viona dengan wajah sedih.


Andi buru-buru mendekati kepala Viona ingin memeriksa nya, tapi Rio datang dan langsung mendorong Andi.


Hingga Andi jatuh terjengkang kebelakang, tanpa memperdulikan Andi dia berjongkok disebelah Viona dan berkata,


"Maaf Vi aku tidak sengaja, biar ku lihat ya ?"


Tapi saat Rio ingin menyentuh kepala Viona, Viona menepis tangannya dengan kesal.


Sementara Andi tidak memperdulikan sikap Rio, dia berlari kearah tasnya, mengambil salep hijau anti memar.


Dia kemudian menyerahkan kepada Santi agar membantu Viona.


Santi kemudian dengan hati-hati mengoleskan salep dingin itu di kepala belakang Viona yang benjol segede telur puyuh.


Viona sedikit meringis ketika Santi membantu mengoleskan salep di kepala nya yang bengkak.


Tapi perlahan-lahan rasa nyeri berganti dengan rasa nyaman dan dingin.


Setelah Viona sudah tidak terlalu merasa sakit lagi, pertandingan kembali di lanjutkan dengan point' 14 10.


14 untuk Andi dan Santi, sedangkan 10 untuk point' Rio dan Viona.


Tinggal satu poin kini Andi meminta Santi untuk bermain bola depan dengan Viona saja.


Andi tidak tega, dia takut nanti Viona kembali terkena bola nyasar dari Rio, Viona bisa celaka.


Dengan kedua gadis itu bermain bola depan untung-untungan saja, tapi setidaknya Viona aman.


Viona tentu lebih unggul ketimbang Santi, tapi setiap bola Santi nanggung Viona mencopnya.


Andi akan mengembalikannya dengan halus dan pelan ketempat kosong melewati net dengan tipis.


Sehingga Viona harus melanjutkan permainan net dengan Santi.

__ADS_1


Satu ketika secara kebetulan bola jatuh membentur tiang raket Santi.


sehingga berbunyi,


"Tingg....!"


Tapi bola malah menggelinding tipis di bibir net, jatuh kelapangan Rio dan Viona.


Viona tidak berhasil mengembalikannya, karena bola terlalu tipis dari net.


Bola jatuh diatas lantai di wilayah Rio dan Viona.


Dengan demikian pertandingan pun berakhir dengan Skor 15 10 dengan demikian Santi dan Andi di nyatakan keluar sebagai pemenang.


Rio sangat kesal dan kembali membanting raketnya, hingga patah menjadi dua bagian.


Sedangkan Viona meninggalkan lapangan dengan wajah lesu.


Tapi Santi memanggilnya, sambil berlari menghampiri Viona menggandeng nya, untuk ikut berfoto-foto merayakan kemenangan Andi dan Santi.


Hati Viona sedikit terhibur dan tidak terlalu bersedih lagi, setelah Santi terus menggandengnya bersama-sama menerima hadiah.


Pada saat penyerahan hadiah juara pertama di isi oleh Andi dan Santi yang menerima hadiah sebuah motor Honda Scoopy dan uang tunai 5 juta rupiah.


Sedangkan Untuk juara kedua di isi oleh Rio dan Viona yang menerima hadiah sebuah kulkas mini dengan uang tunai 2 juta rupiah.


Setelah acara penyerahan hadiah, Andi Santi dan Viona duduk bersama disebuah meja kantin menikmati acara makan malam bersama.


"Andi motor cuma 1 gimana baginya,? kalau uang masih gampang baginya.."


Andi melirik Viona sejenak kemudian berkata,


"Karena kalian berdua selalu bersama, jadi jatah motor ku, aku hadiahkan ke Viona saja."


"Dengan begitu motor itu bisa kalian gunakan bersama."


"Ahh mana boleh seperti itu, itu kan bukan hak ku.."


ucap Viona menolak keras.


Santi sambil tersenyum berkata,


"Begini saja biar adil gimana kalau uang Tunai dan kulkas semua untuk Andi, motor untuk kita."


"Kan Rio sudah berikan kulkas dan uang semua untuk mu Vi.."


Viona terlihat senang dengan usul Santi yang masuk akal, dia segera menatap Andi dan berkata,


"Usul Santi sangat adil gimana menurut mu di.?"


Andi tersenyum menatap kedua gadis itu dan berkata,


"Memang sangat adil, tapi pertama kost ku tidak diijinkan membawa benda elektronik kedalam kamar."


"Terutama kulkas rice cooker tv dan komputer."

__ADS_1


"Jadi kulkas aku tidak bisa terima, dan menurutku kulkas itu sangat cocok dengan Viona."


"Nanti es batu yang di hasilkan oleh kulkas itu bisa digunakan oleh Santi membantu mengompres kepala Viona yang benjol."


"Kalau soal uang aku bisa terima, tapi yang Viona tidak bisa, karena di sana ada uang Rio."


"Nanti kalau Rio dengar dan tidak terima, itu hanya akan menambah masalah saja."


Kedua gadis itu mengangguk membenarkan ucapan Andi.


Tapi sesaat kemudian Viona kembali berkata,


"Hadiah ulang tunai juara dua kan 2 juta, masing-masing ke bagian satu juta."


"Aku akan memberikan jatah 1 juta ku buat mu, kamu tidak boleh menolak atau aku akan marah."


ucap Viona pura-pura mengancam.


Ternyata ancamannya sangat efektif, Andi tanpa banyak membantah mengangguk dan berkata,


"Makasih banyak Vi.."


"Wah ni anak dia cuma kasih 1 juta langsung dapat makasih, sedangkan gue dah kasih 5 juta plus habis banyak energi, cuma dapat angin malam.."


ucap Santi pura-pura sewot.


Andi terlihat salah tingkah tidak bisa menjawab dia hanya bisa tersenyum masam.


Viona tertawa terbahak bahak melihat sikap kedua temannya ini.


Selesai makan karena sudah malam dan sepi Andi membantu menuntun motor menemani kedua gadis itu pulang ke kost mereka.


Santi dan Viona tidak berani mengusulkan untuk naik motor bertiga, mereka malu bila harus duduk berdempetan dengan Andi.


Lagipula diantara mereka berdua, siapa yang akan berdempetan langsung dengan Andi, di antara mereka berdua pasti tidak ada yang akan bersedia mengalah.


Andi sendiri tentu tidak berani mengusulkan tarik 3 dengan motor, seakan-akan dia mau nyari kesempatan.


Jadi mereka bertiga pun berjalan santai sambil ngobrol, Andi mendorong motor di tengah, Viona dan Santi mengiringinya dari kiri dan kanan.


Tiba didepan kost Andi baru sadar ternyata Viona dan Santi tinggal satu kost.


Jadi malam itu dia menghubungi Santi dan mengantar Viona ke kost Santi, adalah langkah yang sangat tepat.


Andi menatap Santi dan Santi membalasnya dengan mengangguk tersenyum.


Seakan-akan tahu apa yang sedang di pikirkan oleh Andi.


Setelah mengantar kedua gadis itu kembali ke kost.


Andi kemudian pamit dan berjalan kaki sedikit memutar kembali ke kostnya sendiri.


Kost Andi dan kost kedua gadis itu memang berlawanan arah, kost Santi dan Viona ada di sebelah Utara kampus.


Sedangkan kost Andi ada disebelah selatan kampus.

__ADS_1


Andi tersenyum bahagia sambil berjalan kembali ke kostnya.


__ADS_2