AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
TERGELINCIR KARENA KELELAHAN


__ADS_3

Viona kembali duduk menghadap kearah jendela, menghindari tatapan mata Rio.


Airmata masih terus mengalir ke pipinya, sesekali dia akan menggunakan tangan untuk menghapusnya.


Rio tentu saja tahu itu, dia sengaja menahan diri tidak menegur atau pun protes ke Viona, agar tidak terjadi pertengkaran yang merusak kedekatan mereka.


Cukup sekali Andi memancing emosinya, hingga dia ditahan polisi dan di musuhi Viona.


Sekali ini dia memilih lebih bersabar agar mendapatkan simpati dari Viona..


Setelah menyelesaikan satu lagu, Andi langsung mendapatkan tepuk tangan yang meriah dari seluruh penumpang bus.


"Kak Andi suara mu bagus banget tambah dong.."


ucap Mimi manja.


Maya juga mengangguk membenarkan pendapat temannya .


Andi yang tidak berdaya menolak, akhirnya kembali memilih sebuah lagu dan menyanyikannya.


Judul lagu yang Andi pilih adalah "Selamanya tidak pernah menyesal mencintai mu."


(Cong PU Hou Hui Ai Sang Ni.).


Kini setelah Andi menyelesaikan lantunan lagu tersebut, tepuk tangan yang di berikan semakin meriah.


Viona kini tidak lagi meneteskan air mata,


dia tersenyum bahagia menatap Andi sambil tersenyum dan terus bertepuk tangan.


Rio sambil menahan dongkol dengan segan, dia terpaksa ikut bertepuk tangan, agar tidak terlihat aneh dan lain sendiri.


Sedangkan Andi hanya tersenyum, tapi dia tidak berani menatap Viona, takut tidak bisa mengendalikan gejolak perasaannya sendiri.


Viona sendiri meski sedikit kecewa, Andi menghindari tatapan matanya, tapi dia sendiri mengerti mengapa Andi melakukan hal itu.


Jadi di dalam hati, dia sama sekali tidak menyalahkan Andi.


Saat orang-orang pada minta Andi melantunkan lagu ketiga, Andi menolaknya dengan halus sambil berkata,


"Maaf suara ku sudah habis, sebaiknya di ganti kan sama teman yang lain saja."


Andi sengaja memberikan mic di tangannya ke James sambil tersenyum.


Tidak di sangka, tindakan Andi mendapatkan tepuk tangan yang meriah dari para gadis yang mengagumi James.


Termasuk Mimi dan Maya juga memberikan tepuk tangan dengan antusias.


James tadinya ingin menolak, tapi saat dia melihat tatapan mata Santi, yang sepertinya sangat ingin mendengar nya menyanyi.

__ADS_1


Akhirnya James menerima mic dari Andi, kemudian sambil berdiri dia berkata,


"Aku sebenarnya tidak bisa bernyanyi, tapi aku akan mencobanya demi dia.."


"Ini adalah lagu masa kecil ku, semoga semua suka, judulnya Liang Zhi Lau Hu ( Dua ekor harimau.)


Begitu James menyebutkan judul lagunya, Santi tidak bisa menahan diri untuk menutupi mulutnya menahan tawa.


Sedangkan para penumpang lain langsung tertawa terpingkal-pingkal.


Tanpa memperdulikan respon mereka, James langsung menyanyikan satu-satunya lagu yang dia kuasai itu, dengan suaranya yang ngebas.


Antara suara dan lagu sangat kontras, sehingga orang yang tertawa semakin banyak.


Suasana di bus pun menjadi riuh rendah dan sangat ramai.


Mimi dan Maya meski mereka berusaha menahan tawa, tapi mereka tetap mengiringi nyanyian James, dengan gitar mereka secara profesional dan sangat baik.


Sehingga lagu James yang sederhana terdengar lucu dan menarik.


Setelah menyelesaikan nyanyian nya, James mengembalikan mic ke Andi, lalu dia kembali duduk dengan wajah sedingin es.


Melihat ekspresi James Santi kembali tersenyum dan kembali melihat kearah depan.


Sarah sendiri sangat kaget sampai tidak bisa berkata apa-apa, kakaknya yang pendiam dan dingin bisa bersedia menyanyi.


