AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
MENGAKHIRI HUBUNGAN KONTRAK


__ADS_3

"Tidak usah sampai merepotkan orang tua sampai kesini malam malam, hanya untuk urusan sepele.."


ucap Rio mencoba mencari jalan mundur.


"Kalaupun aku menang hubungan ku dan Viona, juga hubungan ku dengan group KL pasti rusak."


ucap Rio beralasan.


"Begini saja Vi,.. bayar saja 40 M anggap saja harga khusus dari aku untuk mu..?"


ucap Rio sambil menatap kearah Viona dan mengabaikan James.


Viona sedikit ragu, kalau uangnya ada tentu dia akan mengiyakan saja, tapi masalahnya uangnya kini benar'benar tidak ada lagi.


Cuma 35 M plus beberapa ratus juta saja yang dia punya, itupun semua uang dari Andi.


James melirik kearah Viona, lalu dia melihat lihat kontrak perjanjian Viona dan Rio sejenak, setelah itu dia melempar kontrak itu ke hadapan Rio dan berkata,


"35 M mau ambil bila tidak siap siap kita ketemu di pengadilan.."


"Masalah ini aku pasti ikut campur.."


ucap James sambil tersenyum dingin.


Lalu dia menoleh kearah Viona dan berkata,


"Vi..San.. ayo kita pulang, masalah ini biar aku urus ."


"Aku akan suruh orang telusuri, membuktikan ayah mu tak bersalah.."


"Bila ku temukan otak kecurangannya, aku akan menyeretnya ke penjara, hingga gulung tikar.."


ucap James seolah-olah di tujukan ke Viona dan Santi.


Padahal sebenarnya, dia sedang mengingatkan Rio.


Rio tentu menyadari hal itu, di dalam hati dia sangat terkejut, dia tahu persis James punya kemampuan untuk itu.


Bila melibatkannya ada kemungkinan, sepeserpun dia tidak akan terima.


Malah harus bayar biaya kompensasi yang tidak kecil dan bisa bisa dia masuk penjara.


Bila masalah menjadi besar, bisa habis dia di hajar sama bapaknya.


Rio pura pura bersikap setenang mungkin dan berkata,


"Baiklah anggap saja hari ini aku memberi muka pada mu James.."


"Mana draft pembatalan kontrak, dan ini nomer rekening ku.. silahkan bayar."

__ADS_1


"Setelah ini kita jalan masing-masing.."


James tersenyum tenang, dia memberi kode agar Viona melanjutkan penyelesaian sisanya.


Sedangkan dia kembali duduk di sisi Santi mengambil daftar menu dan berkata,


"Sayang coba lihat es krim ini kelihatannya lezat, biar Viona traktir kita makan es krim tambahan ini saja gimana..?"


Santi tersenyum dan mengangguk, Santi sangat bangga dan kagum dengan James, yang biasanya pendiam.


Tapi saat bernegosiasi terlihat begitu piawai, seakan akan bukan James yang selalu menjadi pelayanannya di rumah.


Viona juga melirik kearah James dan Santi sambil tersenyum dia mengangguk kecil sebagai tanda terima kasih.


Viona sudah menyiapkan draft pembatalan kontrak dan surat tanda pelumasan hutang piutang ayahnya.


Sebagai bukti bahwa kedepannya semua masalah hutang piutang ayahnya telah selesai tuntas.


Viona menyodorkan dua berkas untuk Rio tanda tangani.


Rio menerimanya, membacanya sekilas lalu membubuhkan tanda tangan nya.


Dia memegang kedua berkas itu di tangan hingga HP nya berbunyi mengabari ada masuk dana 35M di rekeningnya.


Setelah mengecek saldo di rekeningnya, Rio baru menyerahkan dua surat yang di tandatangani nya.


Setelah itu dengan muka tebal seolah-olah mereka adalah teman akrab, dia ikut makan minum dan ngobrol tanpa sungkan.


Padahal selama ini yang paling dia benci justru Santi inilah.


James awalnya menanggapinya dengan dingin, tapi saat Rio memuji muji Santi, dia pun sedikit tersenyum puas dan bangga.


