
Andi semakin sibuk dengan pekerjaannya yang semakin menumpuk.
Sejak perjamuan makan malam 7 hari yang lalu hingga kini, Nicole Wang tidak pernah masuk ke kantor juga tidak pernah menghubungi Andi lewat telpon.
Dia bagaikan hilang begitu saja dari kehidupan Andi.
Akibat Nicole Wang tidak masuk kerja, kerjaan Andi menjadi 2 kali lipat lebih banyak dari biasanya.
Sebenarnya Andi sangat keteteran, tapi mau gimana lagi.
Terhadap kualitas kerja anak buahnya yang lain Andi tidak tenang.
Sehingga dia harus turun tangan membaca dengan teliti setiap laporan masuk baru berani menandatangani nya.
Berbeda jauh dengan sebelum nya, hampir setengah dari pekerjaannya, di bantu periksa oleh Nicole, sehingga Andi tinggal tanda tangan saja.
Dia tidak perlu memeriksa ulang, dengan ketidak hadiran Nicole di kantor membawa pengaruh yang besar buat Andi.
Dia benar benar terlihat kusut berantakan, bahkan kumis dan jenggot pun tak sempat terurus.
Meja di kantornya penuh dengan berkas hingga ke meja penerima tamu dan kursi sofa tempat duduk santai juga terlihat ada berkas yang menumpuk di sana.
Sepasang matanya sampai muncul lingkaran hitam seperti panda, pertanda Andi kurang istirahat.
Untungnya dia memiliki tenaga sakti Fu Mo Se San Cang melindungi tubuhnya, sehingga dia gak sampai jatuh sakit.
Sebenarnya Andi juga sempat berpikir untuk menelpon Nicole untuk masuk membantunya.
Tapi setelah kejadian kemaren, Andi menjadi sungkan.
Selain itu Andi juga berpikir ada sebaiknya dia memberikan sedikit ruang waktu untuk Nicole beristirahat total menyembuhkan luka hatinya.
Hari ini adalah hari ke 7 di mana Nicole masih juga belum masuk kerja.
Andi yang sudah tidak tahan akhirnya mengeluarkan HP nya, ingin melakukan panggilan dan berbicara dengan Nicole.
Tapi baru saja Andi ingin menghubungi Nicole terdengar pintu kantor Andi di ketuk dari luar.
"Tok,,tok,.tok..!"
"Ya masuk,.!"
jawab Andi sambil membatalkan niatnya menelpon.
Sekretaris Andi melangkah masuk kedalam ruangan membawa dua amplop putih ditangannya.
Setelah berdiri di hadapan Andi, sekretaris Andi pun berkata,
"Pak Andi maaf mengganggu, ini ada surat buat bapak.."
Andi menerimanya, tanpa melihat amplop ditangannya Andi menatap kearah sekretarisnya dan berkata "Ada hal lain..?"
__ADS_1
"Tidak ada pak, saya permisi dulu.."
Andi mengangguk kecil, lalu dia mulai melihat kedua amplop surat di tangan nya.
Amplop pertama tertulis pengirimnya adalah Nicole, amplop kedua tertulis pengirimnya adalah dari kantor pusat Group Wang.
Andi dengan jantung berdebar-debar segera membuka amplop surat yang berasal dari Nicole terlebih dahulu.
Hati Andi bertanya tanya, apa isi surat dari Nicole, ini tidak seperti kebiasaan Nicole.
Biasanya Nicole kurang menyukai hal hal berbau formal dan ribet seperti ini, dia lebih suka menggunakan cara praktis lewat telpon SMS ataupun datang berbicara secara langsung.
Begitu membaca isi surat tersebut Andi langsung terduduk lemas bersandar di kursinya.
Ternyata itu adalah surat pengunduran diri Nicole dari jabatannya sebagai asisten direktur Andi otomotif company.
"Aku terlalu mengandalkannya selama ini, sekarang setelah dia pergi.."
"Aku baru menyadari betapa pentingnya, betapa banyak yang sudah dia lakukan untuk membantu ku selama ini.."
ucap Andi sedih.
Andi hampir saja berteriak histeris, tapi dia menahan diri untuk tidak berteriak.
Sambil menghela nafas berulang kali menenangkan diri, Andi baru mengulurkan tangannya mengambil amplop kedua membuka dan membaca isi nya.
