
Sarah kembali maju memeluk Andi sekali lagi, sambil tersenyum lebar dan berbisik,
"Jangan lupa janji mu.."
Setelah itu Sarah mundur menjauhi Andi, membalikkan badannya sambil membelakangi Andi, dia melambaikan tangannya kearah Andi.
Dan berkata,
"Sampai jumpa di...bye..!"
Saat turun dari bis Sarah menghapus airmatanya yang bercucuran membasahi pipinya.
Sarah berlari kecil menembus gerimis menuju mobilnya, yang parkir tidak jauh dari bis wisata mereka.
Sopir tua Sarah pak Larjo menyambut kedatangan Sarah dengan senyum lebar dan berkata,
"Kita pulang non..?"
"Ya.."
jawab Sarah singkat sambil melihat hujan gerimis membasahi kaca jendela mobilnya.
Saat Andi turun dari bis, di halaman kampus yang ada tempat berteduh, terlihat Santi melambaikan tangannya kearah Andi dan berteriak,
Di,...di sini berteduh dulu, hujan.."
Andi tersenyum menganggukkan kepalanya, lalu dia menutupi kepalanya dengan kedua tangan dan berlari kearah Santi.
Setelah mereka berdiri berhadapan, Santi menatap Andi dengan kasihan dan berkata,
"Di,.. kamu serius, akan pindah kota ?"
Andi menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
""Tidak di sangka setelah sekian lama berpisah kita berkumpul, kemudian berpisah lagi."
"Rasanya seperti mimpi saja, semua terasa begitu cepat dan singkat."
ucap Santi sedih.
Andi tersenyum dan berkata,
"Jangan terlalu di pikirkan, ada pertemuan tentu ada perpisahan begitu pula sebaliknya."
"Percayalah suatu hari kita akan kembali berkumpul lagi.."
Santi menghela nafas panjang, setelah menunduk termenung sejenak.
Dia kemudian mengangkat kepalanya dan berkata,
"Sebenarnya banyak yang ingin ku katakan tapi aku tidak tahu bagaimana memulainya."
"Besok berangkat jam berapa ? naik pesawat atau bis ?"
"Jam 9 pagi naik bis.."
ucap Andi sambil mengeluarkan selembar tiket yang sudah dia beli.
Santi kembali menghela nafas berat, lalu dia mengulurkan tangannya kearah Andi dan berkata,
"Selamat jalan di...semoga sukses dan berbahagia selalu."
Andi menyambut uluran tangan Santi, menggenggam tangan Santi dengan lembut dan berkata,
__ADS_1
"Terimakasih San, sukses,..? semoga saja, tapi kalau berbahagia...ku rasa akan sulit, kamu tahu sendiri jawabannya.."
Andi menatap kearah langit yang sedang mendung, berusaha menahan airmata nya agar tidak runtuh.
Santi menatap kearah Andi dengan tatapan kasihan, inilah pria yang pernah mengisi hati dan pikirannya.
Aku pernah sangat mencintai dan ingin bersama nya, tapi sayang dia bukan jodoh ku.
Yang dia cintai bukan aku, tapi sahabat ku.
Betapa saat ini aku ingin menghibur dan mengobati luka di hatinya.
Sayang nya obatnya bukan aku, obatnya adalah Viona.
Dulu pun aku tidak bisa mendampinginya, apalagi dengan segala problem yang menimpa ku saat ini.
Batin Santi sendiri, sambil menatap Andi dalam diam.
"Di,... bolehkah aku memeluk mu ?"
ucap Santi sambil menatap Andi.
Andi tersenyum membentangkan sepasang tangannya dan berkata,
"Kemarilah San,..aku juga akan merindukan kalian semua setelah perpisahan ini.."
Santi langsung maju memeluk Andi melepaskan semua beban perasaannya, Santi terisak dalam pelukan Andi.
Sesaat kemudian, Santi melepaskan pelukannya dari Andi.
"Sampai jumpa di..."
ucap Santi menahan Isak.
Lalu dia membalikkan badannya berlari menembus hujan meninggalkan Andi yang berdiri termenung menatap bayangan punggung Santi.
Sesekali dia menghapus airmata yang bercampur air hujan di pipinya.
Sebuah mobil Wrangler hitam berhenti di depan nya, pintu jendela terbuka, sebuah wajah ganteng muncul dari dalam mobil dan berkata,
"Ayo cepat masuk...!"