Ini sungguh sulit diterima akal sehat, dia bahkan diam-diam merekam aksi kakaknya untuk di kirimkan kepada kedua orang tua nya.


Sarah sambil tersenyum senang, memberi tanda jempol kearah Santi dan berkata,


"San kamu benar-benar membawa pengaruh yang sangat luar biasa baginya.."


"Apaan sih Sar..?"


tegur Santi dengan wajah merah pura-pura gak paham.


Sarah hanya menanggapinya dengan tersenyum.


Karena Andi sudah tidak bersedia bernyanyi, maka mic nya dia kembalikan ke Mimi.


Untuk selanjutnya Mimi dan Maya lah yang berduet menyanyikan beberapa lagu, sambil mengiringi dengan gitar di tangan mereka.


Tanpa terasa akhirnya bus yang mereka tumpangi sudah tiba di lokasi, di mana hiking' bisa di mulai.


Dalam satu bis yang terdiri dari 30 orang, oleh panity di bagi menjadi 2 kelompok.


Andi Viona Rio Mimi dan Maya berada dalam satu kelompok.


Sedangkan James Santi dan Sarah berada di kelompok lainnya.

__ADS_1


Setelah kelompok sudah selesai terbagi, kelompok pertama di persilahkan untuk memulai perjalanan mereka.


15 menit kemudian kelompok kedua pun diijinkan menyusulnya.


Kelompok satu di pimpin oleh Rio, sedangkan kelompok kedua di pimpin oleh James.


Pada awal perjalanan Rio yang selalu bergandengan tangan dengan Viona berjalan di paling depan, terlihat cukup menikmati perjalanan mereka, yang di kelilingi oleh hawa sejuk yang menyegarkan.


Sedangkan Andi ditemani oleh Mimi dan Maya berjalan di bagian paling belakang, mengawasi teman-teman mereka yang berjalan di bagian belakang.


Mimi dan Maya termasuk panitia, jadi mereka berdua bertanggung jawab atas keselamatan seluruh rombongan.


Andi sebisa mungkin membantu meringankan tugas kedua gadis tersebut.


Tapi seiring dengan perjalanan yang semakin lama semakin menanjak dan Medan yang harus di lewati semakin sulit.


Akhirnya Viona mulai terlihat lelah dan kesulitan meneruskan perjalanan.


Andi yang berada di belakang, meski sibuk membantu orang melewati rintangan yang terjal dan menanjak.


Diam-diam Andi tidak pernah melepaskan perhatian nya pada Viona.


Melihat kondisi Viona, Andi tidak bisa menahan diri lagi, dia maju kedepan menghadap Rio dan berkata,


"Rio sebentar...!"


"Kulihat kondisi teman-teman semua sudah sangat letih, bagaimana bila kita beristirahat sebentar di sini."


"15 menit kemudian baru kita melanjutkan perjalanan lagi..?"


Rio menggelengkan kepalanya dengan tegas dan berkata,


"Tidak bisa, kita tidak boleh sembarangan beristirahat di sembarang tempat.."


"Harus sampai ke pos satu, kita baru boleh beristirahat.."


Andi menghela nafas kecewa, dia sebenarnya juga sudah menduga dari awal, akan jawaban yang akan Rio berikan.


Tapi dia tetap harus mencobanya, semua ini demi Viona.


Andi tidak bisa melihat Viona tersiksa dan mengalami keletihan seperti saat ini.


Bila bukan karena Viona terikat sama Rio,.Andi pasti sudah maju kedepan menggendong Viona dipunggung nya, seperti biasa.


Tapi kini keadaan berbeda, sehingga Andi hanya bisa berusaha memohon ke Rio, agar bisa berikan waktu beristirahat.


Tapi setelah Rio dengan tegas menolaknya, Andi dengan tak berdaya terpaksa kembali ke barisan belakang, karena tidak mau ribut dengan orang itu.


Tapi saat perjalanan semakin sulit dan menantang,. akhirnya Viona yang benar-benar sudah tidak kuat tergelincir.

__ADS_1


Saat coba melewati tanjakan curam, karena kakinya sudah tidak kuat untuk dipaksakan menaiki tanjakan tersebut.


__ADS_2