AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
ANDI VS RIO


__ADS_3

Setelah nama mereka berdua di panggil wasit dan saling di pertemukan.


Rio sambil tertawa mengejek mengulurkan tangannya ingin tos salaman seperti tata Krama di one pride.


Tapi Andi malah mengabaikan bahkan meludahi wajahnya.


Tentu saja Rio langsung marah dan menerjang kearah Andi.


Berbeda dengan situasi pertandingan MAA, di sini tidak ada yang menahan Rio menerjang kearah Andi.


Semua dianggap sah, wasit juga tidak mau ikut campur memperingati Andi.


Wasit malah langsung mundur menjauh.


Rio yang terlanjur menerjang kearah Andi dengan melayangkan kakinya.


Tendangan kakinya menemui tempat kosong, betisnya terganjal telapak tangan Andi yang mendorongnya ke atas, sambil menyapu kaki Rio yang lain yang menjadi tumpuan badannya.


Tanpa dapat di cegah, tubuh Rio langsung terjungkal kebelakang.


jatuh menghantam kanvas.


Tapi Rio cukup sigap berguling kebelakang lalu bangun berdiri kembali ke sudut ring nya.


Di sana Rio langsung mendapat urutan dan air minum yang di siapkan oleh kru dan pelatihnya.


Andi tidak mengejarnya, dia ingin mempermalukan dan mempermainkan rival abadinya ini sepuas hati.


Sebelum mengakhirinya nanti.


Andi tidak pernah menyangka, keputusannya ini justru membuat dirinya dalam bahaya.


Karena setelah Rio kembali ke sudut ring nya, dia secara diam diam menyuntikkan sesuatu cairan bening kedalam dadanya.


Cairan itu adalah cairan khusus, yang mampu meningkatkan kekuatan kekebalan kegesitan dan kecepatan seseorang, setara sepuluh kali lipat kekuatan seekor gajah, kekebalan tubuh setara 10 kali lipat seekor badak, kecepatan setara 10 kali lipat seekor Chetah, kegesitan setara 10 kali lipat seekor monyet.


Serum ini mampu memberi efek selama 3 jam, setelah 3 jam si pemakai baru akan lemas dan kehilangan seluruh tenaganya.


Saat Rio kembali lagi kelapangan bersiap menghadapi Andi, dia sedang berada dalam kondisi terbaiknya.


Melihat Andi sudah maju kembali, tanpa membuang waktu, Rio bergerak dengan sangat cepat menyerang Andi dengan sepasang cakarnya.


Andi buru-buru menggunakan langkah ajaibnya untuk menghindar, Andi sedikit kaget dan terkesiap dengan kecepatan yang ditunjukkan oleh Rio.


Rio bergerak bagaikan bayangan setan, kemana Andi bergerak dia terus mengejarnya.


Andi yang terkurung terlihat terdesak hebat, hingga kesulitan untuk memberikan serangan balasan.

__ADS_1


Pada suatu ketika cakar Rio yang meleset sasarannya, mengenai tiang busa pojok di belakang Andi.


Tiang busa itu langsung robek terkena cakaran Rio.


Andi yang sempat melompat berguling menghindar, saat dia melihat kekuatan cakar yang Rio tunjukkan.


Hatinya semakin terkejut, dia pun yakin malam ini akan menjadi pertarungan terberat baginya.


Dalam satu kesempatan Rio yang berhasil menyarangkan kakinya dari tempat tak terduga, menendang keras kearah kepala Andi.


Andi terpaksa menggunakan kedua lengannya, tubuh Andi langsung terpental menabrak pagar kawat di belakang nya.


Kekuatan tendangan itu, membuat Andi merasa dirinya di tabrak oleh mobil tronton dengan kecepatan 50 km/ jam.


Setelah menabrak pagar pembatas, Andi buru-buru menggunakan tangannya mendorong tubuhnya Ke atas.


Sehingga tendangan susulan dari Rio hanya mengenai pagar kawat pembatas di bawah Andi hingga jebol.


Andi manfaatkan situasi ini turun memberikan tendangan balasan sekuat tenaga kearah leher dan rahang Rio yang terbuka.


Rio hanya terhuyung-huyung kesamping sedikit, setelah meludah darah dari mulutnya keatas kanvas.