Santi sedikit terkejut, ternyata James diam-diam masih dengan setia menunggunya.
Padahal dia sudah menyuruh James pulang duluan, tinggalkan dirinya.
Karena dia ingin berbicara berdua saja, dengan Andi.
Tentunya keinginan ini tidak dia beritahukan pada James, semua dia lakukan secara diam-diam.
Dan James juga tidak menolaknya, dia menuruti kemauan Santi, tanpa banyak bicara dan bertanya.
Dia langsung pergi ke mobilnya dan Santi menyaksikan sendiri mobil James sudah pergi meninggalkan kampus.
Tapi ternyata James tidak benar-benar pergi.
batin Santi terharu.
"Hei kok bengong..! ayo masuk hujan semakin lebat nanti kamu sakit.."
ucap James cemas.
Karena tidak ada respon dari Santi.
__ADS_1
James tidak bisa menahan diri lagi, dia langsung turun dari mobilnya.
Sambil Bermandi hujan dia mengangkat Santi kedalam gendongan nya, lalu membantu Santi masuk kedalam mobil menutup pintu, baru dia kembali kedalam mobil.
Setelah masuk kedalam mobil, James mengeluarkan dua buah handuk kecil dari belakang jok mobilnya.
Satu dia pakai sendiri, satu lagi dia berikan ke Santi sambil berkata,
"Cepat lap bersih rambut dan wajah mu yang basah, agar tidak masuk angin.."
Santi menerimanya sambil tersenyum lembut menatap James dan berkata,
"Makasih ya James."
James menatap Santi sejenak dan berkata,
"Sama sama..aku akan mengantar mu kembali ke kost sekarang.."
Santi mengangguk lalu dia mulai menggunakan handuk dari James membersihkan rambut dan wajah nya yang basah.
James sambil menyetir sesekali mencuri pandang menatap kearah Santi yang terlihat sangat cantik, ketika sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk di tangan.
Jantung James berdetak dengan keras, ribuan pertempuran sudah dia lalui, ratusan wanita muda cantik juga pernah dia temui.
Tapi baru Santi lah yang bisa membuat dia seperti ini, tidak ada diantara ratusan gadis cantik dari berbagai Negara itu.
Yang bisa menandingi kecantikan Santi, di matanya Santi lah satu-satunya permata yang membuat nya ingin selalu menjaga dan berada di sisinya.
Setelah tiba di depan kost Santi, James buru-buru turun dari mobilnya.
Dia membuka lebar payung di tangannya, baru membuka pintu mobil di samping tempat duduk Santi.
James memayungi Santi sambil membantunya turun dari mobil.
Santi turun dari mobil, dia berdiri di hadapan James yang sedang memayunginya.
James menyerahkan payung ditangannya ke Santi dan berkata,
"San gunakan ini, hujan semakin lebat, kamu cepat masuklah.."
Santi tidak menerima payung dari James juga tidak menjawabnya, dia hanya terus menatap James dengan wajah sedih.
Akhirnya dia menubruk kedalam pelukan James, Santi memeluk James dengan erat dan berkata,
"James jangan terlalu baik pada ku, sebaiknya menjauh lah dari ku."
"Aku bukan gadis yang cocok untuk mu, aku akan membawa kekecewaan kesedihan dan penyesalan buat mu.."
"Bila kamu seperti ini terus, aku akan semakin sulit melupakan mu."
James membalas pelukan Santi sambil membelai rambut Santi, dia berkata,
"Maka jangan lupakan aku, terimalah aku untuk menjaga dan mendampingi mu, hingga rambut memutih dan wajah penuh kerutan."
"Tapi kita akan tetap hidup berbahagia bersama.."
"James ku mohon jangan seperti ini, aku benar-benar takut, aku tidak bisa menahan diri ku untuk jatuh cinta pada mu."
ucap Santi menahan Isak.
"Kalau kamu merasa seperti itu, maka jangan menahannya lagi, aku tidak takut kecewa sedih dan tidak akan pernah menyesal."
"Aku hanya takut kamu menjauhi ku, kamu menolak perasaan ku, dan memilih bersama pria lain."
__ADS_1
ucap James berbisik pelan di samping telinga Santi.
"James kamu jangan seperti ini, kamu tidak mengenal dan mengetahui diri ku yang sebenarnya."