
"Sarah tinggal di Mess putri milik kampusnya, sangat ketat, tidak bisa keluar dari sana."
"Dan juga tidak bisa menerima tamu pria.."
"Meski bisa sekalipun, aku tidak akan pernah pergi mengunjungi Mess nya."
ucap James santai.
"Kenapa ?"
tanya Santi heran.
James hanya bisa nyengir canggung dan berkata,
"Mess nya wanita semua, aku tidak nyaman.."
Santi tersenyum dan berkata,
"Aku juga wanita, apa kamu juga tidak nyaman ?"
James menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Kamu berbeda, kamu spesial, aku sangat nyaman.."
Santi tertawa senang sambi menutupi mulutnya sendiri dengan tangan nya.
Sesaat kemudian makanan pesanan mereka pun datang.
James pun berkata,
"Ayo di coba cocok tidak ?"
Santi mengangguk, dia mencicipi rujak nya, tanpa banyak kata, dia langsung makan dengan lahap, sambil memberikan tanda jempol kearah James.
Melihat reaksi Santi James pun tersenyum senang, lalu dia mendekatkan Susu coklat kehadapan Santi.
Setelah itu James baru mulai makan gado-gado pesanannya, sambil melihat lihat buku menu
Sesaat kemudian James menekan tombol, untuk memanggil pelayan.
Tak lama kemudian pelayan wanita tadi, dengan sikap takut takut datang menghampiri James dan berkata,
"Ya tuan, ada yang bisa saya bantu,..?"
"Aku pesan tambahan es kelapa muda 1 gorengan bakwan, tahu, sosis dan kentang.
masing-masing 1 porsi.."
"Udah itu aja dulu.."
ucap James.
"Baik tuan,.. harap di tunggu sebentar.."
ucap pelayan tersebut, lalu buru-buru meninggalkan meja James.
Santi setelah menghabiskan rujaknya, dia seperti orang kelaparan, kini langsung sibuk dengan salad sayur dan buah nya
__ADS_1
James hanya tersenyum senang, melihat cara makan Santi, sesekali James menyuapi Santi dengan gado gado nya.
Santi membuka mulutnya lebar-lebar dan menerima nya.
Setelah semua makanan di hadapan mereka ludes berpindah ke dalam perut.
Mereka berdua saling pandang, kemudian sama sama tertawa dan Santi pun berkata,
"Aku sudah 3 Minggu ini, tidak ***** makan, ini adalah pertama kali dalam 3 Minggu ini aku makan dengan sangat lahap..makasih ya James.."
"Sorry aku terlihat rakus.."
ucap Santi sambil tersipu malu.
James tertawa dan berkata,
"Asal kamu suka, aku setiap hari akan menemani mu, mencari makanan yang kamu suka.."
"Atau aku akan mengajak mu, kerumah ku biar koki di rumah masak makanan kesukaan mu.."
Santi yang tadinya terlihat bahagia dan gembira tiba-tiba murung, begitu mendengar rumah James.
Dia jadi teringat keadaan dirinya sekarang, yang semuanya berawal dari sana, di malam laknat itu lah, bajingan itu melakukan hal itu padanya.
Sehingga keadaan nya menjadi seperti sekarang ini.
Melihat perubahan ekspresi Santi James pun berkata,
"Kamu kenapa San, apa ada kata-kata ku yang salah, dan membuat mu tidak senang..?"
"Aku minta maaf ya,..?"
Tapi Santi malah menarik tangan nya kembali, kedua matanya mulai basah, sambil menatap James dengan sedih dan bibir gemetar, Santi berkata,
"James terus terang, aku sangat sangat menyukai mu, aku pun sangat nyaman dan bahagia bisa menjadi pasangan dan pendamping mu."
"Tapi mungkin ini sudah takdir ku, tidak pernah bisa hidup bersama orang yang ku cintai, ku mohon lupakan lah aku, aku...hik..tidak..hik...pantas..hik..untuk mu.."
ucap Santi mulai terisak menahan sedu sedan nya.
James yang melihat hal ini, tidak memperdulikan penolakan Santi, dia langsung menggeser posisi duduknya bersebelahan dengan Santi .