Tidak lagi terlihat, dia menganggap Rio sebagai musuh yang harus di waspadai dan di habisnya.


Viona mengambil foto kedua bukti surat tertulis yang James tanda tangani, kemudian dia mengirimnya ke violin dan ke Andi.


Ke violin agar di sampaikan ke ayah ibunya, bahwa masalah ayahnya telah beres.


Ke Andi, dia ingin Andi tahu bahwa, dia kini sudah bebas, siap menunggu Andi datang menemuinya dan mereka bisa kembali bersama.


Malam itu juga selesai acara makan makan bersama, James dan Santi langsung mengantar Viona kembali ke pabrik PT PC.


Setelah memastikan Viona telah masuk dengan aman kedalam pabrik yang di jaga dengan sangat ketat.


James dan Santi baru meninggalkan pabrik PT PC kembali kerumah sederhana mereka berdua.


Di tempat lain setelah bubar dari acara makan, saat berada di dalam mobil, ekspresi wajah Rio berubah total.


Dia terlihat sangat kesal seperti orang gila yang terus memukuli stir mobilnya, dengan kedua tangannya secara berulang-ulang.

__ADS_1


Bahkan kakinya ikut menendang nendang bagian bawah mobil dekat gas dan rem mobilnya.


Setelah melampiaskan kekesalannya, dia baru berkata,


"James masalah hari ini tidak akan sudah begitu saja, kamu pasti akan menerima balasan dari ku...!"


"Viona aku bersumpah tidak akan membiarkan mu hidup dengan bahagia, tadinya aku masih berpikir untuk mencoba mencintai mu.."


"Tapi yang kamu lakukan hari ini, benar benar menyakiti ku..kamu mempermainkan perasaan ku, kita lihat saja nanti.."


"Kamu pasti akan menyesal..."


Setelah itu Rio baru meninggal kan lokasi restoran, dengan menancap mobilnya sekencangnya, hingga menimbulkan asap dan bau ban mobil yang terbakar karena bergesek kan dengan aspal.


Di tempat lain di rumah sakit Andi tersenyum bahagia mendapatkan kiriman surat pembatalan kontrak hubungan Rio dan Viona.


Akhirnya usaha dan kesabarannya bersama


Viona berbuah manis.


Sesuai dengan apa yang mereka rencanakan dan harapkan.


"Vi,.. kamu tunggu aku, aku akan segera pergi menjemputmu setelah luka ku sembuh."


gumam Andi.


Andi di rawat hampir dua Minggu di rumah sakit, berkat kerja sama team medis, Violin dan Berry.


Akhirnya Andi dinyatakan sehat dan boleh keluar dari rumah sakit, pengobatannya di lanjutkan dengan rawat jalan, minum obat dan istirahat di rumah.


Sebulan berlalu Andi mulai berlatih dengan giat di Sasana TAH, untuk mempersiapkan diri menghadapi Theo di kota B.


Sesuai jadwal waktu berlatihnya tinggal satu bulan lagi.


Hubungan Andi dan Viona tetap berjalan seperti biasa, meski tidak bebas bertemu maupun berkomunikasi.


Tapi hubungan mereka tetap mesra, setiap Rabu malam mereka berdua akan melepaskan rindu mereka lewat Video Call.


Andi dan Berry sudah pensiun dari pertarungan Underground.


Berry kini sibuk menjalankan bisnis investasinya di pasar modal, belajar sambil mencoba menjadi pengusaha penanam modal.


Andi juga ikut ambil bagian menginvestasikan 5M di percaya kan pada Berry untuk mengurusnya.


Berapa pun hasilnya, Berry bebas menginvestasikan nya kembali, Andi mempercayakan kuasa penuh pada Berry.


Tapi meski begitu, Berry selalu melaporkan perkembangan modal Andi sebulan sekali.


Sejauh ini semua berjalan cukup lancar, Berry dan Andi kini bahkan masing-masing sudah memiliki sebuah rumah yang menghadap ke laut sebagai investasi jangka panjang mereka.

__ADS_1


Andi memilih menggunakan mobil Mitsubishi Xpander, untuk aktivitas nya, sedangkan Berry memilih membeli mobil BMW seri 730 yang lebih mewah.


__ADS_2