AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
MENCAIRKAN CEK DAN MEMINDAHKANNYA KE BUKU REKENING VIONA


__ADS_3

Viona tertawa sambil menutupi mulutnya dan berkata,


"Mana ku tahu, kamu kan tidak pernah mengungkapkan nya, dan selalu memilih mengintip secara sembunyi-sembunyi.'


Andi menggaruk-garuk kepalanya dan berkata,


"Benar juga ya, kenapa aku dulu begitu bodoh dan tidak punya keberanian mendekati mu.?"


"Padahal kamu kan sangat jinak dan gak gigit."


Viona mencubit pinggang Andi dengan gemas dan berkata,


"Enak aja, emangnya aku *njing gila mengigit orang sembarangan.."


Andi pun tertawa sambil meringis dan berkata,


"Bukan aku yang ngomong ya.."


Viona mendelik kearah Andi dan Andi pun berkata,


"Maaf. ...maaf ..damai ok.."


Viona pun kembali tersenyum manis dan berkata,


"Tapi bila saat itu kamu mengungkapkan nya, aku belum mengerti soal perasaan begini, paling-paling aku akan meminta mu menemani ku bermain masak-masak an."


Andi tersenyum lebar dan berkata,


"Bagaimana kalau hari Minggu nanti kita bermain masak-masak an ?"


"Kita bisa pergi ke pasar sama-sama seperti bapak-bapak dan emak-emak, membeli daging sayur dan bumbu dapur."


"Lalu sarapan di pasar tradisional, terus pulang ke rumah, baru kita masak-masak buat makan siang atau sore."


Viona menatap Andi dengan penuh ketertarikan dan berkata,


"Boleh juga tuh, ide mu sangat menarik itu."


"Kita juga bisa ajak Sarah dan Santi, untuk ikut makan-makan bersama,... menarik tuh..."


"Tapi kost ku tidak diijinkan untuk masak.."


ucap Viona kecewa.


Andi tersenyum dan berkata,


"Kost mu ma kalaupun diijinkan masak juga, akunya gak bisa ikutan."


"Karena kost mu kan kucing jantan aja di larang masuk, apa lagi aku boro-boro bisa masak, untuk masuk aja susah.."


Mendengar ucapan Andi Viona pun tertawa terpingkal-pingkal..


Sesaat kemudian Viona sambil naik keatas motor dan mengenakan helm berkata,


"Jadinya gimana atuh.. baiknya..?"


Andi tersenyum dan berkata,


"Di kost ku aja paling bayar 15 ribu, untuk nyumbang gas elpiji."


"Tapi kalau di kost mu kan ada apek kengkeng CS, kalau gak diajak gak enak, kalau di ajak tekor,... gimana atuh ?"


tanya Viona bingung.


Andi tertawa sambil menjalankan motornya meninggalkan kampus dia berkata,

__ADS_1


"Kamu tenang saja, aku sudah perhitungkan semua, apek Keng Keng CS besok pagi semua berangkat pulang kampung ke Medan."


"Jadi sampai sebulan kedepan, kost kosong cuma tinggal aku sendirian.."


"Loh kok bisa ? bukannya perkuliahan masih sedang berlangsung ?"


tanya Viona heran..


"Kita jurusan ekonomi, sedangkan mereka jurusan tehnik dan fisip, tentu beda jadwal perkuliahan dan masa liburannya dengan kita.."


ucap Andi menjelaskan.


"Ooh...!"


ucap Viona sambil menganggukkan kepalanya.


"Kalau begitu Siip lah, Minggu pagi-pagi kamu jemput aku ya,? kita kepasar sama-sama."


ucap Viona penuh semangat.


"Siap tuan putri .!"


jawab Andi sambil tertawa.


Viona juga ikut tertawa sambil memukul pundak Andi.


Setelah itu dia mengeratkan pelukannya ke Andi dan berkata,


"Di,... di peluk sama Sarah pasti lebih enak ya, soalnya anunya kan gede."


"Kata orang-orang, pria suka nya yang gede-gede anunya.."


ucap Viona dengan suara pelan, karena sedikit malu dan minder.


Andi tertawa lalu berkata,


"Jangan berpikir macam-macam, dengerin nih ya..?"


"Aku cuma suka nya sama kamu seorang, bisa di peluk ataupun memeluk mu adalah kebahagiaan terbesar bagi ku."