Sambil berteriak keras, Rio kembali mengejar kearah Andi menghujani Andi dengan pukulan tinju campur cakar yang menimbulkan angin menderu deru.


Setiap Andi terjepit dan harus menangkisnya Andi pasti akan terpental mundur dengan tubuh terhuyung-huyung kebelakang.


Kini Rio dengan gerakan sangat cepat melakukan kombinasi serangan dengan terjangan kakinya.


Kaki Rio menghujam keras mengincar paha dan betis Andi.


Andi yang menyadari betapa kuat dan ganasnya tendangan Rio, dia hanya terus melangkah mundur menghindar tanpa mau menahannya.


Hingga satu kesempatan Andi sambil menghindari tendangan arus bawah Rio, dia kembali untuk kedua kalinya memasukkan tendangannya dengan telak menghantam leher dan rahang Rio.


Tapi di saat bersamaan Rio terkena tendangan Andi dengan telak, Andi juga menerima tinju Rio yang masuk dengan telak menghantam dadanya.


Rio terhuyung-huyung miring kesamping, sedangkan Andi terpental menabrak pagar pembatas.


Meski dada Andi terlindungi tenaga sakti Fu Mo Se San Cang.


Tapi Andi tetap saja merasakan dadanya sangat nyeri dan sedikit sulit bernafas


Dada kanan Andi yang terkena tinju Rio langsung biru lebam.


Andi menarik dan membuang nafas panjang beberapa kali, sebelum kembali bersiap menghadapi Rio.


Rio sendiri menggeleng gelengkan kepalanya mengusir rasa pusing di kepalanya.

__ADS_1


Setelah itu dia kembali lagi ketengah lapang menghadapi Andi.


Begitu kembali saling mendekat, Rio dengan sangat cepat dan tanpa ampun, kembali terus melayangkan sepasang tinjunya mengincar bagian kepala dan perut Andi secara bergantian.


Selain itu kakinya juga bergerak maju menendang dan menyikut kearah perut Andi dengan dengkulnya.


Andi yang terdesak di pojokan Ring, terpaksa menggunakan tangannya menangkis serangan tinju Rio yang sangat kuat, sambil berusaha menahan sikut dengkul Rio yang menerjang dari bawah kearah perutnya.


Karena terlalu sibuk Andi bertahan dari serangan yang cepat dan akurat itu.


Akhirnya muncul celah Tinju upercut kanan Rio berhasil masuk menerjang kearah rahang Andi.


Meski Andi berhasil menggunakan telapak tangannya menahan tinju tersebut.


Tapi guncangan keras tersebut sempat membuat pandangannya menjadi berkunang kunang.


Sebuah hantaman tinju lain dari atas kebawah dengan telat menghantam pelipis dan sudut mata Andi hingga pecah dan berdarah, sekali ini membuat Andi benar benar jatuh tersungkur di atas kanvas kesulitan untuk bangun.


Melihat hal ini Wasit langsung menjatuhkan diri tiarap di samping Andi dan melakukan perhitungan angka.


Andi yang merasa pandangannya gelap, sangat lelah sulit berdiri kembali.


Tiba-tiba pendengarannya menangkap syara yang sangat familiar sedang berteriak,


"Kak Andi,..!! ayo bangun,..!! semangat kamu bisa..!!"


Mendengar suara tersebut Andi langsung membuka matanya, mencari cari asal suara tersebut.


Saat melihat wajah cantik yang sedang berteriak di luar arena memberinya semangat.


Andi Akhirnya memaksakan dirinya bangun sambil berlutut dengan kepala masih menempel di atas kanvas.


Perlahan-lahan dia bangun untuk berdiri lagi..


Pada hitungan kedelapan Andi pun sudah bangkit berdiri kembali di hadapan wasit pertandingan.


Wasit langsung menanyakan kesiapan Andi melanjutkan pertandingan..


"Are you ready,.."


Andi mengangguk cepat, sambil menatap wasit dengan serius.


"Ok,..! Go,..Go,..Go,..!!"


teriak wasit lalu kembali mundur menjauh.


Andi sempat menoleh kearah gadis cantik itu melempar senyum penuh terimakasih dan menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Lalu dia kembali maju menghadapi Rio, Andi begitu masuk kembali kelapangan, dia langsung melepaskan beberapa pukulan Fu Mo Se San Cang kearah Rio.


__ADS_2