Surat itu ternyata adalah surat dari pusat yang mengabarkan pengangkatan Asisten presiden direktur baru di group Wang.
Yang menempati posisi baru itu adalah Nicole Wang.
"Dia adalah putri bos besar, mana mungkin dia cuma menempati posisi menjadi asisten mu.."
"Bila dia menginginkan nya, sudah dari dulu seharusnya jabatan itu adalah miliknya.."
Andi bergumam sendiri sambil melempar surat kedua, keatas mejanya yang berantakan penuh berkas.
"Andi,..Andi,.. kamu yang cari penyakit sendiri, kamu yang menolaknya."
"Tapi kini setelah dia pergi kamu baru tahu merasa kehilangan.."
Andi tersenyum pahit meraih surat pengunduran diri Nicole membaca ulang seolah olah masih kurang percaya.
Sambil menghela nafas panjang Andi merobek-robek surat itu lalu membuangnya ke tong sampah.
"3 tahun,.. 3 tahun,.. dia berjuang untuk mu, demi kamu dia rela menempati posisi dibawah mu."
"Rela mengerjakan segala pekerjaan ***** bengek seperti ini untuk mu, bahkan rela menyeduhkan teh dan ginseng untuk mu."
"Menemani mu lembur, tapi apa yang kamu berikan untuk nya, kamu menolaknya dan mempermalukannya."
"Hanya demi masa lalu hampa, yang tidak pernah ada.."
__ADS_1
"Kamu memang layak menerima semua ini.."
"Andi,...Andi,.. kamu adalah orang yang tidak tahu diuntung, kamu kini layak merasakan nya.."
gumam Andi seorang diri sambil menatap pantulan wajahnya di kaca jendela.
Andi menghela nafas panjang, mengeluarkan sebatang rokok membuka jendela merokok menghilangkan rasa stress dan kesepian nya.
Tapi baru 3 hisapan, Andi sudah mematikan rokoknya.
Membuangnya ke tong sampah, lalu kembali duduk di depan meja kerjanya dan kembali mulai mengerjakan berkas berkas di hadapannya.
Andi terus larut dalam pekerjaannya, untuk mengurangi rasa sesal dan kecewanya, kehilangan sahabat teman kerja yang sangat dia andalkan itu.
Baru setelah perutnya berbunyi, Andi menghentikan pekerjaannya, melihat kearah jam yang ternyata sudah menunjukkan pukul 9 malam pantas saja perutnya berontak batin Andi sambil tersenyum seorang diri.
Baru saja Andi sedang bersiap siap untuk meninggalkan meja kerja nya.
Tiba-tiba Hpnya bunyi, melihat penelponnya adalah Nicole.
Andi sangat terkejut dan segera buru buru mengangkatnya dan berkata,
"Ya hallo,.."
"Kak Andi kamu sungguh kelewatan ya, bila aku tidak menelpon mu saat ini.."
"Apa kamu berencana tidak akan pernah menghubungi dan menelpon ku seumur hidup ya..?"
tegur Nicole sewot begitu mendengar suara sahutan dari Andi.
"Eh,..aku... maaf Nicole.."
"Sebenarnya aku sudah dari 4 hari lalu ingin menelpon mu, tapi aku berpikir memberikan waktu santai beberapa hari lagi, jadi aku menundanya.."
"Pagi ini aku sebenarnya aku mau menelpon mu, tapi keburu menerima kedua surat itu,..aku..aku.."
ucap Andi tidak tahu mau berkata apa lagi.
"Tapi kan kak Andi setelah menerima surat pengangkatan ku, setidaknya minimal menelpon mengucapkan selamat atau apa kek.."
"Dasar kayu, gak peka..!!"
"Ya,..ya,.. maafin kakak ya Nicole..kakak salah,.. kakak akan menebusnya.."
"Bagaimana bila kakak jemput sekarang, kita rayakan makan Huo Kuo kesukaan mu di food Street gimana..?"
ucap Andi mencoba menenangkan Nicole.
"Nah ini masih lumayan,.. gak usah, aku sudah di basemen kantor turunlah sekarang.."
Andi mengangguk cepat dan berkata,
__ADS_1
"Baik baik..aku segera kebawah..'
Saat Andi masuk kedalam mobil Nicole, Nicole menatap Andi dengan kaget.