"Tidak akan ada yang bisa menandinginya selain kamu seorang.."


"Bagi ku punya mu sudah ok, lebih dari cukup.."


"Soal pelukan Sarah, kukatakan terus terang pada mu, aku sebenarnya risih dan gak nyaman."


"Makanya saat itu, aku buru-buru berkata padanya, sedang ditunggu lawan buat bersalaman.."


"Sedangkan bila sedang memeluk mu ataupun di peluk mu, coba kamu pikir, pernahkah aku buru-buru beralasan untuk melepaskan nya.?"


"Viona termenung sambil memeluk Andi , tiba-tiba dia berkata,


"Kalau ditempat lain sih rasanya belum pernah, tapi aku ingat di kost mu kamu pernah pernah.."


Andi memegang lembut tangan Viona dan berkata,


"Kalau yang itu aku lakukan karena saat itu sedang hujan lebat di luar, kita cuma berduan tidur baring berpelukan dalam kamar."


"Aku waktu itu takut tidak bisa mengontrol diri, dan melakukan sesuatu yang bisa membuat mu dalam masalah besar.."


Viona mengangguk dan berkata,


"Kamu benar di, kamu memang spesial dan terbaik.."


"Aku sayang padamu.."

__ADS_1


ucap Viona sambil menempelkan wajahnya di punggung Andi dan mengeratkan pelukannya.


Andi tersenyum lembut dan melirik kebelakang, lalu dia menyentuh tangan Viona yang ada dipinggangnya dengan lembut.


Akhirnya mereka tiba di Bank yang dituju, untuk mencairkan cek yang dipegang Andi.


Tanpa kesulitan sama sekali Andi berhasil mencairkan cek tersebut dan mentransfernya ke rekening Viona.


Setelah berhasil semua pihak teller bank berkata,


"Kak cek ini kalau gak salah kami menerbitkannya, untuk mensponsori acara pertandingan badminton ganda campuran di GOR.."


"Sekarang kakak datang mencairkannya, berarti kakak pemenangnya ya ? dan gadis disamping kakak ini pasti peserta wanitanya ya ?"


Andi tersenyum dan berkata,


"Pemenangnya memang saya, tapi pasangan pertandingan ku bukan dia, ada teman ku yang lain."


"Dia ini pacar ku.."


ucap Andi memberi penjelasan.


Teller bank mengangguk dan berkata,


"Kakak boleh tidak kakak tunggu sebentar di ruangan sana.?"


Andi menatap kearah sebuah ruangan tertutup kaca yang di dalamnya ada meja kecil dan sofa,


sedikit mirip dengan ruang penerimaan tamu.


Atau lebih mirip ruang negosiasi bisnis dan tanda tangan kontrak.


Andi melirik kearah Viona meminta pendapatnya, Viona menganggukkan kepalanya pertanda setuju.


Andi kembali menatap gadis teller di depan nya dan berkata,


"Baiklah kami akan tunggu di sana."


Andi dan Viona pun bergandengan tangan menuju ruangan tersebut.


Sedangkan teller bank yang melayani Andi segera berbisik pada rekan disebelahnya.


Setelah itu dia membalikkan papan namanya tanda dia off.


Dia memberi tanda agar nasabah mengantri ke teller yang lain nya.


Dia terlihat buru-buru merapikan uangnya, setelah itu dia dengan setengah berlari kecil masuk ke ruangan bagian dalam, pergi menemui kepala cabang Bank tersebut.


"Tok..tok..tok..!"


"Masuk..!!"


ucap si kepala cabang Bank yang terlihat sedang sibuk membaca dan menandatangani berkas-berkas yang masuk ke meja kerjanya.


"Selamat siang pak.."


ucap gadis teller bank itu sopan, sambil melangkah masuk kedalam ruangan kepala cabangnya.


Dia berdiri didepan meja kerja atasannya, dengan tubuh dan kepala sedikit menunduk.


Si pria yang berusia 30 an yang di atas meja kerjanya terlihat sebuah papan nama Dion sastra Branch manager.


Dia bekerja sambil membaca dan menandatangani berkas di hadapannya, tanpa mengangkat kepalanya dia berkata,


"Ya Rin ada apa ?

__ADS_1


"Ini pak, di depan ada anak muda pemenang lomba badminton di GOR, tempat kita mengadakan sponsor kemarin."


__ADS_2