James menarik Santi kedalam pelukannya, Santi berusaha meronta melepaskan diri dari pelukan James sambil berkata,
"lepaskan James.. lepaskan aku....please..aku..aku hu...hu..hu..hu..!"
Santi tidak bisa menyelesaikan kata-katanya, dia sudah menangis tersedu-sedu dalam pelukan James, dan dia kini tidak berusaha meronta lagi.
Bahkan dia menangis tersedu-sedu sambil memeluk James dengan erat, dan menyusupkan wajah nya di dada James.
"Menangis lah sepuasnya, jangan di tahan, lepaskan semua."
"Setelah ini ceritakan semuanya pada ku, aku siap mendengarkan semua nya, setelah itu kita Lupakan saja semua masa lalu itu.."
ucap James pelan, sambil membelai kepala Santi.
"Mari kita menyongsong hidup baru kita, aku berjanji akan membuat mu menjadi wanita yang paling bahagia di dunia ini.."
__ADS_1
"Kamu adalah wanita yang pertama dan terakhir untuk ku, kebahagiaan mu adalah yang paling penting untuk ku.."
ucap James kembali sambil mengecup kepala Santi dengan lembut.
Setelah itu dia baru kembali berkata,
"Sayang aku sungguh-sungguh sangat mencintai mu, maafkan aku yang tidak pandai bicara dan menghibur mu.."
"Tapi aku janji, aku akan berusaha yang terbaik buat membahagiakan mu.."
Santi menggelengkan kepalanya sambil mengigit bibirnya, menahan sedu sedan dia berkata,
"Ahh James hu...hu..hu...aku juga sangat mencintai mu...tapi kamu...kamu tidak tahu.. kondisi ku..."
"Aku benar-benar tidak...ingin ..menyakiti perasaan mu.. sebaiknya ..hu...hu...hu..! .kamu sebaiknya lupakan saja aku James.."
"Mungkin ini semua sudah menjadi takdir ku.."
ucap Santi sedih.
"Mungkin ini sudah suratan nasib ku, aku sudah di takdirkan untuk hidup sendirian selama nya."
"Dahulu sebelum mengenal mu, aku juga pernah sangat mencintai seorang pria, tapi yang pria itu cintai bukan aku, tapi dia adalah sahabat baik ku."
"Demi kebahagiaan mereka berdua, aku pun mundur mengalah."
"Maksud mu Andi ?"
tanya James lembut sambil tersenyum.
Santi mengangguk kecil, menanggapi pertanyaan yang di lontarkan oleh James.
"Pria bloon itu, tapi bagaimana pun, aku harus berterima kasih pada kebodohan nya, bila tidak aku tidak bakalan punya kesempatan seperti sekarang ini.."
ucap James sambil tersenyum.
Santi menghela nafas dan berkata,
"Kamu jangan senang dulu siapa yang pintar dan siapa yang bodoh masih belum tahu."
"Kamu dengarkan dulu cerita ku, hingga selesai baru memutuskan nya."
"Setelah aku memutuskan menjauhinya, lalu terjadilah malam jahanam itu yang telah merenggut semua nya, hingga kemudian aku bertemu dengan mu."
"Dan akhirnya aku mulai menyukai dan mencintai mu, tapi karena selalu di hantui oleh kejadian malam itu."
"Aku tidak berani menerima pendekatan dan perasaan mu, aku selalu minder dan takut akan mengecewakan mu."
"Karena,... karena... aku sebenarnya sudah tidak suci lagi, hu...hu...hu...hu...!"
ucap Santi sedikit meragu, lalu dia mengatakan hal yang menjadi bebannya selama ini, kemudian Santi tidak bisa menahan diri untuk tidak menangis dengan sedih.
James tidak berkata apa-apa, dia hanya terus membelai kepala Santi dengan lembut.
Lambat laun Santi pun mulai kembali bisa tenang dan dia kembali melanjutkan berkata,
"Maafkan aku yang selama ini tidak pernah berani berterus terang kepada mu."
__ADS_1
"Dan terus menggantung perasaan mu pada ku..."